Kemal si Blogger Iseng

show them all you're not the ordinary type

Ketika Bulan Jatuh Cinta Pada Matahari


Bulan senang tak kepalang. Hari yang ditunggunya sebentar lagi tiba, yaitu hari ketika dia bertemu dengan kekasihnya, Matahari.
Ketika pertama kali bertemu beratus-ratus tahun yang lalu, bahkan jutaan tahun yang lalu, bulan langsung jatuh cinta. Matahari yang sangat perkasa, memancarkan sinarnya ke bumi tanpa lelah tanpa pernah mengeluh sedikitpun. 
Hal yang sama terjadi dengan Matahari. Dia kagum dengan keanggunan bulan, yang membuat langit gelap menjadi indah. Sejak saat itu, Matahari terus membagi sinarnya pada Bulan, sekedar membuatnya hangat.
Sejak saat itu pula, jika mereka sedang jauh, maka mereka akan saling mengirim pesan lewat para Bintang. Pesan Bulan akan disampaikan dari satu bintang ke bintang lainnya hingga sampai ke Matahari lalu dibalas dengan cara yang sama. Kadang pesan juga disampaikan lewat bintang jatuh yang kebetulan lewat. Perasaan mereka terhadap yang lain makin lama makin kuat.
Akhirnya tiba jugalah hari itu. Hari dimana bulan tepat berada di depan Matahari. Hari dimana Bumi menjadi gelap, sehingga manusia-manusia di Bumi tak bisa melihat mereka sedang berciuman mesra.


When the Moon Fell in Love With The Sun
All Was Golden In The Sky
All Was Golden When The Day Met The Night


(cerita ini pernah diposting di kemudian.com)
(terinspirasi dari lagu Panic at the Disco - When the Day Met the Night)

0 komentar:

Posting Komentar