Kemal si Blogger Iseng

show them all you're not the ordinary type

Kerupuk Eating World Championship


Empat tahun sekali, PBB selalu mengadakan kejuaraan yang ditunggu oleh banyak orang. Kejuaraan ini mengandalkan kecepatan, kejelian dan nafsu berlebih para pesertanya. Kejuaraan ini tak lain dan tak bukan adalah Kerupuk Eating World Championship (Kejuaraan Dunia Makan Kerupuk).
Tahun 2012 ini, kejuaraan itu kembali diadakan. Walau banyak yang mendaftar menjadi peserta, perhatian dunia tertuju pada 4 orang yang dianggap sangat jago dalam makan-memakan kerupuk dan menjadi saingan berat di kejuaraan sebelumnya.
Mereka adalah :
1.      Kishimoto (Jepang)
Orang Jepang memang terkenal suka makan yang mentah-mentah, karena itu biasanya Kishimoto menambahkan daging ikan mentah di atas kerupuknya sehingga kerupuk itu menyerupai sushi. Jika sudah makan, matanya akan sangat sipit sehingga dia tak akan memperdulikan lawan-lawannya karena emang gak kelihatan dan makan dengan sangat cepat. 
2.      Diaz (Argentina)
Diaz terkenal sebagai Messi-nya makan kerupuk. Kalau sudah makan, kerupuk akan sangat lengket di mulutnya dan sulit dipisahkan atau direbut oleh orang lain. Lalu dengan cepat dia menghabiskan kerupuknya sedikit demi sedikit.
3.      Jaquet (Prancis)
Dia adalah mantan model yang beralih ke tukang makan kerupuk professional karena depresi foto berbikininya dipasang di kover depan majalah satwa. Bermodal badan yang tinggi, dia selalu makan dengan anggun tapi selalu habis dengan kecepatan di luar akal manusia.
4.      Joko (Indonesia)
Indonesia selalu terkenal sebagai penghasil tukang makan kerupuk berkualitas. Joko bisa dibilang adalah wakil terbaik yang dimiliki Indonesia. Berlatar belakang pengemis, dia secara mengejutkan menjuarai kejuaraan nasional makan kerupuk karena sebelumnya belum makan 3 hari. Mengagumkan!

Sesuai dugaan semua pihak, 4 orang itu tak terbendung hingga final. Ini membuat dunia makin bergairah. Adidas mengumumkan kerupuk yang akan dipakai di final bernama Kerupuk Pro 12, dengan bahan yang mudah dicerna dan membentuk bulat sempurna. Jika digigit akan menimbulkan kriuk kriuk yang menggema dengan indah.
Para pengamat kerupuk pun makin bersemangat memprediksi siapa yang akan juara. Beberapa memprediksi Joko akan keluar sebagai pemenang, tapi kerupuk itu bulat, di arena apapun bisa terjadi.
Akhirnya final pun digelar. Arena dipenuhi penonton. Banyak kafe yang menggelar nonton bareng. Jalanan mendadak sepi.
Pembawa acara masuk memakai jas rapi dan berjalan ke tengah arena.
“THIS IS THE FINAL!!!”
Sorak sorai bergemuruh di arena.
“Dengan berat 120 kg, memakai baju putih, dari Jepang, Kiishiiimotoooo!!!!”
Kishimoto masuk dengan gaya sumo. Lagu tradisional Jepang menggema di arena. Dia memegang pedang samurai dan kerupuk. Kerupuk tersebut dilemparkan ke atas lalu dibelah dua dengan pedang tersebut. Dengan mulut, dia menangkap satu persatu belahan kerupuk dan memakannya. Para pendukung yang mengibar-ngibarkan bendera Jepang bersorak keras.
“Sekarang, dengan berat 65 kg, memakai baju timnas sepakbola Argentina, kita sambut Diiiaaazzzz!!”
Musik tango mengiringi kemunculannya. Diaz men-juggling kerupuk dengan santainya ke tengah arena sebelum kerupuk itu ditendang tinggi ke langit dan ditangkap dengan mulut. Suporter Argentina gantian bersorak.
“Lalu, satu-satunya wanita di final ini, mengenakan baju mode Gucci, Jaaaaaaquet!!!”
Para pendukung yang kebanyakan pria bergemuruh. Jaquet masuk dengan anggun, perlahan layaknya di catwalk. Lagu penggiringnya adalah lagu nasional Prancis. Sampai di tengah arena, Jaquet melepas bajunya dan hanya menyisakan bikini. Pendukung makin panas melihat aksi Jaquet, selain AC nya memang mati dari tadi.
“Dan terakhir, dengan berat 60 kg, memakai baju compang camping, Joookoooo!!!”
Arena lebih bergemuruh lagi. Joko masuk ke arena sambil mengangkat tangan, menjawab sorakan penggemarnya. Lagu hits asal Indonesia, Alamat Palsu, menjadi musik penggiringnya. Maka terdengarlah “Kemaanaaa kemanaa kemanaaa” yang ikut dinyanyikan ribuan penggemar Joko.
Komentator pertandingan tak kalah panas, “Bung Ricky, bagaimana menurut anda final yang akan diadakan sebentar lagi ini?”
“Menurut saya, pertandingan akan berjalan sengit. Pada akhirnya, siapapun yang menang, semua peserta saya anggap sebagai pemenang.”
Wasit pertandingan masuk ke arena. Para peserta mengelilinginya.
“Ingat peraturan. Tak boleh memakai tangan, apalagi kaki. Tak boleh dimuntahkan lagi.” Para peserta mengangguk-angguk, lalu menuju posisi masing-masing. Kerupuk diturunkan dengan tali sampai ke batas kepala masing-masing. Penonton terdiam. Suasana tegang.
“Priiittt!!!”
Peluit dibunyikan tanda pertandingan mulai. Para peserta dengan cepat mencoba memasukkan kerupuk ke mulut. Gigitan pertama adalah yang paling sulit. Komentator mulai mengoceh
“Ohhh Diaz hampir memasukkan kerupuk ke mulutnya, tapi sedikit terpleset. Kini Jaquet mencoba dengan pelan tapi pasti, dan…OHH!!”
Penonton bergemuruh saat Kishimoto berhasil meletakkan kerupuk di antara giginya.
“Kishimoto secara mengejutkan mendapatkannya pertama kali!!! Dan ini dia gigitan pertama..”
Tapi Joko bertindak cepat, dia meniup kuping Kishimoto dan si Jepang langsung kegelian. Kerupuknya terlepas.
“Digagalkan saudara-saudara!! Joko menggagalkan gigitan pertama Kishimoto! Sungguh teknik tingkat tinggi.”
Setelah agak lama menggigit-gigit udara, Jaquet berhasil menggigit kerupuk pertama kali. Pendukungnya bersorak-sorak. “Jaquet!! Wanita ini yang mendapatkannya pertama kali!!”
Masing-masing peserta kini telah berhasil menggigit kerupuknya masing-masing. Disini pertandingannya makin seru. Tiap peserta terus berusaha menggagalkan peserta lainnya.
“Ini dia drible Diaz yang tak tertandingi!!”
Diaz dengan cepat memasukkan sedikit demi sedikit kerupuknya. Mulutnya sangat lengket. Tapi Kishimoto punya teknik sendiri. Dengan menghentakkan kakinya, arena bergetar, dan kerupuk terlepas dari mulut Diaz.
“Oooh!! Drible Diaz digagalkan Kishimoto!! Ini pertama kalinya dalam turnamen Diaz terlepas saat melakukan drible kerupuk.”
Diaz tak tinggal diam. Dia mencolek badan Jaquet. Wanita Prancis itu kegelian dan melepaskan kerupuknya yang tinggal setengah. Jaquet mengangkat tangan ke wasit minta diberi pelanggaran, tapi wasit menghiraukannya dan melanjutkan pertandingan.
Pertandingan makin panas, selain AC yang mati tadi, kerupuk masing-masing peserta sudah hampir habis. Kini mereka tinggal mengeluarkan jurus andalan masing-masing.
“Ini dia, sushi andalan Kishimoto dikeluarkan!!”
Kishimoto menaruh sushi di atas kerupuknya. Kecepatan makannya bertambah dua kali lipat. Pendukung Jepang berteriak, “Sushi! Sushi!”
Jaquet mengeluarkan jurus elegan tapi cepatnya. Diaz mulai mendribel lagi. Masing-masing hampir menyelesaikan kerupuknya. Penonton makin bersemangat.
Diluar dugaan, Joko yang diam-diam saja dari tadi ternyata yang sepertinya akan menghabiskan kerupuknya duluan.
“Joko hampir menang! Joko hampir menang!” Komentator berteriak.
Kishimoto tak membiarkannya begitu saja. Dengan jurus hentakan kakinya, dia menggetarkan arena sekali lagi. Tapi Joko hidup di daerah rawan gempa, getaran seperti ini tak ada artinya baginya.
Jaquet ikut mengganggu Joko. Dia melemparkan sepatu hak tingginya ke mata Joko. Dengan gaya matriks, Joko tetap menggigit kerupuknya sambil menghindari sepatu itu. Jaquet terpana. Tinggal satu gigitan lagi.
“Tak akan kubiarkan!!”
Itu Diaz. Dia melepas kerupuknya dan melancarkan sliding tackle ke arah Joko.
Seperti slow motion, Joko melompat menghindari tackle tersebut dan menggigit habis kerupuknya. Penonton terdiam saking terpananya. Joko mengakhiri dengan salto sebelum mendarat sempurna di tanah.
Hening.
“Priiittt!!!” Peluit berbunyi tanda pertandingan selesai. Penonton bergemuruh.
“DAN JOKO PEMENANGNYA!!! SUNGGUH LUAR BIASA TEKNIK YANG DITAMPILKAN JOKO DI SAAT AKHIR!!”
Sorakan ‘Joko Joko’ menggema di seluruh arena. Indonesia melonjak-lonjak gembira. Masyarakat larut dalam kebahagiaan. Para petani jadi makmur. Para gadis tak jadi aborsi.
“And the Winner, From Indonesia, JOOKOOO!!”
Joko berdiri gagah di podium mengenakan kalung keripik emas. Lagu Indonesia Raya membahana. Joko menitikkan air mata saking terharunya. Indonesia kembali berjaya di Kerupuk Eating World Championship.
“Baiklah saudara-saudara,” kata si komentator, “Berakhir sudah kejuaraan dunia tahun ini. Sampai jumpa lagi empat tahun kemudian.”

1 komentar:

hahaha..
klo bgtu, jgn lupa undang atlit yg lain tuk lomba pas acara 17-an.

 

Posting Komentar