Kemal si Blogger Iseng

show them all you're not the ordinary type

Bezita Akan Selalu Menyayangi.......Goku?

Tau kan siapa Bezita? Ya, alien dari planet Saiya yang jadi rival terberat Goku di anime Dragon Ball. Tapi apakah mereka benar rival?

Aku menemukan bukti baru kalau ternyata mereka bukan rival. Bezita ternyata selama ini dia memendam rasa cinta terhadap Goku! Bahkan dia menyatakannya dengan sangat semangat, sampai jadi super saiya.

Gak percaya? tonton video ini deh



Teletubbies Mau Membunuhku!!




Aku terbangun dengan perasaan tidak nyaman. Tiga detik kemudian aku baru sadar kalau kasurku sudah menghilang dan kini aku terbaring di padang rumput.

Kepalaku masih harus memproses apa yang sedang terjadi, jadi aku berdiri untuk melihat-lihat keadaan. Padang rumput ini dihiasi banyak bukit-bukit kecil. Di kejauhan aku melihat kincir angin yang cukup tinggi. Sejauh ini aku belum tahu dimana aku sekarang. Aku tak pernah melihat tempat ini dimanapun sebelumnya.

Lalu entah darimana, terdengar suara tawa anak bayi. Aku bergegas mencarinya. Jika ada anak bayi, pasti ada ibunya juga. Mungkin aku bisa bertanya dimana aku dan kenapa aku bisa sampai disini.
Tapi kucari kemanapun, aku tak bisa menemukan anak bayi tersebut. Aku sudah mendaki bukit yang paling tinggi untuk melihat-lihat sekitar, tapi tetap saja hasilnya nihil.

Panas semakin terik. Aku melihat ke atas untuk memastikan posisi matahari. Saat itulah aku terkejut.
Matahari itu berwajah bayi, dan sesekali bayi tersebut tertawa. Itulah suara yang kudengar. Aku semakin bingung tempat apa ini. Yang jelas ini bukan bumi, aku tak pernah tahu matahari mempunya muka imut selama ini.

“Haloooo, ada orang disini???” teriakku dalam putus asa.

Lalu terdengarlah suara itu, “Inilah dunia Teletubbies, Inilah dunia Teletubbies.”

Aku kaget, tapi langsung menuju ke sumber suara. Tapi hasilnya mengecewakan, suara itu keluar dari semacam pipa yang keluar dari bawah tanah. Apa mereka tinggal di bawah tanah?


“Halooo,” kataku pada pipa itu, “Apa kalian bisa mendengarku? Aku tersesat diatas.”
Aku mendengar suara seseorang di kejauhan. Kudaki bukit terdekat agar bisa melihatnya. Akhirnya terlihat seseorang selain aku di dunia aneh ini. Aku bergegas mendekatinya.

Tunggu. Dia bukan manusia. Ada bentuk segitiga di atas kepalanya, mukanya putih pucat, dan badanya ditutupi warna ungu. Makhluk apa itu?

Tiga makhluk yang mirip sepertinya mulai muncul mengikutinya. Warna mereka berbeda-beda, ada yang hijau, kuning dan satu lagi bewarna merah. Sejauh yang kulihat, mereka hanya berjoget-joget disana.

Aku sedang berpikir mendekati mereka ketika salah seorang manusia menghampiri mereka duluan. Yes, akhirnya ada manusia. Dan lebih bagusnya lagi, manusia itu adalah Roni, tetanggaku. Dia mencoba berbicara pada makhluk-makhluk tak jelas itu.

“Halo” katanya.

“Ah-Oh” jawab makhluk-makhluk tersebut. Kurasa Ah-Oh adalah salam mereka karena mereka terlihat melambai pada Roni.

“Begini, aku tersesat, bisakah kalian....”

“Berpelukaaannnn....” penjelasan Roni dipotong, dan mereka berempat mulai memeluknya. Lama mereka melakukannya sampai akhirnya mereka membubarkan diri.

Tunggu, Roni tidak bergerak. Dia terjatuh ke tanah sementara para makluk tersebut meninggalkannya. Mukanya pucat putih dan matanya terbuka ketakutan. Dalam sekejap, ketakutan menyebar di tubuhku. Apa yang terjadi barusan? Apa Roni....mati?

Ketika mereka sudah tak terlihat, aku mendekati Roni. Badannya dingin dan tak bernafas lagi. Perutku langsung mual melihatnya.

“Ah-Oh”

Aku tersentak melihat si makhluk bewarna merah melihatku dari atas bukit. Dia sedang menaiki skuter.
Badanku tak bisa bergerak sementara dia mulai turun dari bukit.

“Ka...kalian ini apa?” akhirnya aku mampu mengeluarkan suara.

“Kami adalah Teletubbies” jawabnya dengan suara riang. Ternyata kalau dilihat dari dekat, ada semacam tv di perutnya, membuatnya semakin aneh.

“Berpeluuukaaann..”

Ketika dia mengatakan itu, tv diperutnya menamppakkan tubuhku yang kaku seperti Roni. Dengan secepat mungkin aku melarikan diri dari situ.

Aku berlari ke arah yang salah. Teletubbies kuning menungguku di depan sambil membawa bola besar. Dia melemparkan bolanya ke arahku. Aku terjatuh terkena hantamannya.

“Berpeluuukaan...”

Teleubbies kuning itu mendekat....sambil membawa pisau. Kini aku tahu mereka memang mencoba membunuhku.

Aku langsung bangun dan lari sejauh mungkin. Dua teletubbies di belakangku hanya menatapku dengan tatapan kosong mereka.

Aku berlari dan terus berlari. Aku tak peduli lagi dimana ini. Secara tak sengaja, aku menemuka rumah yang dibangun dibawah bukit. Putus asa mencari perlindungan, aku masukke rumah itu untuk bersembunyi.

Itu pilihan yang sangat keliru. Ketika masuk, aku langsung melihat si Teletubbies ungu sedang makan di meja. Untungnya dia tidak melihatku. Aku bersembunyi di balik lemari.

“Hmmm...” kata si Teletubbies, “Kue yang dibuat dari manusia memang enak.”

Jantungku seakan mau copot. Mereka tak hanya mau membunuhku, tapi juga mau memakanku. Dengan perlahan aku mencoba keluar dari rumah. Saat itulah, Teletubbies hijau masuk dan melihatku.

“Ah-Oh”

Teletubbies ungu melihat ke arah kami. Dengan mulut masih penuh kue, dia beranjak dari meja makan. Dari dapur, dia mengambil sebuah pisau besar. Teletubbies hijau juga melepas topinya, dan seperti sulap, mengeluarkan pisau yang sama besarnya.

“Berpelukaaannn”

Aku tamat. Mereka mengepungku, dan tak ada jalan untuk lari.

“Saatnya Tubby berpisah, saatnya Tubby berpisah.”

Suara itu pasti dari pipa yang pertama kutemukan. Seperti terhipnotis, mereka beralih dariku dan menuju ke tempat tidur. Dua Teletubbies sisanya juga masuk dan mengikuti mereka ke tempat tidur. Tiba-tiba suana berubah dari ketegangan akan dibunuh menjadi lega mendengar mereka mendengkur.

Seharusnya aku lari, tapi karena terlalu lega, aku jatuh pingsan.

Ketika aku membuka mata lagi, aku berada di tempat tidur. Semua itu hanya mimpi buruk, syukurlah. Badanku penuh keringat. Mungkin aku tak bisa tidur untuk beberapa hari ke depan.

Aku membuka jendela dan sinar matahari masuk memenuhi kamar. Mataharinya normal, tanpa muka bayi. Aku tersenyum sendiri mengingatnya.

Perhatianku kemudian teralih ke keramaian di luar. Sepertinya tetanggaku sedang panik. Kulihat ada ambulans juga datang.

Aku mengerutkan dahi, lalu menutup jendela. Itu pasti tak ada hubungannya dengan mimpiku, kataku berulang kali dalam pikiran.

Saat itulah aku sadar ada yang berdiri di sudut kamarku. Karena gelap aku kurang bisa melihatnya, tapi kurasa itu ibuku, karena dia memakai tas wanita.

“Ibu, kenapa tetangga kita?”

Tak ada jawaban.

“Ibu?”

Bulu kudukku merinding saat aku sadari dia ditutupi warna ungu, dan sedang memegang pisau.

“Ah-Oh.”

Apa Yang Harus Anda Hindari Saat Insomnia



Insomnia itu emang sangat sangat sangat nyebelin. Kenapa kita malah gak bisa tidur padahal besok ada urusan penting, pagi pula. Nah, aku tahu kamu akan melakukan apapun saat insomnia untuk membuat dirimu minimal bisa tidur lagi, atau paling gak hilangin kebosanan sampai mata berat. Inilah hal-hal yang sebaiknya jangan dilakukan saat insomnia :

1. Nonton film hantu



Ini sama aja bunuh diri. Anda bukannya bisa tidur, tapi malah bakal kebayang-bayang kuntilanak dengan ketawa menawannya sampai adzan subuh. Yang lebih disarankan adalah nonton acara-acara yang berhubungan dengan politik. Sepuluh menit nonton langsung molor deh.

2. Main Game Kesukaan



Kenapa? Karena sekali main, dirimu akan main terus, eh tau-tau udah pagi aja entar. Padahal hari ini kamu ada rencana sunatin anak orang, kan bahaya kalau ngantuk-ngantuk gitu. Salah-salah bisa berubah jenis kelamin tuh anak.

3. Maling



Jangan berpikir karena gelap dan semua orang sedang tidur, kamu bisa maling kapan aja. Ingat maling itu butuh keahlian khusus. Gak semua orang bisa jadi maling. Kamu minimal harus bisa bergerak cepat tanpa menimbulkan bunyi, mirip-mirip ninja lah. Lagian banyak satpam komplek yang masih bangun, resikonya tinggi boi.

4. Nembak gebetan kamu.



Kamu gak ada kerjaan, terus liat-liat hapemu. Terus kamu ngeliat nomor gebetan di hape. Ide pun muncul, gimana kalau aku nembak dia sekarang? SALAH! Jangan pernah berpikir seperti itu. Kamu bisa dianggap gak jantan, atau malah aneh sama gebetan kamu entar. Kasian kan si doi, pagi-pagi baru bangun, ngeliat hape, baca sms dari kamu, terus bilang, "Aku masih mimpi buruk ya?"

5. Gangguin orang tidur



Jangan banget deh. Biar aja kamu sendiri yang menderita, gak usah bawa-bawa teman kamu yang lagi tertidur dengan polosnya. Jadilah insomnier yang baik dan berbudi pekerti ya (insomnier = penderita insomnia, ngasal)

Apa Maksud Video Ini??

Aku sedang menikmati hidupku seperti biasa ketika tiba-tiba suatu video di youtube menarik minatku. Mari kita berhenti sejenak dari kehidupan sehari-hari dan bersama-sama merenungi apa maksud dari video satu ini.



What the f**k??

Beri komentar kalian tentang apa pula yang terjadi di video gak jelas tersebut.

Jika Hidupku Adalah Film India



Aku tak percaya hari ini akan kencan.

Semuanya bermula dari ketika aku tak sengaja bertemu wanita itu di pasar ikan. Aku sedang memilih-milih ikan mana yang mau kumasak entar malam ketika tiba-tiba dia menabrakku dan menjatuhkan semua barang belanjaannya. Aku terpaksa membantunya, lalu tangan kami bertemu saat hendak sama-sama mengambil ikan yang jatuh.

Aku melihatnya, dia melihatku. Aku tersadar ternyata mukanya manis sekali, dan matanya indah. Tiba-tiba entah darimana terdengar lagu India mengalun.

"Siapa sih yang putar lagu keras-keras?" kataku merasa terganggu. Hal yang selanjutnya terjadi lebih mengherankan lagi. Si cewek joget-joget dengan semangatnya.

"Aaahhh, aku jatuuuuuhhh ciiintaaaaa" dia bernyanyi dengan logat india sempurna. Aku hanya bisa terpana. Lalu keadaan semakin kacau lagi, tukang-tukang ikan itu berjoget dengan gaya yang sama persis. Mereka bahkan bertindak sebagai backing vokal. Apa mereka sudah melatih ini? Apakah aku masuk acara reality show?

Setelah 5 menit joget, suasana kembali normal, tukang ikan kembali ke tempatnya masing-masing. Aku masih bingung apa yang terjadi barusan. Wanita itu mendekatiku dan mengatakan namanya, "Hai, aku Kapoor."

"Kapur? Kenapa namamu kapur? Apa ibumu guru?"

"Bukan Kapur, tapi Kapoor!! Ah itu tidak penting, siapa namamu tampan?"

Aku kaget batin dibilang tampan, tapi kupaksa tetap cool, "Namaku Kemal."

"Jadi Kemal, aku kosong malam ini."

"Oke," aku awalnya bingung, tapi lalu tersadar, "Ooh, kau mau aku mengajakmu kencan? Oke, kau mau kencan denganku malan ini?"

Jujur aja, aku hanya asal ngomong, makanya aku kaget waktu dia mengangguk malu-malu.

Lalu kita kembali ke masa kini. Aku sedang berganti baju untuk kencan. Kita akan bertemu di taman.

Aku memutuskan datang 5 menit lebih cepat agar dia tak perlu menunggu. Ake memang seorang gentleman.

Dia datang tepat waktu. Aku tak menyangka, akhirnya aku kencan. Kapoor menggunakan baju merah dengan selendang yang aku tak mengerti untuk apa, tapi yang penting dia terlihat cantik.

"Kita mau kemana?" tanyanya.

"Belum tahu sih, sekarang kita jalan-jalan aja dulu di taman."

"Oke."

Kami berjalan dalam diam. Aku megutuki diriku yang tidak pandai dalam mencari obrolan pertama. Ketika aku baru mau bertanya siapa namanya, dia tiba-tiba berhenti dengan muka kaget.

"Eh, kenapa?" kukira aku kentut dan secara tak sengaja merusak otaknya, tapi kulihat ia kaget dengan apa yang dilihatnya bukan yang diciumnya.

"Itu....mantanku..."

Aku melihatnya, pria tinggi hitam dengan rambut keriting dan badan kekar. Jambangnya dibiarkan panjang dan kumisnya dipotong rapi.

"Kapoor," katanya dengan suara dalam, "Kenapa kau tidak kembali padakuuuu?"

"Tidak Sharukh, aku sudah menemukan penggantimu."

Orang yang disebut Sharukh menjetikkan jarinya. Dari semak-semak muncul beberapa orang yang sama kekarnnya. Mampus, apa aku bakal dikeroyok.

Tapi perkiraanku salah. Cowok-cowok itu malah joget bareng!!

"Ooooh Kapoor, akuuu masih mencintaimuuuuu," dia bernyanyi sambil goyang-goyang kepala. Itu belum paling parah, tiba-tiba dia membuka kancing baju atasnya, menampakkan bulu dada yang sangat lebat, lalu kembali berjoget.

"Apa yang terjadi??? Dia kenapa?" Aku bermaksud bertanya pada Kapoor, tapi dia kabur duluan. Kukoreksi, awalnya kusangka dia kabur, tapi ternyata dia berlari ke arah tiang lampu dan ikut berjoget.

"Aakkkuuuu taaak bisa kembaaali padamu, ooh Shaaarrukkh..."

Segerombolan ibu-ibu entah darimana datang dan ikut berjoget dengan Kapoor. Aku kehilangan kata-kata.

Setelah lima menit balas-balasan bernyanyi, semuanya diam. Aku bersyukur itu selesai, tapi seperti biasa, aku salah.

Sharukh mengeluarkan pistol dari kantongnya. Aku terkejut dan mengangkat tangan, "Hei hei, tenang!"

"Jika aku tak bisa mendapatkanmu, tak akan ada yang boleh!"

Dia mengarahkan pistolnya ke Kapoor. Terdengar bunyi pistol.

"Tidaaaakkkk!!!!" teriakku.

Tapi Kapoor tak apa-apa. Justru Sharukh yang terlihat kaget. Dia memegang dadanya yang penuh bulu itu. Darah mengaliri tangannya, dan dia jatuh ke tanah.

"Inspektur Vijay!!" kata Kapoor.

Seorang inspektur berkumis lebat muncul dari balik semak. "Apa semuanya aman?"

Aku tak tau dia polisi dari pos mana, tapi aku lega tak terjadi apa-apa dengan Kapoor. Aku mendekatinya untuk memastikan dia baik-baik saja.

"Kau tidak apa-apa?"

"....."

"Kapoor, kau tidak apa-apa?"

"SHARUKH!!"

Kapoor berlari ke arah Sharukh sambil menangis meraung-raung. Lalu dia bersimpuh di mayat Sharukh. "Sharukh! Sharukh!"

Ternyata Kapoor masih mencintainya, aku merasa dikhianati. Seperti belum ringan penderitaanku, Kapoor mulai bernyanyi dengan logat indianya.

"Ooohh Sharuuuuukh, maaaafkaaan akuuuuu....."

Hal yang terjadi selanjutnya sangat ajaib, Sharukh yang baru saja mati tertembak di dada, perlahan menggerakkan badannya. Dia hidup lagi!!

"Kapoor...."

"Oh Sharukh," Kapoor memeluknya, "Ohhh Sharukh!"

Lalu semua orang keluar dari semak. Pria-pria kekar, ibu-ibu dan para remaja berjoget-joget merayakan bersatunya cinta mereka. Mereka pergi sambil berjoget, meninggalkanku sendirian. Inspektur Vijay menepuk-nepuk bahuku, "Sabar ya nak."

Aku melihatnya, "Tembak saja aku."