Kemal si Blogger Iseng

show them all you're not the ordinary type

Prediksi Penyisihan Grup Liga Champion



Wah, udah lama gak posting soal hobiku yang lain, yaitu tentang sepakbola. Berhubung baru aja undian buat penyisihan grup Liga Champion, aku mau coba prediksi kira-kira siapa yang akan lolos ke babak 16 besar. Tentu saja aku bukanlah pengamat sepakbola profesional atau bung bung yang sering jadi komentator, ini hanya perkiraan pribadi. Mungkin betul, kemungkinan besar sih salah, hehe. Oke, kita mulai saja :

Grup A : Manchester United, Shakhtar Donetsk, Bayer Leverkuesen, Real Sociedad



Sekilas seperti grup yang mudah buat Manchester United, tapi aku tidak terlalu yakin mereka akan melewati grup ini semudah itu, walaupun tetap saja aku masih memperkirakan MU yang bakal keluar sebagai juara grup. Shakhtar Donetsk sudah sering menjadi batu sandungan untuk tim-tim yang biasa lebih diunggulkan, dan secara kekuatan mungkin berimbang dengan Bayer Leverkuesen. Yang menjadi perhatianku adalah Real Sociedad.Mereka secara mengejutkan bisa finish di posisi 4 La Liga musim lalu dan menyingkirkan raksasa Prancis, Lyon, di kualifikasi. Aku yakin klub Spanyol ini akan menjadi kejutan dan justru bisa lolos ke babak 16 besar. Kekuatan Real Sociedad sulit ditebak, tapi jelas mereka sangat kompak.


Perkiraan akhir grup A :
1. Manchester United
2. Real Sociedad
3. Shakhtar Donetsk
4. Bayer Leverkuesen

Grup B : Real Madrid, Juventus, Galatasaray, FC Kopenhagen



Persaingan di grup ini jelas akan didominasi oleh Real Madrid dan Juventus yang sama-sama merupakan raksasa Eropa. Galatasaray yang musim lalu mencapai 8 besar mungkin bisa mengejutkan, tapi akan sangat sulit karena Madrid dan Juve biasanya stabil di setiap pertandingan. FC Kopenhagen hampir pasti tidak punya kesempatan dan hanya bisa berharap tak menjadi lumbung gol. Pertanyannya sekarang, siapa yang akan menjadi juara grup? Mungkin banyak yang memperkirakan Real Madrid, tapi aku berani bilang Juventus lah yang akan memuncaki grup ini. Juventus punya tim yang lebih merata dan hampir tidak ada masalah di musim ini. Real Madrid masih sibuk dengan urusan kiper utamanya dan itu akan mempengaruhi konsentrasi tim.

Perkiraan akhir grup B :
1. Juventus
2. Real Madrid
3. Galatasaray
4. FC Kopenhagen

Grup C : Benfica, Paris Saint-Germain, Olympiakos, Anderlecht



Menurutku, grup ini sedikit membosankan karena tidak ada klub raksasa Eropa saat ini di dalamnya. Tapi kalau mau dilihat dari sisi lain, grup ini sangat berimbang dan aku agak sulit memprediksikan siapa yang akan lolos ke 16 besar. PSG mungkin akan menjadi juara grup dengan banyak bintang di klub mereka, tapi kekuarangan PSG adalah tim yang belum terlalu kompak. Itu bisa berbahaya karena Benfica dan Olympiakos bisa sangat mengejutkan menghadapi tim seperti PSG. Satu-satunya yang aku yakin, Anderlecht sekali lagi tidak akan berbicara banyak musim ini.

Perkiraan akhir grup C :
1. Paris Saint-Germain
3. Benfica
3. Olympiakos
4. Anderlecht

Grup D : Bayern Muenchen, CSKA Moscow, Manchester City, Victoria Plzen



Setelah dua musim selalu tersingkir di penyisihan grup, ini adalah saatnya Manchester City melangkah lebih jauh. Musim lalu (saat status mereka juara Premier League), mereka tersingkir secara memalukan dan hanya menjadi juru kunci. Musim ini satu-satunya halangan berat bagi City adalah juara bertahan Bayern Muenchen. Tentu saja aku masih merasa Muenchen tak akan kalah oleh City, tapi klub Inggris itu bisa mengambil posisi kedua. CSKA Moscow kemungkinan besar akan menempati posisi 3.

Perkiraan akhir grup D :
1. Bayern Muenchen
2. Manchester City
3. CSKA Moscow
4. Victoria Plzen

Grup E : Chelsea, Schalke 04, FC Basel, Steaua Bucharest



Kesalahan Chelsea hingga tersingkir cepat musim lalu adalah pelatih yang tidak stabil karena diganti di tengah-tengah musim. Berbeda dengan musim ini, Jose Mourinho adalah tipe pelatih yang sangat stabil dan kemungkinan tidak akan diganti hingga akhir musim. Kalau sudah begitu, grup ini akan sangat mudah bagi Chelsea yang sejak awal sudah punya pemain-pemain bagus. Yang menarik adalah perebutan posisi runner-up karena tiga tim lainnya berimbang. Schalke 04 mungkin sedikit diunggulkan karena punya pemain-pemain yang lebih berpengalaman di kompetisi Eropa. Tapi kejutan sangat mungkin terjadi dan bukan mustahil justru FC Basel atau Steaua Bucharest yang akan lolos ke 16 besar mendampingi Chelsa.

Perkiraan akhir grup E :
1. Chelsea
2. Schalke 04
3. Steaua Bucharest
4. FC Basel

Grup F : Arsenal, Oympique Marseille, Borussia Dortmund, Napoli



Inilah grup neraka di Liga Champion musim ini. Tidak ada yang pasti siapa yang akan lolos mengingat mereka semua adalah klub hebat Eropa. Kita mulai dari Arsenal, tim yang hampir pasti selalu masuk Liga Champion tiap musimnya. Klub mereka hebat, tapi tidak adanya perekrutan pemain baru yang benar-benar hebat akan membuat mereka kesulitan. Napoli justru sebaliknya, mereka berhasil merekrut pemain-pemain baru yang akan menjadi amunisi mematikan seperti Higuain dan Callejon. Kehilangan Cavani tidak akan terlalu berpengaruh pada mereka. Finalis musim lalu, Borussia Dortmund, juga masih sama mengerikannya dengan musim lalu. Mereka sudah membuktikan diri dengan mengalahkan Bayern Muenchen di Pialu Super Jerman. Marseille mungkin akan kesulitan, tapi mereka terkenal sering membuat kejutan. Kemungkinan besar Arsenal akan tersingkir lebih cepat musim ini.

Perkiraan akhir grup F :
1. Borussia Dortmund
2. Napoli
3. Arsenal
4. Olympique Marseille

Grup G : FC Porto, Atletico Madrid, Zenit Saint Petersburg, Austria Wina



Oke, Austria Wina sudah bisa kita singkirkan dari perkiraan yang akan lolos. Aku yakin 99% mereka akan menjadi juru kunci. Tiga tim lainnya akan saling berebut posisi puncak. Pengalaman FC Porto di Liga Champion tidak bisa menjadi jaminan mereka akan lolos dengan mudah. Atletico Madrid membuktikan diri akan menjadi saingan yang berat dengan penampilan mereka di Piala Super Spanyol melawan Barcelona yang luar biasa. Zenit mungkin bisa mencari peluang ketika salah satu dari dua tim itu terpeleset dan mereka punya kapasitas untuk melakukannya.

Perkiraan akhir grup G :
1. Atletico Madrid
2. FC Porto
3. Zenit Saint Petersburg
4. Austria Wina

Grup H : Barcelona, AC Milan, Ajax Amsterdam, Glasgow Celtic



Satu lagi grup neraka di Liga Champion musim ini. Barcelona sekali lagi akan bertemu dengan AC Milan yang sangat merepotkan mereka di 16 besar musim lalu. Ajax Amsterdam juga tidak bisa diremehkan atau Barcelona dan Milan bisa bernasib seperti Man City musim lalu. Celtic? Musim lalu mereka bahkan sempat mengalahkan Barcelona. Bukan rahasia lagi kalau kandang Celtic adalah tempat yang sangat sulit ditaklukan. Perkiraanku adalah Barcelona dan Milan tetap akan keluar sebagai dua teratas, tapi dengan perjuangan yang sangat sulit.

Perkiraan akhir grup H :
1. Barcelona
2. AC Milan
3. Glasgow Celtic
4. Ajax Amsterdam

Dimana Celanaku?



Aku terbangun dengan kepala yang sangat sakit.

“Aagghhh...” Aku mau mengelus kepalaku, tapi tanganku tak bisa digerakkan. Bukan hanya tanganku, seluruh badanku juga tak bisa digerakkan. Aku terikat di sebuah kursi. Apa yang terjadi?

Kuamati sekeliling. Aku kenal tempat ini. Ini adalah ruang bawah tanah di rumahku, tempat kami biasa menaruh barang-barang bekas.

Seseorang berdiri di depanku. Aku mendongak melihat siapa gerangan yang mengikatku di rumahku sendiri. Bukan seseorang, ada tiga orang disini. Mereka semua memakai kacamata hitam dan jas hitam. Lebih mengejutkan lagi, seseorang hanya memakai celana dalam!

Si tanpa celana mendekatiku. Tiba-tiba saja dia memukulku dengan keras. Kepalaku yang sudah pusing makin parah saja.

“Dimana celanaku?”

Aku perlu beberapa saat untuk memproses pertanyaannya, “Hah?”

Tanggapan yang salah karena dia mulai memukulku lagi.

“Kutanya sekali lagi. Dimana celanaku?” bisiknya dengan nada mengancam.

“Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau bicarakan..” kataku lemas dipukul terus.

Si tanpa celana membuka kacamatanya dan menatap mukaku lekat-lekat. Dia punya muka sadis yang sering kulihat di film-film tentang mafia. Dia mendecak marah lalu menjetikkan jarinya. Salah seorang di belakangnya maju sambil mengeluarkan sebuah foto dari jasnya.

Aku mengamati fotonya, “Itu gambar sebuah celana...” Foto itu memang menunjukkan gambar celana pendek biru dengan motif bunga-bunga bewarna kuning. Sepertinya aku pernah melihatnya.

“Ya,” kata si tanpa celana tidak sabar, “itu celana kesukaanku dan aku tahu kau memilikinya. Sekarang dimana celanaku itu?”

“Kenapa kau pikir celananmu ada di rumahku? Aku bukan pencuri celana.”

Tanpa celana menjetikkan jarinya sekali lagi. Kali ini orang yang satu lagi mengeluarkan kertas dari saku jasnya dan membacanya dengan nada datar, “Pada tanggal satu Agustus, kau memasukkan laundry dari 'Bersih Selalu', tempat yang sama dimana Bos Reynald memasukkan baju kotornya.”

Aku mengangkat alis, “Lalu?”

Dia meneruskan membaca, “Dua hari kemudian, kau mengambil laundry itu. Tanggal itu juga seharusnya saat Bos Reynald mengambil laundry.”

Lalu tiba-tiba kenyataan menghantamku. Celana dia tidak sengaja masuk ke dalam laundry-ku. Tempat cuci itu memang sering membuat kesalahan seperti ini. Pantas saja aku merasa pernah melihat celana aneh itu.

Si tanpa celana sepertinya bisa membaca pikiranku, “Kurasa kau sudah mengerti. Aku Reynald, dan itu celana kesayanganku. Aku tak bisa memakai celana lain sebelum menemukannya. Jadi sekarang jawab,” Dia mengeluarkan pistol, “dimana celanaku?”

Aku menelan ludah melihat pistol itu. Sejujurnya, itu tak membantuku mengingat dimana celana itu sama sekali.

“Darimana kau tahu aku yang mengambil celanamu. Bisa saja orang lain kan,” kataku membela diri.

“Ohh cewek yang bekerja di tempat cuci itu berhasil mengingat di cucian siapa dia menaruh celanaku sebelum, kau tahu, kami membereskannya,” jawab Reynald lalu tertawa diikuti dua orang lainnya.

“Kau....kau membunuhnya?”

“Kami membereskan tempat itu. Sangat parah, cucian tergeletak dimana-mana. Pantas saja cucian sering tertukar.”

“Oohhh.” Aku bernafas lega.

“Lalu setelah itu kami membunuhnya.”

Aku tegang lagi.

Reynald menarik pelatuk pistolnya, “Kami akhirnya berhasil menemukanmu dan membuatmu pingsan. Nah, sekarang kesempatan terakhir, dimana celanaku? Atau kau akan kubuat lebih dari pingsan.”

“Tunggu, tunggu sebentar,” Aku mulai panik, “Aku memang ingat pernah melihat celana itu, tapi aku yakin tak memakainya. Aku menaruhnya di.....ooohhh!!”

Aku akhirnya ingat. Saat itu aku merasa celana ini sangat norak, jadi aku bermaksud memberikannya sebagai sumbangan.

“Kurasa aku menyumbangkannya..”

Reynald mendekatkan mukanya kepadaku, “Apa?”

“Aku menyumbangkannya.”

Pukulan mendarat lagi di pipiku. “Kau menyumbangkan celana favoritku?” kata Reynald marah.

Aku mengerang, “Aku tidak tahu itu celana siapa.”

Reynald berjalan mondar-mandir sambil menggerutu. Lalu dia kembali berbicara padaku, “Baiklah, kau ingat siapa yang memegang celanaku sekarang?”

“Ya, ya. Aku ingat. Aku memberikannya pada pengemis yang sering lewat di rumahku.”

“Oke,” Reynald berbalik, “Habisi dia.” Para pengawalnya mengeluarkan pistol dan menodongkan kepadaku. 

Aku berteriak dengan panik, “Tunggu! Tunggu! Aku tahu dimana tempat pengemis itu. Lepaskan aku dan akan kutunjukkan jalan kesana!”

Reynald melihat kepadaku, sepertinya dia sedang berpikir. Setelah agak lama, dia berkata, “Oke, lepaskan dia. Tapi awas kalau kau salah.” Reynald kembali memakai kacamatanya dan keluar dari ruangan itu. Pengawalnya membuka ikatanku dan dengan kasar menarikku ke mobil mereka.

Rasanya sangat aneh aku berada satu mobil dengan tiga orang dewasa berjas hitam dan memakai kacamata hitam. Ini seperti adegan dalam film mafia-mafia. Kecuali tentu saja biasanya dalam film si bos memakai celana.

“Itu, itu dia rumahnya...” Aku menunjuk salah satu gubuk kecil di pinggir sungai. “Aku pernah melihatnya disitu.”

“Oke,” Reynald sudah akan turun dari mobil ketika aku menghentikannya.

“Hei tunggu. Biar aku saja yang turun.”

“Kenapa?” tanyanya.

“Karena kau tidak pakai celana. Lagipula aku tidak mau orang lain jadi takut melihat kita datang.”

“Baiklah, tapi kau akan ditemani Scarface.”

Orang yang duduk disebelahku mengangguk. Kami berdua turun dan menuju gubuk itu.

“Jadi, kenapa kau dipanggil Scarface?” tanyaku supaya suasana tidak terlalu kaku.

“Karena ada bekas luka di perutku,” jawabnya datar.

“Tapi, Scarface kan artinya....ah sudahlah.” Aku mengetuk pintu gubuk itu. Yang keluar bukan pengemis tersebut. Mungkin ini istrinya.

“Permisi Bu, Bapak ada?”

Ibu itu bingung melihatku ditemani orang berjas hitam, “Bapak lagi di toilet. Tuh yang di pinggir sungai.”

“Apa Ibu tahu tentang celana pendek biru dengan motif bunga kuning punya Bapak?”

“Oh, ya iyalah,” katanya, “Tadi Bapak pakai celana itu ke toilet.”

Ya ampun. Aku sebenarnya tidak mau mengganggu orang yang sedang ada di toilet, tapi Scarface sepertinya tidak mau menunggu, jadi kini kami menuju toilet itu.

Dibilang toilet pun, itu sebenarnya hanya bilik kecil tanpa atap yang penggunanya bisa buang hajat langsung ke sungai. Aku mengingatkan diriku sendiri tidak akan berenang lagi di sungai jika selamat dari situasi ini.

Saking pendeknya dinding yang membatasi toilet itu, kami bisa melihat wajah pak pengemis tersebut sedang ngeden dengan nikmatnya. Celana pendek biru itu digantung begitu saja di dindingnya.

Aku menyapa dengan canggung, “Hai Pak.” Rasanya aneh menyapa orang yang jelas-jelas sedang buang air besar.

“Ngghh oh hai Dik! Makasih lho soal celananya. Ada apa ini?” Dia mulai bingung melihat Scarface berdiri dengan seramnya di sebelahku.

“Begini Pak, saya ingin meminta celana yang saya kasih. Boleh ya Pak?”

Dia diam.

“Pak? Saya ambil ya celananya.”

Tanganku dipukul keras ketika aku bermaksud mengambil celana itu. Ya ampun, itu tangan yang dipakai buat cebok gak?

“Jangan. Saya suka celana ini. Adik kan banyak punya celana lain di rumah.”

“Masalahnya, itu bukan celana saya Pak. Jadi saya gak boleh sembarangan kasih.”

Aku mencoba mengambil celananya lagi, tapi dia kali ini memegang erat celana itu, tidak mau melepasnya.

“Pak, lepasin Pak!”

“Gak mau!!”

Jika ada orang lewat, pasti dia akan sangat heran melihat ada dua orang tarik-tarikan celana norak di depan toilet sambil diawasi orang berjas hitam.

“Ini punya saya pokoknya!!” teriak Bapak itu. Scarface ternyata mulai muak melihat kami dan menarik keluar pistolnya. Diarahkannya ke Bapak itu.

Si pengemis kaget dan mengangkat tangan, menyebabkan dia kehilangan keseimbangan. Bapak itu jatuh kebelakang, menabrak dinding dan jatuh ke sungai. Bilik toilet itu ikut jatuh bersamanya.

Aku terdiam sebentar melihat kekacauan itu. Yah paling tidak, celana biru itu kini berada di tanganku.
Kami kembali ke mobil. Aku menyerahkan celana itu, “Jangan bunuh aku ya.”

Untungnya, suasana hati Reynald membaik. Dia mengambil celananya lalu pergi begitu saja, meninggalkanku sendirian.



Sejak saat itu, aku sedikit takut untuk memasukkan cucian ke laundry, tapi kadang rasa malas untuk mencuci baju sendiri mengalahkan rasa takutku. Tentu saja aku pindah ke tempat laundry yang lain.

Hari ini panas, tapi aku terpaksa keluar untuk mengambil laundryku.

“Aahhh...” Rasanya jauh lebih enak ketika aku sudah menghidupkan AC di kamar. Aku mulai membongkar laundry untuk memasukkannya ke lemari baju.


Saat itulah, aku menyadari yang membuat nafasku berhenti sesaat. Sebuah celana biru bermotif bunga kuning tercampur di antara baju-bajuku.

Mega Excited For New Pokemon!!



Harus kuakui, walaupun aku suka semua generasi Pokemon, aku tidak terlalu semangat dengan generasi 5 Pokemon (Black, White, Black 2, White 2). Jalan ceritanya sih keren, cuma menurutku terlalu rumit untuk ukuran Pokemon. Bentuk-bentuk Pokemonnya pun kadang terlalu rumit dan aneh, walaupun beberapa juga ada yang keren. Pokemon legendaris di gen ini pun adalah yang paling bawah dalam list Pokemon legendarisku. Ini hanya pendapat pribadi, tapi aku lebih suka Pokemon yang lebih simpel.

Dan keinginanku terjawab di Pokemon X dan Y yang akan dikeluarkan bulan Oktober nanti pada konsol Nintendo 3ds. Banyak hal yang sangat kunantikan untuk dimainkan dalam game ini, beberapa bahkan terobosan baru yang belum pernah ada di game Pokemon sebelumnya.



Berikut beberapa hal yang membuatku sangat sangat ingin game ini :

1. Starter yang menjanjikan


Chespin (Grass), Froakie (Water) atau Fannekin (Fire) akan menjadi Pokemon pertama kita di X dan Y nanti. Melihatnya sekali saja aku sudah suka. Imut-imut dan keren. Bahkan ada spekulasi mereka akan mempunyai dual type yang saling mengalahkan. Fannekin di Fire/Psychic, Chespin di Grass/Dark dan Froakie di Water/Fighting. Dengan begitu, masing-masing starter setara dan tak punya kelebihan terhadap starter yang lain. Ini berbeda dengan starter di game-game sebelumnya.

Btw, kalau Fannekin ternyata berubah menjadi Fire/Fighting, aku yakin bakal banyak banget penggemar Pokemon yang protes, hehe.

2. Pokemon legendaris yang keren


Kalau Pokemon legendaris di Black & White membuatku sedikit kecewa, Pokemon legendaris di X&Y justru membuatku berdecak kagum. Xerneas dan Yvetal dibuat dengan sangat keren!! Kalau disuruh memilih, aku lebih suka Xerneas karena tanduknya terlihat sangat fabulous!! Hahaha!!

3. Protagonis yang bisa dimodifikasi


Ini terobosan baru untuk game Pokemon. Protagonis yang kita pilih bisa kita modifikasi sesuai keinginan kita. Masing-masing gender diberi 3 pilihan saat kita memulai.

4. Bisa berjalan diagonal, duduk di kursi dan menaiki Pokemon di tengah kota


Mungkin bagi orang biasa, game yang bisa berjalan diagonal sangatlah biasa. Tapi bagi penggemar Pokemon, itu merupakan hal yang sangat mengejutkan. Sampai di gen 5, kita hanya bisa berjalan atas, bawah, kiri dan kanan. Berjalan diagonal merupakan sesuatu yang baru.

Bukan hanya itu, kita juga bisa duduk di kursi-kursi taman, sesuatu yang tidak bisa kita lakukan sebelumnya di dunia Pokemon. Dan tidak hanya sampai situ, sekarang kita bisa menaiki Pokemon tertentu di tengah kota!!

5. Sky Battle dan melawan banyak pokemon


Sky Battle adalah pertarungan yang hanya bisa dilakukan oleh Pokemon tipe Flying atau yang mempunyai ability Levitate. Ini variasi baru karena sebelumnya sudah ada pertarungan di laut, gua bahkan bawah laut. 

Nah, yang membuatku lebih tertarik adalah pertarungan dengan kumpulan Pokemon di wild. Sebelumnya, pling kita hanya bisa melawan dua Pokemon di wild dan tiga di pertarungan melawan trainer lain. Kini kita bisa melawan sampai lima Pokemon langsung! Bayangkan jika kita bertemu lima Zubat di gua, pasti akan sangat menyeramkan.

6. Fairy Type


Ini nih yang banyak membuat dragon-type trainer resah. Fairy type diumumkan sebagai type Pokemon baru dan super effective melawan type dragon. Sylveon yang merupakan perubahan terbaru Eevee juga memiliki type ini. Jiglypuff memiliki type yang sama. Bayangkan mengalahkan Haxorus atau Garchomp dengan Jiglypuff, huehuehue.

7. Mega Evolution!


Banyak yang mengatakan mega evolution membuat Pokemon sangat mirip dengan Digimon, tapi aku jusru jadi lebih pengen membeli game ini! Lihat aja perubahan Mega, semuanya keren-keren. Apalagi Mega Blaziken yang terlihat sangat kuat. Aku senang Pokemon mencoba hal baru dalam hal evolution seperti ini.


Itulah beberapa hal yang membuatku menjadi mega excited untuk memainkan game Pokemon ini. But wait, there's more!

Pokemon akan meluncurkan anime terbaru bernama Pokemon Origin yang menceritakan kisah Pokemon sesuai dengan jalan cerita di game. Ini berarti kita akan melihat Red dalam bentuk anime! Akhirnya, aku sudah capek dengan Ash dan Pikachu-nya. Aku ingin melihat Red dengan Charmander menguasai Kanto! Lihat trailernya dibawah :



Kurang apalagi coba?

Cinta itu Simpel?


Namanya adalah Frank, dan mungkin dia adalah cowok yang paling sial dalam masalah percintaan.

Sebenarnya Frank bukanlah cowok brengek yang suka main cewek atau gampang dekat dengan cewek. Tidak, dia adalah cowok baik yang hampir semua perasaannya tulus terhadap cewek yang disukainya. Hanya saja, dia bodoh dalam menyikapinya sehingga perasaannya tidak berbalas.

Salah satunya adalah kasus dengan teman sekelasnya saat SMP. Cewek tidak beruntung itu bernama Dera. Dera termasuk cewek populer yang hampir semua sekolah tahu. Banyak cowok-cowok yang mendekatinya, termasuk Frank.

Masalahnya, berbeda dengan cowok lain yang mendekatinya, Frank hampir tidak punya modal. Misalnya yang lain mentraktirnya makan bakso di kantin, Frank paling mentok cuma membagi teh botolnya, itupun dengan gaya sok cuek. Biasalah, masih anak SMP.

Seari-harinya pun mereka hanya mengobrol sekali-sekali. Dera tidak pernah menganggap Frank teman yang spesial atau semacamnya. Tapi Frank tidak peduli. Dengan nekad, dia menembak Dera saat perpisahan di depan semua orang.

Hasilnya tentu saja bisa ditebak. Dera menolaknya dengan halus supaya Frank tidak merasa sakit hati. Tapi Frank tidak tahu diuntung, dia malah dengan santainya minta cium sebagai perpisahan terakhir. Kesabaran Dera habis dan tamparan pun mendarat di pipinya.

Frank tidak belajar dari kesalahannya. Saat dia SMA, dia kembali suka cewek populer, namanya Lia. Dia katakan pada teman-temannya kalau dia ingin menembak cewek itu.

“Lia? Serius kau?” kata Zico yang duduk disebelahnya saat mereka semua makan di kantin.

“Ya seriuslah aku!”

“Tapi, ini Lia lho,” kata Kemal, temannya yang lain sambil makan bakso, “Cewek populer yang banyak deketin. Hampir gak mungkin!”

“Aku setuju sama Kemal.” Ali disebelah Kemal ikut nimbrung, “Lagian kenapa tiba-tiba kau pengen nembak Lia?”

“Kemarin waktu ujian matematika, dia sempat minta petunjuk sama aku. Itu pertanda kan!” kata Frank dengan girang.

“Itu karena kau duduk dibelakangnya...” sahut Zico.

“Tapi kan ada juga teman yang duduk disebelahnya. Tapi tidak, dia malah minta ke aku! Pasti ada pertanda !”

Kemal geleng-geleng melihat tingkah Frank. Ali bahkan sampai melakukan facepalm. Tapi sebagai teman, tentu mereka mendukung Frank.

“Oke, bagaimana kau akan melakukannya?” tanya Kemal.

“Aku sudah tahu kesalahanku saat SMP, aku menembaknya di depan banyak orang. Dia jadi malu dan sulit untuk menerimaku.”

Ali mengangkat alis, “Jadi?”

“Sekarang aku melakukannya di saat Lia sendiri. Tanpa ada orang lain disekitarnya. Dengan begitu, kemungkinan aku diterima akan besar.”

Kawan-kawannya saling memandang, tak terlalu yakin.


“Saat kau bilang sendiri, aku tak pernah menyangka maksudmu adalah saat dia di kamar mandi!” bisik Zico kepada Frank saat mereka mengendap-endap ke depan kamar mandi cewek. Kemal dan Ali mengikuti dibelakang. Mereka tahu ini tidak akan berjalan sesuai keinginan Frank.

“Tenang saja,” kata Frank, “Yang penting kalian pastikan saja tidak ada cewek lain yang masuk saat aku nembak Lia.”

“Terserah kau saja.” Zico sudah pasrah dengan kebodohan Frank.

Frank pun masuk ke kamar mandi. Tadi dia melihat Lia masuk kesini saat bel istirahat berbunyi. Dia sudah memastikan tak ada lagi orang didalamnya selain Lia. Perlahan dia masuk ke sebelah kamar mandi yang terisi. Frank gugup, tapi akhirnya mulai berbicara.

“Lia, maukah kau menjadi pacarku?” katanya, sedikit lebih keras daripada seharusnya. Disebelah, terdengar suara teriakan kaget dan bunyi air.

“Siapa itu? Cowok? Tolong!! Ada pengintip!!” Lia mulai berteriak takut.

“Aku bukan pengintip!” kata Frank cepat-cepat, “Ini Frank!”

“Frank? Mau apa kau di kamar mandi cewek?” Lia mulai marah.

“Sudah kubilang tadi, maukah kau menjadi pacarku?”

“Tidak! Keluar dari sini!”

“Tapi...”

“Keluar!!” teriak Lia.

Frank dengan lesu keluar dari kamar mandi. Sekali lagi dia gagal.


Beberapa minggu kemudian, Frank mendapat kabar mengejutkan. Kemal ingin menembak Annisa, teman sekelasnya yang lain. Tidak mau gagal seperti Frank, Kemal membuat strategi yang matang agar penembakan ini sukses.

Frank bertugas untuk membawa salah satu teman Annisa menjauh sementara Kemal akan menembaknya saat dia sendirian. Yang membuat Frank senang, teman Annisa yang dimaksud adalah Lia. Ini kesempatan untuk paling tidak berkomunikasi lagi dengannya. Sejak kejadian di toilet itu, Lia menjauhi Frank.

Akhirnya tiba hari yang dimaksud. Zico dan Ali sudah melakukan tugasnya dengan baik. Kini giliran Frank. Dia berjalan ke meja Annisa dan Lia.

“Hai Lia,” katanya gugup. Lia tidak menjawab.

“Bisakah kau ikut denganku sebentar?”

“Kenapa?” tanya Lia cuek.

“Ngg...” Frank baru sadar kalau dia belum menyiapkan alasan, jadi dia mengarang dengan cepat, “Ibu kamu meninggal!”

Lia tersentak kaget, tapi tidak berkata apa-apa. Annisa marah dan menampar Frank, “Ibunya sudah lama meninggal tahu! Apa sih maksudmu?”

Frank kaget. Dia tidak tahu Lia sudah tidak punya ibu. Kini dia tidak bisa berkata-kata.

Untungnya, Lia jadi tidak semangat lagi dan pergi dari meja itu. Frank mengikutinya. Dia bermaksud mengejarnya, tapi Lia langsung pergi begitu saja, tak menghiraukan Frank. Yah, paling tidak tugas Frank sukses.

Hanya saja, penembakan Kemal ternyata gagal. Dia tidak sengaja membuat Annisa tersedak dan membuat cewek itu marah. Mungkin kami memang sial soal cinta.


Beberapa hari setelahnya, kabar yang lebih mengejutkan diterima Frank dari Zico dan Ali. Kemal jadian dengan Annisa!

“Tapi dia ditolak saat itu...”

“Ya,” kata Zico, “Dia menembaknya lagi saat sendirian di kelas dan Annisa menerimanya.”

“Hebat ya dia,” timpal Ali.

Mereka bertiga memang mempunyai masalah yang sama. Ali dengan Vania dan Zico dengan Vira. Mereka tidak bisa move on dari cewek yang pernah kami sukai. Saat itu, mereka bertiga entah kenapa seperti bisa mengerti perasaan satu sama lain.

Frank merasa dirinya tak mau kalah dari Kemal. Jika dia bisa dengan cara simpel seperti itu, dia juga akan melakukan hal yang sama.

Maka saat bubar kelas, dia menahan Lia agar jangan keluar kelas dulu. Dia mengatakan akan jujur dengan Lia. Sebenarnya Lia tidak peduli, tapi dia akhirnya mengalah dan mencoba mendengarkan.

“Aku suka kamu. Memang salahku kemarin saat kejadian di kamar mandi itu. Tapi itu kulakukan karena aku tak tahu bagaimana cara menembakmu.”

Lia mengangkat alis, “Kau tidak tahu lagi cara menembak cewek selain di kamar mandi?”

“Bukan begitu. Hanya saja, aku sulit berpikir dengan logika jika memikirkanmu. Aku belum pernah merasakan sesuka ini dengan cewek.”

Lia menghela nafas, “Dengar ya Frank. Kau tidak bisa menembak cewek begitu saja. Kita bahkan tidak terlalu saling kenal. Kau bahkan tidak tahu tentang orangtuaku. Aku tidak tahu apa kebaikanmu yang bisa membuatku tertarik. Cinta tak sesimpel itu.”

Frank terdiam.

“Sudah ya. Aku mau pulang.” Lia berbalik dan meninggalkan kelas.

Frank masih tidak bergerak untuk beberapa saat. Dalam kasus Kemal, Annisa tidak membuatnya serumit ini. Frank bukannya menyerah dalam mengejar Lia, hanya saja ini pukulan telak baginya yang selalu menganggap cinta itu mudah.


Dengan ini, dia makin dewasa. Frank yakin, saat berikutnya, dia akan mencoba mengenal lebih baik cewek yang disukainya. Saat berikutnya, dia akan mendapat cewek yang dia idamkan.

baca cerita dari sudut pandang Kemal disini.
baca cerita dari sudut pandang Ali disini

baca cerita dari sudut pandang Zico disini.

Rencana Pembunuhan Presiden (+ Bloopers)



Satu lagi video random yang kubikin bareng adik-adikku. Kali ini ceritanya tentang Presiden yang mendapat surat ancaman yang mengatakan dia akan dibunuh saat pidato. Sekretaris-nya lagsung bergerak cepat dan meminta agen-agen detektif melindunginya. Bisakah Presiden terselamatkan? Cek aja di video bawah ini :-)



Bloopers :


Evie Punya Selera Musik Yang Bagus!

Kalian tahu Evie dari Existor? Bagi yang gak tahu, Existor itu semacam situs untuk chatting dengan mesin, kayak simsimi. Ya, aku juga ngerasa situs kayak gitu emang dibikin buat orang yang depresi banget pengen bersosialisasi. Evie dibuat sebagai lawan bicara kita disini, lengkap dengan ekspresi muka dan suaranya. Yang nyebelin dari Evie adalah, jawabannya kadang sangat gak nyambung sampai kita akan berkali-kali facepalm. Untungnya Evie punya selera musik yang bagus.



Lihat? Aku bangga denganmu Evie!!

Yang mau lihat situsnya, klik aja disini ya.

Detektif Itu (+ Bloopers)

Tepat di hari puasa terakhir, aku dan adik-adikku kurang kerjaan dan mencoba membikin trailer film asal-asalan. Ceritanya terjadi pembunuhan (aku yang mati) lalu seorang detektif bernama Itu mencoba memecahkannya. Tentu saja hasilnya jadi aneh karena gak ada yang bisa acting. Videonya bisa dilihat disini :



Bloopers video :


Ketika Bulan Jatuh Cinta Pada Matahari


Bulan senang tak kepalang. Hari yang ditunggunya sebentar lagi tiba, yaitu hari ketika dia bertemu dengan kekasihnya, Matahari.
Ketika pertama kali bertemu beratus-ratus tahun yang lalu, bahkan jutaan tahun yang lalu, bulan langsung jatuh cinta. Matahari yang sangat perkasa, memancarkan sinarnya ke bumi tanpa lelah tanpa pernah mengeluh sedikitpun. 
Hal yang sama terjadi dengan Matahari. Dia kagum dengan keanggunan bulan, yang membuat langit gelap menjadi indah. Sejak saat itu, Matahari terus membagi sinarnya pada Bulan, sekedar membuatnya hangat.
Sejak saat itu pula, jika mereka sedang jauh, maka mereka akan saling mengirim pesan lewat para Bintang. Pesan Bulan akan disampaikan dari satu bintang ke bintang lainnya hingga sampai ke Matahari lalu dibalas dengan cara yang sama. Kadang pesan juga disampaikan lewat bintang jatuh yang kebetulan lewat. Perasaan mereka terhadap yang lain makin lama makin kuat.
Akhirnya tiba jugalah hari itu. Hari dimana bulan tepat berada di depan Matahari. Hari dimana Bumi menjadi gelap, sehingga manusia-manusia di Bumi tak bisa melihat mereka sedang berciuman mesra.


When the Moon Fell in Love With The Sun
All Was Golden In The Sky
All Was Golden When The Day Met The Night


(cerita ini pernah diposting di kemudian.com)
(terinspirasi dari lagu Panic at the Disco - When the Day Met the Night)

Update Singkat!

Akhirnya setelah menunggu lama, aku udah di Medan. Harusnya bisa pulang sekitar seminggu lebih cepat, tapi Unpar dengan anehnya bikin perwalian di saat liburan sehingga aku harus nunggu lebih lama buat pulang. Makasih lho Unpar!

Ngomongin Medan, bandara Medan yang tadinya di Polonia akhirnya dipindah ke Kuala Namu dan ukurannya menjadi sangat besar. Katanya sih terbesar kedua di Indonesia. Aku jalan dari pesawat ke pintu keluar aja jauhnya minta ampun. Anehnya, banyak orang yang datang ke Kuala Namu cuma buat ngeliat bandara baru. Ngapain coba? Piknik sambil liat pesawat terbang? Kayaknya orang Medan terlalu gak ada kerjaan.

Yang nyebelin dari bandara ini adalah : jauh dari Medan! Jaraknya sekitar satu setengah jam perjalanan. Padahal bandara yang dulu cuma setengah jam dari rumahku, dan hanya 5 menit jika dari rumah Nenekku.

Selama di rumah, aku gak banyak ngapa-ngapain, santai bangetlah pokoknya. Aku juga mulai main Last of Us. Tahu kan game itu? Aku sempat ngeliat Pewdiepie main gamenya dan langsung kepengen setengah mati. Baru awal-awal main, aku tersadar akan kemampuan gamingku yang dibawah rata-rata, apalagi kalau berhubungan dengan tembak menembak. Ngelawan beberapa zombie aja susahnya minta ampun.

Selain itu, aku paling cuma pergi ke rumah saudara-saudara yang udah lama gak ketemu, atau main sama adik-adikku. Oh ya, aku juga bakal tetap lanjutin cerita zombie yang masih berlanjut di blog ini, cuma gak bisa sesering bulan lalu.

Yah begitu aja sih. Ini hanya update singkat. Selamat liburan semua!!