Kemal si Blogger Iseng

show them all you're not the ordinary type

Ususku Terlalu Pendek!!



Pernahkah kau merasa saat bepergian atau tidak di waktu yang tepat tiba-tiba saja perutmu sakit dan kau harus pergi ke kamar mandi saat itu juga? Aku pernah mengalaminya. Bahkan, itu terjadi terlalu sering.

Sumpah, perasaan panik saat menahan sakit perut itu benar-benar perasaan yang paling menyakitkan. Keringat bercucuran, sementara otot-otot perut berusaha sekuat tenaga untuk menahan agar pantat tidak terbuka. Pikiran langsung hanya memikirkan satu hal : dimana nih toilet?

Sewaktu SMA, aku pernah mengalami kejadian ini. Lagi enak-enaknya belajar (baca : setengah tidur), aku tersadar akan kenyataan kalau perutku sakit. Awalnya kucuekin aja, paling entar reda sendiri. Ternyata, sakit perut kali ini tidak mau mengalah dan makin parah.

Kulihat jam, masih lama sampai keluar, tapi aku sangat butuh ke kamar mandi sekarang. Untunglah dewa toilet menjawab doaku, dengan cara diluar dugaan. Semua orang di kelas keluar secara mendadak. Aku tidak tahu kenapa, tapi dengan cepat (sambil tetep masang muka cool tentunya) aku lari ke kamar mandi. Rasanya sangat melegakan. Setelah aku membereskan masalah duniawi itu, aku bertanya pada temanku kenapa semua pada keluar. Ternyata oh ternyata, ada gempa bumi! Lihat, ini bukti saat sakit perut kita tidak akan tahu keadaan sekitar.

Dengan usus sependek ini, aku sangat kesulitan jika pergi jauh. Aku tinggal di Medan, dan Nenekku tinggal di Aceh. Perjalanan Medan-Aceh itu bisa mencapai 10 jam, dan jika kau sampai pernah sakit perut disaat seperti itu, perjalanan itu bisa menjadi highway to hell. Entah kenapa waktu sakit perut banget kayak gitu, SPBU rasanya jarang banget ketemu. Ini yang membuatku meragukan pemerintah yang tidak memikirkan kepentingan orang-orang sepertiku.

Sakit perut saat ujian juga bisa sangat menjadi masalah. Pernah suatu kali, saat sedang ujian akhir, aku tiba-tiba sakit perut. Hilanglah sudah semua yang kupelajari di malam sebelumnya. Yang kupikirkan hanya satu, gimana caranya harus cepat selesain nih ujian terus kabur ke kamar mandi. Nilai jelek? Tak ada waktu untuk memikirkan itu.

Singkat cerita, aku menyelesaikan ujian secepat yang aku bisa lalu pergi ke kamar mandi. Kamar mandi terdekat hanya punya satu bilik toilet dan coba tebak, ada orangnya. Aku tak sempat pergi ke kamar mandi lain karena udah mepet banget. Dengan putus asa, kegedor kamar mandi sambil bilang, "Mas, gantian dong!!" Orang yang didalam kayaknya kaget. Untungnya dia seperti sadar ada orang yang lebih membutuhkan dan segera menyelesaikan masalah pribadinya.

Pernah juga aku pergi ke kampus hari Minggu karena pengen internetan gratis (ya tahu, aku emang orangnya gak mau rugi banget). Seperti biasa, aku sakit perut. Saat itulah aku dihadapi kenyataan, kamar mandi kampus saat hari Minggu semuanya hampir dikunci. Hanya ada satu yang dibuka, tapi kamar mandi cowoknya lagi rusak. Aduuuh, aku pun nekat masuk kamar mandi cewek dan sepanjang buang air aku berharap gak ada cewek yang masuk. Itu pengalaman satu-satunya aku masuk kamar mandi cewek, dan semoga yang terakhir.

Masih banyak lagi pengalamanku yang melibatkan sakit perut yang kadang bisa sampai aku berpikir, "Kalau aku selamat sampai di toilet, aku bakal lebih banyak berbuat sesuatu untuk masa depan dunia agar lebih baik" saking depresinya. Kalau udah gitu, rasanya ngeliat toilet kayak ngeliat surga.

Untuk kalian yang mempunyai masalah sama denganku, tenang saja, kalian tidak sendiri. Kita akan saling membantu. Udah dulu ah, aku sakit perut nih.

Hal-Hal Yang Bisa Dilakukan Saat Menunggu Berbuka

Kamu lapar, terus ngeliat jam, ternyata masih berjam-jam lagi sampai berbuka, sering gak sih ngerasa gitu? Tapi tenang, aku menemukan banyak cara agar kita bisa menghabiskan waktu menunggu buka puasa.

1. Tidur



Ada yang bilang tidur saat puasa itu ibadah, tapi menurutku gak juga, tidur ya tidur. Kalau kamu mimpi jadi mafia dan membunuh banyak orang dalam tidur kan gak bisa dibilang tidur. Tapi harus diakui kalau tidur itu cara yang paling enak buat ngabisin waktu. Asal jangan tidur kayak orang mati aja, tau-tau waktu bangun kamu udah lebaran aja.

2. Membaca Buku



Jangan baca 50 Shades of Grey! Aku tahu apa yang kalian pikirkan, buku itu bukan yang kumaksud, dan kuharap kamu tidak akan membacanya bahkan ketika puasa selesai. Buku yang kumaksud itu buku-buku kayak novel atau komik, lebih kusaranin novel karena kalau menarik bisa kita benar-benar lupa waktu. Oh ya, jangan baca buku masak! Pokoknya jangan!

3. Main Musik



Main gitar sama teman-teman kamu mungkin bisa bikin kamu lupa waktu. Eh gak bisa main gitar? Kalau begitu belajarlah main gitar, itu juga bisa menghabiskan waktu. Eh gak punya gitar? Kalau begitu beli aja, cari toko musik dan cari gitar yang sesuai selera kamu juga bisa menghabiskan waktu. Eh gak punya duit? Tunggu lebaran aja kan, nanti dapat THR. Eh udah gak puasa lagi dong?

4. Ngerampok Bank



Ngerampok Bank itu bukan kejahatan yang bisa dilakukan dengan cepat dan memerlukan waktu yang lama dari mulai perrencaaan sampai melakukannya. Ini bisa menyita waktu kamu dan mungkin ketika kamu sedang memikirkan rencana bagaimana cara menyingkirkan satpamnya, eh udah adzan aja :D

5. Nonton Epic Meal Time

Ini lebih tantangan sih. Tau siapa Epic Meal Time? Mereka adalah youtubers yang mem-post video-video tentang masak dan makan gila-gilaan. Cuma liat bentar aja bisa dijamin langsung kelaparan setengah mati. Jika masih berani, nih kukasih contoh videonya di youtube :



6. Baca Petualangan di Zombie Apocalypse



Apa itu 'Petualangan di Zombie Apocalypse'? Itu hanya cerbung keren tentang aku dan teman-temanku di saat zombie benar-benar menyerang yang ku-post di blog ini (ya, ini iklan). Klik aja disini untuk mulai membaca, gak nyesel kok :D Atau mungkin nyesel dikit, tapi nyesel juga ngabisin waktu kan.

PikaSquad Short 2 : Aku Adalah Kamu

Aku dan Ali membuat film sketsa (sangat) pendek lagi. Direkam dalam 10 menit dan diedit dalam 10 menit. Ini memang sangat iseng. Enjoy :)


Too Weird To Live, Too Rare To Die


Ya ampun, aku sangat senang sekarang. Band kesukaanku, Panic! At The Disco akhirnya akan meliris album keempat mereka : Too Weird To Live, Too Rare To Die.

Bagi yang udah sering dengar Panic! At The Disco, pasti tahu deh kalau band ini unik banget dan hampir setiap albumnya mempunyai genre sendiri. Album pertama 'Fever You Cannot Sweat Out' memiliki genre Pop Punk, album berikutnya 'Pretty. Odd.' langsung berubah 180 derajat menjadi genre British Rock. Album ketiga mereka 'Vices & Virtues' seperti menjembatani dua genre tersebut dan memakai genre Alternative Rock. Nah, album keempat ini, sepertinya mereka berubah menjadi Rock n' Roll.

Lagu pertama mereka, 'Miss Jackson' sudah bisa diliat di youtube. Kukasih videonya nih :



Yang jelas, aku senang akhirnya mereka bisa mulai bekarya lagi sejak album ketiga yang keluar dua tahun yang lalu. Hidup Panic! At The Disco, horreeeeee!! :-D :-D

Kejutan Menyenangkan Saat Ramadhan!!

Tanggal 1-5 Juli kemaren, sebuah website self-publish bernama nulisbuku.com menyelenggarakan proyek menulis dengan tema "Kejutan Sebelum Ramadhan". Aku dengan kerennya pun ikut, dan coba tebak, cerpenku termasuk dalam 200 besar yang akan dibukukan! :-D

Emang sih 'cuma' 200 besar, tapi kalau melihat ada 800 cerpen yang masuk dan rata-rata penulis jago semua yang ikut, ini adalah kejutan bagiku. Walaupun gak juara, melihat cerpen yang kubuat dalam satu jam setelah berpikir seharian bisa diterbitkan bersama karya-karya keren penulis lain membuatku cukup bangga sebagai penulis iseng.

Btw, cerpenku masuk ke dalam Buku 3 dengan judul cerpen 'Pembuktian Para Hantu' (ya, ini cerita komedi). Kover bukunya kayak gini nih :


Buku ini hanya bisa dipesan online dan harganya 40 ribu. Yang mau pesan buku yang ada cerpenku di dalamnya bisa pesan lewat email ke admin@nulisbuku.com dengan subyek "BELI BUKU KEJUTAN SEBELUM RAMADHAN". Isi emailnya adalah :

Nama :

Alamat :

No. HP :

Judul Buku : Kejutan Sebelum Ramadhan, Buku #3 kategori perseorangan. (harus buku 3 kalau mau yang ada cerpenku)

Jumlah :

kirim, lalu tunggu balasan dari admin nulisbuku untuk mengetahui jumlah pembayaran dan nomor rekening. Gampang kan? :-)

Buku #3 juga berisi cerpen-cerpen ciamik dari orang-orang ini :

Aku Sudah Ikhlas Sani Hasan Nursyahid | @samzMelodicaz
Al-Ikhlas RT 12 Aryudananta Adhi Shasena | @aryudananta
Beautiful Tragic Love Affair Novi Fairuz Zuhria | @noviajahwae
Bukan Ramadhan Biasa Luisa Aristy Lesmana | @LuizaCha
Dear Juli Azwar Munanjar | @amunanjar
Dermaga Sira Agustina Ayu Saputri|  @gustihasta
Hisashiburi Chika Riki | @chikariki9
Ikhlas Kikis Ego Grant Gloria Kesuma | @GlowingGrant
Ini Anugerah, Nak Liski Husdila | @LiskiHS
Nastar Buatan Bapak Ratna Rara | @_raraa
Pembuktian Para Hantu Kemal Mahmud | @kemal_noed
Permata Yang Hilang Anggi Hafiz Al Hakam | @anggihafiz
Pertama Yang Terindah Ridho Alkautsar | @MRidho18
Pulang Orin | @rindrianie
Pura-Pura Menjadi Tuhan Maudina Tri Hartasya | @dinahartasya
Potret Terakhir Mawar Hijati | @mwrhjt
Rezeki Ramadhan MiuMiu Algorythmz | @MiuAlgorythmz
Rindu Tertawan Budi Handoko | @Dokobudi
Selendang Ramadhan Uci Dafa Yuvi | @dafminsun
Suratku, yang ke-18 Wilda Romadona | @Wilda_Romadhona
Surga Rumah Sejatimu Adithya Fahmi Rifanka | @adithya_fahmi
Tambah Satu Riska Ramanda Saputri| @ramandariska
Telinga Ruth Hana C. Manurung| @ruthanamanurung
Yang Kembali Lovie Lenny Gunansyah | @Loviepristiani

Oh ya, kalau kalian mau beli buku Kejutan Sebelum Ramadhan yang lain, tinggal ganti di Judul Buku dengan nomor buku yang diinginkan, kalau gak salah total ada 18 buku dan masing-masing berisi cerpen berbeda, tapi aku bisa jamin keren-keren kok. List lengkapnya bisa diliat disini.

Satu lagi, bukuku yang pertama juga diterbitkan di nulisbuku.com berjudul 'Dodolnya Anak Aksel'. Kalau kalian mau beli bisa cek infonya disini.

Sekali lagi, terima kasih nulisbuku.com! Ini adalah kejutan menyenangkan saat Ramadhan!

Jika Aku Adalah Little Red Riding Hood



Aku sedang bersantai nonton acara favoritku, Walking Dead, di kamar ketika tiba-tiba ibuku masuk dan membuatku hampir tersedak kentang goreng yang sedang kumakan.

“Kemal, nenek sakit!!”

Aku menepuk-nepuk dada, memaksa kentang itu lewat dari tenggorokan.

“Kemal, masa gak ada respon gitu sih?”

Akhirnya aku bisa memaksa menelan makananku. “Jangan kagetin gitu dong Bu,” kataku dengan sedikit terengah-engah.

“Nih, kamu bawain ke tempat nenek,” katanya sambil mengeluarkan keranjang kayu entah darimana.

“Hah? Apaan tuh?”

“Makanan dan sedikit obat.”

“Ibu kan bisa kirim aja. Kenapa aku yang harus kesana?” Aku kembali menyaksikan TV. Ibuku mendengus dan mematikan TV dengan paksa.

“Hei!” protesku.

“Kamu ini, kalau ibu kirim makanannya bisa hancur. Dan kapan sampai ke tempat Nenek tidak jelas. Mendingan kamu yang pergi sana!”

“Tapi Bu....”

“Pergi atau uang jajanmu Ibu kurangi.”

Ugh, ini dia nih kelemahan terbesarku. Aku sedang menabung untuk membeli novel yang sangat kuinginkan, dan Ibu sangat tahu tentang itu. Jadi setiap keinginan dia tidak terpenuhi, Ibuku akan mengancam mengurangi uang jajanku.

“Oke, oke!!” kataku pasrah.

Aku mengambil keranjang dari tangannya dan beranjak ke pintu keluar. Baru beranjak satu langkah dari pintu, aku melihat cuaca sedang mendung.

“Bu, sepertinya mau hujan.”

“Mana?” Ibu lalu keluar dan memperhatikan cuaca, “Wah iya, nih kamu pakai tudung merah ini aja.”

“Apa?? Ibu, aku kan cowok!!”

“Daripada kamu kehujanan,” katanya sambil memakaikan paksa tudung itu ke kepalaku.

“Ya ampun, apa kita tidak bisa nunggu bentar aja sampai cerah.”

“Jangan! Nanti kalau nenekmu kenapa-kenapa gimana?”

“Tapi aku gak mungkin jalan keluar pakai tudung merah gini!”

“Uang jajan.....”

Aku kehabisan kata-kata melawan Ibuku. Dengan kesal, aku pun pergi juga.

Benar saja, di jalan orang-orang melihat heran ke arahku. Bahkan jika ada yang mengenalku, mereka dengan kejam akan menertawaiku. Aku mencoba melepasnya, tapi Ibuku sepetinya mengikatnya dengan sangat keras ke kepalaku. Akhirnya aku pasrah saja dengan nasib.

Untunglah jalanan tidak terlalu ramai, jadi aku tak perlu bertemu banyak orang. Tiba-tiba aku mendengar suara seseorang di belakangku,”Hei..”

Aku menengok kebelakang, “He.....AAHHHH!!!”

Itu bukan seseorang, tapi seekor serigala!

Kakiku bergetar karena ketakutan. Serigala itu tersenyum senang. Tunggu, tadi serigala itu berbicara?

“Hehehe, tak perlu takut begitu. Aku mencium bau harum dari keranjangmu,” katanya dengan suara serak.

“Ambil aja! Ambil aja nih, asal jangan makan aku!!”

“Memangnya kamu mau bawa itu kemana?”

“Ke...ke tempat Nenekku.”

Serigala itu berpikir sebentar. “Dimana alamat rumah nenekmu?”

Aku kaget dengan pertanyaan itu, “Ngg, Komplek Janda Indah Blok B22.”

Serigala itu tersenyum, lalu berkata, “Lebih baik kamu ambil belokan ke kanan setelah ini. Itu jalan tercepat kesana.”

“Mmmh tidak, itu akan memutar jauh.”

“Percaya saja padaku.”

“Aku tahu kok jalan ke rumah Nenekku, terima kas..”

“PERCAYA SAJA PADAKU!”

“O, oke,” gagapku, mencoba menahan kencing di celana.

Serigala itu lalu pergi, dia tidak memakanku! Aku langsung berlari ke jalan yang disarankan di serigala, walaupun aku tahu jalan ini akan memutar, tapi aku tak mau bertemu lagi dengan serigala itu.

Di perjalanan, aku melewati toko alat rumah tangga. Aku memutuskan untuk membeli sebuah senjata yang bisa kupakai jika serigala itu datang lagi. Kubelilah pisau dapur yang cukup besar. Uangku hampir habis untuk membelinya dan aku agak menyesalinya, tapi sekarang adalah saatnya untuk waspada.

Kulihat langit sudah mulai gelap. Karena takut kehujanan, aku memanggil ojek yang sedang duduk-duduk dekat situ. Dia awalnya kaget melihat cowok pakai tudung merah sambil membawa keranjang di tangan kiri dan pisau di tangan kanan. Aku berhasil meyakinkan kalau aku perlu ke rumah nenekku dan bukannya mau merampok seseorang.

Karena naik ojek, aku bisa lebih cepat sampai ke rumah nenek.

“Nek!” panggilku dari luar sambil mengetuk-ngetuk pintu. Tak ada jawaban. Kucoba membuka pintunya dan secara mengejutkan tidak dikunci.

Tidak ada siapapun di luar, jadi aku mengira nenek sedang tidur di kamar. Aku membuka kamarnya dengan  pelan dan mengintip. Pemandangan yang terlihat sungguh diluar dugaan.

Seekor serigala dengan memakai baju nenek sedang berbaring di tempat tidur nenek. Aku langsung menutup pintu itu. Itu kan serigala yang tadi? Mana nenek? Apa jangan-jangan dia sudah dimakan?

Aku mengambil pisauku dan memegang erat. Aku harus bertindak, ini tidak bisa dibiarkan. Serigala sialan ini sudah memakan nenekku, dan dia kira dengan memakai baju nenek seperti itu dia bisa mengelabuiku? Akan kubunuh serigala itu.

Dengan sangat pelan aku membuka pintu dan masuk. Serigala itu sepertinya belum sadar aku sudah ada di rumah ini. Sambil merayap aku mendekati tempat tidur. Inilah saatnya.

Aku melompat dan langsung menusuk serigala itu. Dia hanya sempat meraung kaget sebelum pisau menusuk kepalanya. Aku menusuknya berkali-kali untuk memastikan dia mati.

Tanganku berlumuran darah dan aku sangat lelah, tapi secara bersamaan juga sangat lega. Serigala itu sudah mati. Aku lalu duduk di tempat tidur untuk berisitirahat.

“Lho Kemal?”

Nenekku masuk ke kamar, membuatku bingung setengah mati. “Nenek! Nenek masih hidup?”

“Ya lah, dan ngapain.....kenapa si Kitty?”

“Kitty?”

“Serigala peliharaan nenek? Kenapa dia berdarah gitu?”

“Nenek pelihara serigala?”

Nenek mendekati tempat tidur. “Kamu membunuhnya?”

“Ya, tapi karena aku kira nenek sudah dimakan!”

Nenekku terdiam sebentar sebelum berkata, “Ya sudahlah, memang susah pelihara serigala, dia sering disangka jahat.”

“Tunggu tunggu,” kataku masih bingung, “kenapa dia pakai baju Nenek?”

“Aku yang memakaikannya, kukira itu lucu.”

“Lucu darimananya? Dan Nenek juga mengajarinya bicara?”

“Bicara? Apa maksudmu?”

Saat itulah pintu terbuka dan serigala yang tadi menemuiku di jalan masuk ke kamar. Dia kaget melihat aku sudah ada di kamar.

“Kenapa kamu bisa sampai duluan?”

Aku, masih kaget, menjawab, “Aku...aku naik ojek kesini.”

“Aaah sial rencanaku gagal! Kalau gitu kumakan aja kalian langsu..AAGGHH!!”

Serigala itu terkapar, mati. Nenek menembaknya dengan shotgun secara mendadak. Aku terpana, tidak tahu lagi apa yang terjadi.

“Nenek punya shotgun?”

“Ya, jaman sekarang tinggal sendiri tidak aman.”

Suasana hening.

“Kenapa kamu pakai pakaian wanita begitu?” tanya Nenek.

“Ibu yang memakaikanku. Bukannya Nenek sedang sakit?”

“Oh, Nenek ternyata cuma harus buang air. Sekarang Nenek sudah tidak apa-apa.”

Hening lagi.

“Gimana kalau kita nonton Walking Dead?” saran Nenek.

“Oke.”

Dan kami semua hidup bahagia selama-lamanya.


Terima Kasih!! (Perayaan 1000 Komentar di Kemudian.com)

Aku ingin mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya ke situs kemudian. Hari ini, total komentar yang masuk ke semua ceritaku akhinya mencapai 1000 komentar!! Wow, untuk penulis iseng seperti aku, itu adalah jumlah yang sangat banyak :D


Udah gak kerasa juga post pertamaku di kemudian itu ternyata tiga tahun yang lalu, dan sekarang ceritaku disana sudah mencapai 102 cerita.

Sekali lagi aku harus berterimakasih pada penulis-penulis jago di kemudian yang banyak memberikan saran dan membuatku berkembang dalam penulisan. Bukannya aku bilang tulisanku udah bagus, tapi jelas tulisanku sekarang udah lebih baik dari dulu.

Yang mau lihat cerita-ceritaku di kemudian, klik aja disini.

Semoga aku masih bisa banyak nulis, dan semoga dunia tulis menulis bisa menjadi pekerjaanku suatu saat :D

Terima kasih kemudian.com