Kemal si Blogger Iseng

show them all you're not the ordinary type

Top 10 Pemakan Buah Setan

Oke, jika selama ini aku selalu membuat top 10 Pokemon, kali ini aku membuat daftar dari salah satu komik favoritku, One Piece. Tentu saja ini berarti tidak memasukkan dua karakter One Piece yang paling kusukai, Sanji dan Zorro. Aku juga tidak memasukkan Mihawk, yang belum jelas apakah memakai buah iblis atau tidak walau banyak yang mengatakan gosip kalau dia memakainya. Aku membuat daftar ini dengan mempertimbangkan kekuatan dan sifat karakternya. Tentu saja ini pendapat pribadi dan bisa saja kau tidak setuju. Jadi inilah daftarnya :

10. Boa Hancock

Satu-satunya Shicibukai wanita. Dia memimpin bajak laut Kuja ditemani dua adiknya. Kemampuan buah iblis yang dimakannya adalah mengubah orang lain menjadi batu. Tapi tak semudah itu, karena kemampuan ini memiliki syarat. Hancock harus membuat lawannya menyukai dirinnya dulu, atau minimal memiliki pikiran kotor. Ini biasanya tidak terlalu sulit karena Hancock dianggap sebagai wanita tercantik di dunia One Piece. Tentu saja ini tidak berpengaruh pada Luffy yang terlalu polos. Itu membuat Hancock sangat mencintai Luffy.

Sifat Hancock sangatlah egois dan menganggap dirinya sendiri paling cantik. Dia tidak mempedulikan orang lain dan kadang menganggap rendah mereka. Masa lalunya sebagai budak membuat dia sulit mempercayai laki-laki. Walaupun begitu, dia menaruh hormat pada beberapa orang, seperti Rayleigh dan Mihawk. Dia juga sedikit lunak kepada Law dan Jinbei yang membantu Luffy dalam perang. Sifat tidak terlalu bagus, tapi punya kemampuan yang sangat hebat (dia juga memiliki haki), maka Hancocok cocok untuk mengawali list ini.

9. Kaku

Kaku adalah karakter unik di One Piece. Walaupun sebenarnya dia berperan sebagai orang jahat, banyak fans One Piece yang menyukainya. Mungkin ini dikarenakan sifatnya yang sangat ramah saat sedang menyamar, dan langsung berubah cool saat membuka penyamaran. Dia juga karakter terkuat di CP9 setelah Rob Lucci. Oh ya, Kaku punya hidung yang mirip dengan Usopp.

Kekuatan buah iblis Kaku baru didapatnya ketika sudah menangkap Robin, yang membuatnya tambah lebih kuat. Walaupun begitu, kekuatan untuk berubah menjadi jerapah sering mendapat ejekan, terutama dari rivalnya, Jabura. Zorro juga sering menganggapnya main-main karena perubahannya yang konyol saat mereka bertarung.

8. Trafalgar Law

Law makin lama menjadi karakter penting di One Piece. Awalnya dia hanyalah kapten bajak laut Heart yang bertarung bersama-sama Kid dan Luffy dalam insiden di rumah lelang. Lalu tiba-tiba saja dia muncul dalam perang untuk menyelamatkan Luffy, yang dianggapnya sebagai rival di masa depan.

Setelah dua tahun, kini Law memegang peranan penting sebagai Shichibukai dengan nilai buruan 440 juta berry. Walaupun begitu, dia memiliki sifat untuk melakukan apapun agar mencapai tujuannya, yaitu memiliki One Piece. Karena itu dia bergabung dengan bajak laut Topi Jerami. Kemampuannya untuk membedah apapun yang berada dalam areanya membuatnya dijuluki sebagai 'Dokter Bedah Kematian'. Masa lalunya masih belum jelas sampai saat ini.

7. Nico Robin

Robin adalah arkeolog dari kelompok Topi Jerami. Dia jugalah yang terpintar di antara teman-temannya mengingat masa lalunya yang penuh pelarian. Robin memiliki sifat kalem. Dia sangat jarang terlibat keramaian kelompok Topi Jerami yang terkenal sangat ramai.

Kekuatan buah iblisnya adalah mampu menumbuhkan bagian tubuhnya ke segala tempat. Mungkin sekilas, kekuatannya tidak seberapa dibanding kemampuan karakter lain. Hanya saja karena dia pintar, Robin mampu menggunakannya secara maksimal. Seperti saat dia menggunakan tangan-tangan kecil untuk membuat sayap besar yang bisa membantunya terbang selama 5 detik. Di new world, Robin diperlihatkan bisa membuat klon dari badannya sendiri.

6. Marco

Aku tidak terlalu banyak menggemari pengguna buah iblis tipe zoan, tapi kemampuan Marco sangatlah keren, berubah menjadi phoenix. Api biru dari Phoenix menyembuhkan lukanya sambil bertarung. Belum lagi Marco memiliki Haki untuk melawan para angkatan laut berpangkat tinggi. Karena itulah dia menjadi komandan pertama dalam bajak laut Shirohige.

Marco sendiri memiliki sifat tenang dan tak mudah terpancing. Dia sangat melindungi teman bajak lautnya, seperti yang ditunjukkan ketika hendak menyelamatkan Ace. Dia juga tampak sangat menyayangi Shirohige. Marco menangis ketika Shirohige dan Ace akhirnya tewas dalam perang, lalu bertanggung jawab untuk mengubur mereka berdua.

5. Aokiji

Aku menyukai karakter Aokiji yang benar-benar mengejar keadilan dengan baik, bukannya dengan cara kasar seperti Akainu. Dia pernah membantu Nico Robin kabur dari Ohara karena merasa angkatan laut melakukan kesalahan saat itu. Sifat inilah yang membuatnya sempat bertarung gila-gilaan selama 10 hari dengan Akainu untuk memperbutkan posisi teratas di angkatan laut, karena dia merasa Akainu akan membawa angkatan laut menjadi diktator mengerikan. Setelah kalah, dia mengundurkan diri dari angkatan laut.

Kekuatan es-nya sangatlah mengerikan. Dia mampu membekukan lawannya dengan cepat, seperti yang dia tunjukkan ketika melawan Diamond Jozu. Hanya lengah sedikit, maka Jozu pun kalah. Dia juga pernah mengalahkan Luffy dalam duel satu lawan satu di Long Ring Island. Banyak rumor yang mengatakan bahwa dia akan bergabung dengan Luffy suatu saat.

4. Shirohige

Shirohige diklaim sebagai manusia terkuat di dunia sebelum kematiannya di perang. Kemampuannya membuat gempa benar-benar telah memporak-pandakan angkatan laut. Bahkan Akainu, yang dianggap terkuat di antara semua Admiral, tidak mampu mengalahkannya sendirian. Shirohige pernah diperlihatkan bertarung secara seimbang dengan Yonko lainnya, Shanks.. Dia juga adalah rival dari Gol D. Roger, sang raja bajak laut.

Secara sifat, Shirohige sangat menomor satukan keluarga. Dia menganggap semua anak buahnya adalah anaknya sendiri. Saat Ace ditangkap, Shirohige tak ragu-ragu untuk pergi menyelamatkannya walaupun tahu kemungkinan itu adalah jebakan. Sifatnya yang lain adalah dia terlihat periang dan tidak terlalu banyak peduli pada hal-hal kecil. Saat Ace mengatakan kalau dia sebenarnya adalah anak dari Gol D. Roger, Shirohige hanya tertawa dan tetap memperbolehkannya tinggal di kapal. Karena itulah dia juga sangat dihormati oleh para anak buahnya.

3. Monkey D. Luffy

Sebagai karakter utama, Luffy mempunyai kemampuan unik, yaitu menjadi manusia karet. Kemampuan ini terbukti sangat membantunya dalam pertarungan karena dia jadi hanya bisa disakiti lewat benda tajam atau sesuatu yang menggunakan haki. Kemampuan manusia karetnya ini juga sangat menentukan ketika melawan Enel yang menggunakan kekuatan petir, membuatnya menjadi satu-satunya orang yang kebal terhadap kekuatan Enel. Dia kini juga menguasai haki dengan sempurna.

Luffy memiliki sifat periang dan tidak takut pada apapun. Dia juga sangat percaya kepada teman-temannya, terutama Zorro dan Sanji yang sama-sama memiliki kekuatan hebat. Walaupun begitu, Luffy bisa dibilang bodoh. Dia seringkali menimbulkan masalah tidak perlu. Sifat ini juga yang membuatnya sering terlibat dengan masalah besar seperti menantang Yonko dan pemerintah dunia tanpa berpikir panjang. Sebagai bajak laut, Luffy sangat peduli pada orang lain dan akan membantu jika dia bisa membantu.

2. Magellan

Magellan adalah ketua Impel Down, penjara tempat para bajak laut terkenal dikurung. Dari segi kemampuan, dia memiliki kemampuan buah iblis yang menurutku paling mengerikan, buah racun. Jika bertarung, tubuhnya bisa diselimuti racun dan dia akan mengeluarkan racun dengan berbagai jenis. Ada yang berupa lendir, tapi dia juga bisa membuat yang berupa gas. Bahkan Magellan bisa mengeluarkan racun yang menyebar lewat sentuhan. Racunnya dikatakan sangat sulit disembuhkan. Luffy sendiri tak akan selamat jika tak ada Iva yang menyelamatkannya.

Magellan memiliki sifat yang sangat bertanggung jawab. Dia bangga akan keamanan Impel Down yang tidak pernah dibobol selama 20 tahun sejak lolosnya Shiki dari sana. Saat Luffy berhasil masuk, dia terlihat tetap tenang dan menyusun strategi dengan baik. Luffy hanya bisa lolos karena banyaknya hal yang terjadi diluar dugaan, seperti bergabungnya Iva dan Jinbei dalam pelarian. Saat Luffy berhasil kabur, Magellan mengundurkan diri dari jabatan ketua dan sekarang bertugas sebagai wakil ketua. Walaupun begitu, dia masih dianggap sebagai yang terkuat di Impel Down.

1. Portgas D. Ace

Ace adalah karakter favoritku. Kemampuannya sebagai manusia api sangatlah hebat. Dia memang berhasil tertangkap oleh Kurohige, tapi Ace memberikan perlawanan dengan sengit. Ace tidak pernah tergantung pada kekuatan buah iblisnya. Dia sudah sangat kuat bahkan sebelum mendapat kekuatan itu. Karena itulah Ace mengerti betul dasar-dasar pertarungan dan bukannya menggunakan kekuatan apinya begitu saja. Kemampuannya membuat Ace diserahkan posisi Komandan kedua di bajak laut Shirohige.

Ace sangat peduli pada Luffy, walaupun dia bukan adik kandungnya. Dia pernah mengajak Luffy untuk bergabung dengan Shirohige (tentu saja ditolak), tapi dia tenang karena merasa adiknya sudah mendapat banyak teman yang baik. Kematian Ace menjadi titik balik munculnya jaman bajak laut yang baru. Sebelum meninggal, dia berterima kasih pada semua temannya yang mau pergi untuk menyelamatkan dia dan selama ini telah mau menerima dia walaupun dia adalah anak dari raja bajak laut. Ace meninggal dalam keadaan tersenyum.

Petualangan di Zombie Apocalypse : The Book

Setelah lama mengerjakan ini, buku keduaku akhirnya terbit di nulisbuku. Buku ini berjudul 'Petualangan di Zombie Apcalypse'. Cerita ini awalnya kutulis secara rutin di blog. Kovernya bisa dilihat di bawah ini, karya dari mbak Zula yang keren.


Ceritanya tentang apa sih? Yah, yang pasti sih tentang zombie. Jadi disini karakter utama, yang mana adalah aku sendiri (ya, aku emang males bikin karakter fiksi), bersama temannya Ali mencari tempat perlindungan dari para zombie. Virus zombie tersebut menyebar dengan cepat karena penyebarannya adalah melalui lagu yang banyak orang mendengarnya.

Setelah itu mereka berdua bertemu banyak teman. Medina dan Frank yang kakak beradik, Rere dan Niko yang dokter, sampai Zico yang merupakan satpam kampus. Bersama-sama mereka menghadapi banyak masalah hanya untuk hidup normal kembali tanpa rasa takut akan dimakan mayat hidup.

Jadi apa yang membuat novel ini berbeda dengan cerita zombie lain? Aku membuat ceritanya dengan memasukkan banyak unsur komedi. Jadi jangan berharap akan menemukan kisah-kisah menyedihkan seperti yang ada di film-film zombie umumnya.

Bahkan bukan hanya komedi, semua unsur yang membuat novel ini keren ada. Action, ada. Thriller, ada. Cinta? Ada, mungkin. Dan banyak lagi.

Buku ini harganya 50 ribu. Emang kayaknya kemahalan, tapi percayalah, aku gak bisa bikin lebih murah lagi. Cara pesannya bisa dalam tiga cara :

Cara 1 :
1. Bikin akun di nulisbuku.com
2. Klik link disini. Lalu klik add chart.
3. Isi info yang diperlukan dan selesai!!

Cara 2 :
1. Kirim e-mail ke admin@nulisbuku.com dengan subjek 'pesan buku'.
2. isi emailnya adalah 'Petualangan di Zombie Apocalypse', jumlah buku yang diinginkan, dan identitas diri.

Cara 3 :
1. Kirim e-mail ke kemal_barca93@yahoo.com dengan subjek 'pesan buku'.
2. isi emailnya adalah 'Petualangan di Zombie Apocalypse', jumlah buku yang diinginkan, dan identitas diri.

Pokoknya gak bakal nyesel deh pesan buku ini karena ceritanya sangat seru!

Farandi Mengunjungi Kami (Petualangan di Zombie Apocalypse 2 Part 13)


baca part sebelumnya disini.

Dan tidur yang paling nyaman itu terganggu dengan cepat.

Indra membangunkanku dengan menggoyang-goyangkan badanku, “Hoi bangun.”

Sepertinya nyawaku masih setengah entah dimana. Untuk sesaat aku bahkan bingung dimana diriku. Suara hujan masih terdengar di luar.

“Kenapa?”

“Sepertinya aku mendengar suara mobil.”

Kata-katanya butuh satu detik untuk masuk ke otakku, tapi setelah itu aku sadar sepenuhnya karena tegang. “Maksudmu para bandit?”

“Ssstt diam. Mulai sekarang bicara dengan lebih pelan. Siapa para bandit yang kau bilang ini?”

Aku menceritakan tentang kejadian saat Tori diculik. Untunglah Zico pergi entah kemana, kalau tidak dia bisa menghajarku lagi.

“Jadi ada geng bandit lain di kota ini yang menghabisi geng bandit yang menculik kalian?”

“Ya begitulah,” kataku. “Kami tak pernah melihat para bandit ini, tapi sepertinya mereka lebih pintar daripada yang menculik kami. Oh, dan lebih kejam juga.”

Indra mengagguk, “Baru kali ini aku melihat orang yang menggunakan zombie sebagai senjata. Memang kejam, tapi pintar.”

“Kurasa tak ada perlunya memuji musuh. Apa yang harus kita lakukan sekarang? Jika itu memang mereka, maka kemungkinan mereka sekarang sedang menyiapkan pasukan zombie untuk membunuh kita.”

“Tenang dulu.” Indra mengintip keluar. “Aku tidak melihat apa-apa. Hanya suara mobil, tapi bisa saja mereka hanya lewat. Yang kita bisa lakukan sekarang hanyalah menunggu. Tak bagus jika kita melakukan sesuatu jika tidak tahu rencana mereka. Lagipula, rumah ini bisa menjadi tempat perlindungan yang bagus.”

Aku melihat sekeliling. Rumah ini tidak bisa dibilang tempat perlindungan, tapi masih lebih bagus daripada di luar. “Oke, terserah katamu saja.”

“Untuk berjaga-jaga, sebaiknya kau tidak tidur dulu. Kita perlu beberapa orang untuk mengawasi keadaan.”

“Apa? Aku ngantuk,” keluhku. “Dimana Zico? Biar dia saja yang jaga duluan.”

“Terakhir kulihat dia pergi ke belakang rumah,” katanya sambil menunjuk arah yang dimaksud. “Pergi bilang dia situasi sekarang.”

Aku dengan malas bangun dari sofa. Setelah peregangan sebentar, aku berjalan ke bagian belakang rumah. Di situ terletak dapur dan pintu ke halaman belakang yang sepertinya dulu untuk mencuci. Tidak ada Zico.

Aku mengecek kamar Ali. Aku lupa Rere sedang menjaga Ali di kamar yang sama, dan saat kubuka ternyata Ali sedang mengecup dahi Rere. Mereka langsung terlihat malu saat melihatku.

Komentarku sebagai orang yang jarang terlibat situasi seperti itu sangatlah bagus, “Ngg..ngg...mhh...keren.”

Keren? Aku baru saja melihat adegan mesra dan yang kubilang malah ‘keren’? Kadang aku tidak mengerti dengan diriku sendiri.

“Mal, ketuk dulu dong!” kata Ali dengan muka merah. Rere juga memerah. Tapi aku yang melihatnya justru lebih malu.

“Anu, aku hanya ingin bertanya apa kalian melihat Zico,” tanyaku.

Mereka menggeleng.

“Oke, keren. Lanjutkan apapun yang sedang kalian lakukan tadi. Atau...jangan. Entahlah.”

Aku segera keluar dari kamar itu karena tidak tahan dengan suasana canggung di sana. Bisa-bisanya mereka mesra di saat seperti ini. Oh ya, aku lupa menjelaskan situasi sekarang. Tapi sudahlah, aku bisa menjelaskan nanti. Malas ke kamar mereka lagi.

Aku menuju kamar Medina, dan belajar dari pengalaman, aku mengetuk pintu (bukan karena kau merasa Medina sedang mencium Clara atau apa, tapi ini kan kamar cewek dan aku harus menghargai privasi).

“Kenapa?” Intan yang membuka pintu. Aku menceritakan apa yang didengar Indra. Dia terlihat cemas.

“Oke, aku akan berjaga-jaga dari sini. Kebetulan kamar ini menghadap ke depan,” katanya.

“Bagus. Ngomong-ngomong, apa kau melihat Zico?”

Dia mengangkat bahu, “Dia tidak masuk ke sini yang pasti.”

Aneh, dimana tuh anak. Aku baru akan pergi lagi ke depan untuk membicarakan hal ini dengan Indra ketika tiba-tiba pintu belakang menjeblak terbuka.

Awalnya kukira musuh, tapi ternyata itu Zico.

“Dari mana kau?” tanyaku sedikit kesal karena dia pergi tanpa memberitahu siapa-siapa.

Zico mengambil bungkus rokok dari kantongnya, “Ambil ini di salah satu warung.”

“Aku tidak tahu kau merokok?”

“Sempat berhenti karena Tori menyuruhku,” katanya. Dia lalu melewatiku begitu saja. Sejak bertemu dengannya, aku sudah takut kami harus membahas soal Tori lagi.

“Dengar ya Zic, aku tak peduli kau masih marah, tapi dengan adanya bandit yang berkeliaran sangat tidak bagus jika kau pergi begitu saja. Mereka bisa menangkapmu.”

“Atau lebih parah,” kata Indra tiba-tiba, masih mengintip jendela. “Mereka bisa mengikutimu kesini.”

Aku dan Zico sama-sama melihat ke luar jendela. Benar saja, ada beberapa mobil van berhenti di dekat rumah kami.

Aku melihat ke Zico, “Lihat apa yang kau lakukan?”

“Aku tak melihat apa-apa tadi,” katanya mengelak.

“Apapun itu, ini berbahaya. Pergi bangunkan yang lain. Aku dan Zico akan berjaga-jaga di sini.” Indra menyiapkan senjatanya.

Kuberi Zico pandangan kesal terakhir lalu pergi dari sana. Intan sudah keluar kamar duluan sebelum aku menggedor pintunya.

“Apa ini yang seperti kupikirkan?” tanyanya.

“Ya. Bangunkan Medina dan Clara. Berkumpul di ruang depan.”

Setelah itu aku pergi ke kamar Ali. Aku bahkan tidak mempertimbangkan untuk mengetuk pintu lagi walaupun sebelumnya tejadi hal canggung seperti itu. Situasi sekarang sangat mendesak.

“Ali, Rere, kumpul di depan! Kita dalam masalah!” kataku membuka pintu. Untunglah mereka hanya sedang ngobrol.

“Ada apa?” tanya Ali kaget.

“Kujelaskan di depan. Ayo. Kau bisa jalan?”

“Sedikit. Tadi aku berlatih sebentar dengan Rere.”

“Bagus, cepatlah kalau begitu.”

Aku kembali ke Zico dan Indra untuk menanyakan situasi. “Bagaimana?”

“Belum ada gerakan apa-apa...” bisik Indra. Medina dan yang lain akhirnya berkumpul bersama kami. Aku dengan suara pelan menjelaskan keadaan yang kita hadapi sekarang.

“Bagaimana jika mereka membawa zombie-zombie lagi untuk mengepung kita?” Medina menanyakan sesuatu yang paling kutakutkan.

Indra yang menjawab. “Kita bisa melewati ini jika kita tenang. Kalian semua kan sudah berpengalaman melawan zombie. Jika mendesak, kita bisa gunakan ini untuk kabur.” Dia mengeluarkan granat.

“Kau yakin itu ide bagus?” Aku pernah melempar granat sekali dan aku tidak suka dengan peledak itu.

“Ya, kita gunakan waktu sesaat dimana mereka kebingungan. Tapi ini rencana darurat. Kalau memang keadaan mendukung, kita bisa saja kabur dari pintu belakang. Yang harus kita lakukan sekarang adalah melawan zombie yang mereka siapkan. Kita susun rencana setelah itu.”

Menyusun rencana sambil bertarung bukanlah gayaku, tapi Indra adalah tentara dan dia lebih berpengalaman daripadaku. Aku berharap banyak padanya. Sekarang aku harus menyiapkan diri melawan manusia-manusia mati sebanyak mungkin.

Tapi satu suara membuatku tersadar kalau kami tak akan melawan manusia mati.

Guk!!

Kami semua saling berpandangan dengan ngeri.

“Apa tadi suara anjing?” tanya Ali.

Medina terlihat pucat. “Apa....masa sih...”

“Anjing zombie,” kataku menyuarakan ketakutannya. “Ya ampun...”

Ekspresi Indra kini berubah. Dia jelas belum pernah berperang dengan anjing sebelumnya. “Jadi karena itu mereka membutuhkan waktu untuk menyerang kita. Mereka membuat pasukan anjing zombie.”

Kami pernah melawan hewan yang berubah menjadi zombie. Hewan itu adalah kucing, dan itu hampir membuat Zico menjadi zombie. Entah bagaimana jika harus menghadapi anjing yang lebih ganas.

“Yah, tapi paling tidak mereka harus mendobrak masuk kesini sebelum bisa memasukkan anjing. Ya kan?” kata Ali.

Sesaat setelah itu, kaca jendela tiba-tiba pecah. Bandit-bandit sialan itu melempar batu besar ke jendela kami sehingga menimbulkan lubang cukup besar yang bisa dimasuki anjing.

“Sialan. Semuanya cepat masuk ke kamar!!” teriak Indra.

Kami tak sempat bergerak terlalu jauh. Seekor anjing dilempar masuk ke dalam rumah kami melalui jendela diikuti dua ekor lainnya. Mereka awalnya tak bergerak, tapi beberapa saat kemudian mereka bangun lagi dengan mata merah. Air liur menetes-netes dari taring mereka.

Anjing-anjing itu melihat kami dan mengejar dengan sangat cepat. Kami tidak berhasil mencapai kamar dan terpaksa pergi berpencar untuk menghindari serangan itu.

Indra berhasil memukul salah satu dari mereka dengan senjata besar yang dipegangnya, tapi dia tak membunuhnya. Sementara itu, aku dan Zico terpaksa kabur ke dapur karena seekor anjing memilih mengejar kami.

Anjing itu melompat ke arahku. Aku melompat ke samping dan dia menabrak dinding dapur. Zico mencoba menyerangnya, tapi reaksi anjing itu sangat cepat. Dia sepertinya merasa kesakitan dan langsung melompat ke Zico.

Zico tak bisa menghindar. Tangannya tergigit dengan telak.

“AAAKHHH!!” teriak Zico. Anjing itu tidak melepaskan gigitannya. Dia justru makin menanamkan giginya ke lengan Zico.

Bagusnya, itu membuatnya tidak bergerak kemana-mana. Aku mengambil pisau dapur yang terletak di dekat situ dan langsung menghujamnya ke kepala si anjing.

Gigitan itu akhirnya terlepas. Zico jatuh ke bawah menahan sakit, darah bercucuran dengan keras.

“Tunggu disini! Aku akan memanggil Rere!” kataku padanya. Aku keluar dapur untuk melihat keadaan.

Satu anjing sudah tergeletak mati, sementara satu lagi sedang mencoba menyerang Medina dan Clara yang kini bersembunyi di dalam lemari.

“Kemal, tolong!!” teriak Medina dari dalam.

Aku mencoba mengalihkan perhatian anjing itu, “Hei!! Anjing sialan, kesini!!”

Berhasil. Atau harus kubilang, sialnya berhasil. Anjing itu kini berbalik mengejarku. Aku memegang erat pisauku dengan takut. Aku tahu aku tak akan bisa menusuk anjing itu dengan tepat jika dia berlari ke arahku dengan kecepatan seperti itu.

Untungnya aku tak perlu menghadapinya secara langsung. Indra keluar dari salah satu kamar dan berhasil menembak anjing itu dengan akurat. Tiga peluru di tubuh cukup membuat hewan itu tak bergerak lagi.

“Bagaimana dengan anjing yang lain?” tanya Indra.

“Sudah mati semua. Dimana Rere? Zico tergigit dan perlu bantuannya!”

Indra terkejut. Dia memanggil Rere dari kamar tempat dia keluar tadi. Ali dan Intan juga ada di sana.
Aku memberitahu kondisi Zico pada Rere. Dia langsung berlari ke dapur untuk coba melakukan apa yang dia bisa.

“Yang lain tidak apa-apa?” tanyaku pada Indra.

“Nyaris, tapi kurasa semua selamat. Mana Clara dan teman cewekmu itu?”

Aku menunjuk ke arah lemari tempat mereka bersembunyi. Sepertinya mereka masih belum berani keluar.

“Mungkin lebih baik mereka disana dulu sampai kita bisa menyusun rencana,” ujar Indra. “Kita berharap saja mereka tidak punya anjing zombie lagi.”

“Mereka punya.”

Aku dan Indra dikagetkan oleh seseorang yang tiba-tiba masuk melalui jendela. Itu Farandi.

Indra langsung mengangkat senjatanya, “Siapa kau? Apa yang kau mau?”

“Tunggu,” kataku menahannya. “Aku kenal dia. Apa kau bersama mereka sekarang?”

“Aku ingin memperingatkan kalian,” katanya tenang. Dia mengeluarkan pistolnya. Itu membuat Indra makin siaga.

“Kalau kau melukaiku, banyak lagi anjing yang akan dilepaskan kesini. Kalian tidak akan selamat.”
Indra kini ragu. “Kutanya sekali lagi, apa yang kau mau?”

“Bosku ingin kalian menyerah dan bergabung dengan kami. Mereka membutuhkan orang untuk menyerang kelompok lain dan kalian sepertinya cocok.”

“Bos? Kau benar-benar bergabung dengan mereka ya?” tanyaku sinis. “Padahal mereka sudah membunuh semua temanmu.”

“Aku tidak punya teman. Dan ya, aku bergabung dengan mereka untuk bertahan hidup. Mereka sudah menguasai kota ini tahu. Di masa seperti ini, hanya beberapa orang yang bisa terus hidup dan kami menawari kalian kesempatan itu.”

“Lalu apa yang akan kalian lakukan jika kami bergabung?” Indra masih siaga dengan pistolnya.

“Kalian harus membantu kami merebut kota lain dari para bandit. Kita perlu sebanyak mungkin apapun yang bisa membantu kita selamat. Kita tak bisa berbagi dengan orang lain,” jawab Farandi.

“Kau mau kami membantu kalian membunuh banyak orang? Tidak, terima kasih,” kata Indra. Farandi terlihat marah karena dilecehkan seperti itu.

Aku tak bisa seyakin Indra. Sekarang kami berada dalam situasi sangat terpojok. Kata-kata menantang seperti yang dia lakukan mungkin tidak terlalu membantu sekarang.

“Kemal, keadaan Zico gawat...” Rere datang dari dapur. Dia berhenti ketika melihat Farandi. “Lho, kenapa kau ada disini?”

“Zico kenapa?” Aku menyelanya.

“Lukanya terlalu dalam. Perlu dijahit,” kata Rere.

“Sepertinya kalian dalam masalah. Pertimbangkan lagi soal tawaran itu,” Farandi berkata lagi. “Dan Rere, aku ingin bertanya sesuatu. Apa yang sebenarnya terjadi dengan kak Niko?”

Kami berdua mematung. “A...apa maksudmu?”

“Aku ingin tahu bagaimana dia meninggal.” Farandi mengangkat pistolnya ke arah kami. “Dan jangan berbohong padaku. Aku merasa kalian menyembunyikan sesuatu saat aku bertanya soal ini di atap.”

“Turunkan senjatamu!!” bentak Indra.

“Kau yang turunkan senjata! Tembak aku dan bersiaplah menghadapi banyak anjing zombie!” balasnya.

Aku saat itu bisa melihat keadaan Farandi yang sebenarnya. Badannya gemetar dan penuh keringat. Dia berlagak berani, tapi aku tahu dia lelah dan takut dengan semua ini. Dia melakukan ini demi mengetahui kebenaran tentang kakaknya Aku tak tega berbohong lagi.

“Akan kukatakan yang sejujurnya,” kataku. “Aku membunuh kakakmu.”

Farandi sangat terkejut. Dia berkata terbata-bata,”Kau...kenapa?”

“Karena dia mencoba membunuh kami juga. Banyak yang terjadi, tapi dia jadi dendam terhadap kami. Jika aku tak membunuhnya, dialah yang akan membunuhku.”

Farandi terdiam.

“Dengar, aku menyesal semua itu terjadi. Tolong maafkan aku.”

Farandi melihatku. Air mata menggenang di matanya. Dia mengarahkan pistolnya ke arahku sambil gemetar.

“Jatuhkan pistol itu!” Ancam Indra lagi. Kali ini Farandi tidak menjawab. Dia terus melihatku dengan marah.
Aku melihat Medina keluar dari lemari dengan pelan. Farandi tidak menyadarinya. Hatiku berdegup keras. Tapi inilah kesempatan terbaikku. Aku harus tetap mengalihkan perhatiannya.

“Far, kau harus tenang..” kataku berpura-pura membujuk.

“Tenang??” Suaranya bergetar dalam amarah. “Bagaimana mungkin aku tenang?”

Medina mengambil asbak di meja. Farandi belum sadar.

“Tak ada untungnya kau membunuhku,” kataku. “Mungkin aku memang salah saat itu, tapi aku melakukannya untuk bertahan hidup.”

Farandi kini ragu. Dia sepertinya memikirkan kata-kataku. Kesempatan. Medina mendekat dari belakang.
Kaki Medina secara tak sengaja menghantam meja. Suara itu membuat Farandi kaget dan secara refleks menembak ke belakangnya.

Medina tak bergerak. Perutnya mengeluarkan darah. Dia sempat melihatku sebelum akhirnya ambruk ke lantai.


Ketakutan menjalar di jantungku melihatnya terbaring di lantai.



Bersambung....ke part 14.

Dari Batu ke Hongkong (Part 2)


Seperti yang kubilang sebelumnya, setelah berleha-leha di Surabaya, kami sekeluarga melanjutkan jalan-jalan ke tempat yang lebih jauh, yaitu Hongkong.

Pesawat dari Surabaya sempat transit dulu di Malaysia dan kami harus menunggu sekitar tiga jam sebelum bisa naik pesawat lagi. Perjalanan dari Malaysia ke Hongkong memakan waktu tiga setengah jam. Tentu saja itu bukan masalah bagiku yang sepuluh menit masuk pesawat langsung tidur kayak orang mati.

Di Hongkong kami tidak tinggal di hotel-hotel mewah. Kami mencoba tinggal di hostel yang biasanya tempat para backpacker. Tempatnya aneh, tidak ada pintu depan, yang ada justru lift yang langsung mengarahkan kita ke lantai tempat kamar kita berada. Karena liftnya satu, kita harus mengantri untuk naik dan turun.

Kamarku berada di lantai 16. Kamarnya kecil, tapi nyaman. Fasilitasnya juga lumayan lengkap. Ada juga TV yang cukup besar walau aku jarang banget nonton mengingat acaranya entah apa-apa. Kamar mandi juga dilengkap air panas karena Hongkong itu lagi dingin-dinginnya. Oh ya, internetnya cepat banget,

Tujuan pertama di Hongkong sih udah jelas : Disneyland! Aku pernah kesana sekitar tiga tahun yang lalu. Katanya sekarang mereka menambah area baru yang bernama Toy Story land.

Untuk mencapai kesana, kami naik kereta bawah tanah yang jalurnya sudah jelas. Enak banget deh kalau Indonesia punya sarana transportasi kayak gini, cepat dan tepat waktu, pasti bisa mengurangi tingkat kemacetan. Jakarta katanya mau membuat kereta bawah tanah, tapi entah kapan jadinya.

Disneyland di hari libur ramenya mirip Dufan. Baru mau beli tiket aja antrinya panjang. Kami jadi harus memilih-milih naik wahana karena kalau mau naik semuanya gak bakal cukup waktunya.

di depan istana Disney, kami terlihat seperti putri

Wahanya yang paling kunaiki adalah Space Mountain. Itu tuh rollercoaster dalam ruangan yang keren banget. Kita kayak berkendara di luar angkasa. Rollercoasternya juga cepat dan di kursinya diputar musik yang cocok sama wahananya. Mantep lah.

Jalan-jalan sebentar, di jalan utama ada parade. Setahuku biasanya parade itu saat sore, makanya kaget juga. Tema paradenya sih kayaknya berkisar soal perjalanan udara karena tiap karakter disney berada dalam kendaraan terbang.

Para karakter utama Disney di kendaraan entah apa

Tidak lupa kami mencoba area baru, Toy Story land. Disini ada wahana yang mirip kapal ombang-ambing di Dufan (aku lupa namanya) tapi versi jauh lebih seremnya karena kapalnya sampai miring lebih dari 90 derajat. Aku memang cowok jantan yang tak takut apapun, tapi melihat wahana itu dari jauh aja sudah membuatku mabuk darat, jadi aku tidak naik.

Ada juga wahanya yang kita naik semacam mobil ke dalam istana. Awalnya kukira  wahana horror, tapi ternyata itu tidak menakutkan sama sekali dan justru keren. Gambar dan patung di dalamnya dibuat seperti hidup dengan efek sinar dan gambar 3D. Sangat disarankan untuk mencobanya.

mencoba bergaya seperti mainan di Toy Story Land. Gagal.

Kami sempat khawatir soal makan di Disneyland karena seperti yang kita tahu, Hongkong tidak banyak memiliki orang Islam sehingga hampir semua restoran disana mengandung babi. Jika tidak menemukan daging halal, kami harus makan-makanan seafood. Kunjungan pertama keluarga kami ke Hongkong, 90 persen makanan kami adalah fish burger dari McDonald.

Untunglah ternyata ada restoran yang menyajikan makanan halal. Hampir semuanya adalah jenis makanan India. Tapi hey, aku tak protes karena yang penting makan. Di dekat hostel tempat kami menginap juga ada makanan India yang halal. Jika waktu itu fish burger, maka kali ini 90 persen makanan kami adalah kari dan roti canai.

Sisa hari itu dihabiskan menaiki wahana-wahana lain yang tidak terlalu penuh antriannya. Kami sempat nonton pertunjukan Lion King dan aku sekali lagi naik Space Mountain. Kami mengakhiri jalan-jalan ke Disneyland dengan melihat pertunjukan kembang api.

Besoknya, kami pergi ke tempat yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya, yaitu Museum Madame Tussauds. Bagi yang gak tahu apa  Museum Madame Tussauds, itu adalah museum dimana dipamerkan patung lilin dari orang-orang terkenal yang memiliki pengaruh besar pada dunia, dan karena di Hongkong, beberapa patung artis terkenal Hongkong juda ada disana.

Untuk mencapai disana, kami harus menaiki trem yang berjalan mendaki gunung. Museum Madame Tussauds berada di wilayah Peak Tower yang memang terkenal karena ketinggiannya. Agak serem juga naik trem yang berjalan pelan dengan sudut curam seperti itu.

percaya atau tidak, pemandangan ini ada di samping wc umum

Patung Bruce Lee menyambut kami di depan museum. Di dalamnya banyak lagi artis yang kukenal, walau beberapa aku bahkan tidak pernah mendengar namanya, sepertinya artis hongkong. Museumnya tidak terlalu ramai sehingga kami bisa foto-foto dengan mudah. Bukan hanya patung artis yang ada di sana. Patung-patung dari orang-orang yang mempunyai sumbangan pada dunia ada, seperti Albert Einstein atau Mathama Gandhi. Bahkan disana ada patung Adolf Hitler!

Tiara dengan teman baiknya

Ada juga area tempat atlit-atlit terkenal dulu seperti Yao Ming dan Muhammad Ali. Yang aneh, ada tempat yang isinya superhero dan karakter-karakter film anak kecil seperti Spiderman, Iron Man, dan Astro Boy. Bahkan ada pintu kemana saja milik Doraemon, entah kenapa.

Kami banyak foto-foto di museum itu, tapi inilah foto favoritku :

menang adu suit dari Michael Jackson

Selesai dari Museum Madame Tussauds kami tidak langsung pulang. Kami mencoba naik ke puncak dari Peak Tower. Pemandangan di atas sangat indah dan suasananya sangat dingin. Kami bisa memilih apakah mau memakai stereo guide atau tidak. Aku sendiri memilih tidak mengambilnya karena ingin menikmati pemandangan tanpa ada suara orang berbahasa inggris menjelaskan gedung yang entah mana.

pemandangan hutan besi

Besoknya kami menghabiskan hari dengan berjalan-jalan mengitari Hongkong. Kami mencoba tur bus dua tingkat yang tidak beratap. Selagi berjalan, kami diberi penjelasan lewat audio guide di kursi masing-masing. Anginnya sangat dingin di atas, tapi kami dapat headset gratis, jadi aku tidak mengeluh. Oh ya, kami sempat melewati taman yang dipenuhi orang-orang dari Indonesia. Ternyata hari itu adalah hari Indonesia atau semacamnya dimana orang-orang dari Indonesia yang tinggal di Hongkong keluar dan bertemu bersama.

Setelah itu kami hanya berjalan-jalan sebentar. Belanja dan foto-foto di tempat yang terlihat bagus. Malamnya kami menikmati pertunjukan lampu. Jadi kami menonton gedung-gedung di seberang menghidupkan lampu-lampunya secara berirama. Tak terlalu heboh menurutku, tapi cukuplah sebagai pertunjukan penghibur sebelum kami ke kembali ke negara tercinta Indonesia.

bergaya dengan keren di Hongkong sebelum pulang