Kemal si Blogger Iseng

show them all you're not the ordinary type

Tampilkan postingan dengan label game. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label game. Tampilkan semua postingan

Top 10 Video Games Favorit (Sejauh Ini)

Aku suka bermain game. Mungkin aku bukanlah gamer kelas berat yang sampai mengeluarkan uang banyak agar bisa menjadi nomor satu di game favoritnya (btw, mikro-transaction game itu menyebalkan), tapi aku cukup banyak menghabiskan waktuku untuk melakukan aktifitas ini. Aku membuat list ini dengan alasan :

a) orang lain harus tahu apa game yang kusuka dan mereka harus memujiku muhahahaha
b) rekomendasi bagi kalian yang mencari game bagus, atau setidaknya bagus untukku

Kalian harus ingat kalau ini adalah pendapat pribadi, jadi kalian boleh tidak setuju. Aku bilang saja dari awal, aku tidak suka game FPS dan bertema perang. Dan list ini mungkin bisa berubah di ikmasa depan jika aku menemukan game keren lagi. Jadi mari kita mulai listnya :


10. Little Big Planet


Entah kenapa tidak banyak orang yang tahu tentang game ini. Little Big Planet adalah game untuk semua umur yang sangat menyenangkan bagiku. Aku akhirnya bisa bermain dengan dua adikku dengan santai tanpa takut ada adegan yang tidak pantas (seperti saat aku bermain GTA, jangan bermain GTA bersama adikmu yang masih kecil!).

Little Big Planet punya design ang unik di tiap stagenya. Karakternya imut dan bisa kita pakaikan baju apa saja sesuai keinginan. Bermain bersama memang lebih menyenangkan, tapi main game ini sendiri juga masih seru kok. Aku sangat menyarankan kalian mencobanya.

9. Limbo


Salah satu game platformer puzzle yang sangat keren. Desainnya simpel, tapi entah kenapa punya daya tarik sendiri. Limbo menceritakan seorang anak yang melewati banyak rintangan untuk menemukan saudara perempuannya. Rintangan yang dilewati berbagai macam mulai dari hutan dengan monster laba-laba sampai kota dengan banyak mesin mematikan. 

Puzzlenya sendiri tidak susah, tapi bukan berarti gampang dipecahkan juga. Aku kadang harus mencoba beberapa kali sampai akhirnya bisa melewatinya. Dan bagusnya lagi, puzzlenya kreatif sehingga kita akan terus mencoba banyak hal sampai bisa memecahkannya.

Mungkin daya tarik terkuatnya adalah game ini bisa dibilang tidak menceritakan apa-apa. Kita sendirilah yang mengira-ngira apa yang sebenarnya sedang terjadi. 

8. FIFA


Sebagai penggemar bola, tentu saja aku suka game bola. Dan aku memilih FIFA dibanding PES karena dua alasan. Pertama, aku lebih suka gameplay FIFA yang terlihat lebih mengalir. Kedua, mereka punya lebih banyak klub dibanding PES dan dengan copyright resmi untuk klub liga Inggris (aku bosan dengan North London).

Sebenarnya tidak ada alasan lain selain itu. Aku suka bola, karena itu aku suka FIFA. Jika aku pulang liburan, biasanya aku menghabiskan waktu senggangku untuk membuat Barcelona makin kuat dengan membeli banyak bintang dan membantai Madrid 4-0 di Bernabeu. Itu sangat menyenangkan.

7. Scribblenaut Unlimited


Satu lagi game yang tidak banyak orang tahu walaupun sangat keren. Di Scribblenaut Unlimited, kau bisa membuat apa saja dengan notepad-mu. Dan maksudku, apa saja!! Kau mau membuat gorilla yang terbuat dari keju sambil menggunakan jetpack tanpa alasan tertentu? Bum! Kau bisa melakukannya sekarang.

Di Scribblenauts kau diminta menyelesaikan banyak persoalan dengan kekuatan dewamu itu. Dan kerennya, masalah itu tidak harus diselesaikan dengan satu solusi. Misalnya ada suster yang memintamu membuat sesuatu yang tajam agar dia bisa mengoperasi pasiennya, kau bisa membuat pisau bedah atau lightsaber, dua-duanya menyelesaikan masalah. Keren banget kan??

6. Pokemon


Jika kalian mengenalku secara pribadi, mungkin kalian akan heran kenapa Pokemon tidak berada di posisi nomor satu. Pokemon sudah seperti salah satu bagian hidupku. Aku main semua gamenya, aku mencoba ikut lingkungan kompetitif, sampai aku membeli plushie dan gantungan kunci Pokemon favoritku. Jadi kenapa? Alasannya hanya karena ada lima game lain yang menurutku lebih berkesan walau tidak dimainkan terus menerus.

Oke kembali ke Pokemon. Apa yang sih membuat Pokemon menyenangkan? Yah, menangkap Pokemon lalu memperbudaknya agar dia bertarung dengan Pokemon lain agar kau bisa mengambil uang dari trainer lain dan menjadi yang terkuat di seluruh dunia cukup menyenangkan bagiku. Jika aku harus memilih, Pokemon Soul Silver adalah favoritku.

5. Fire Emblem Awakening


Mungkin aku agak sedikit bias dengan memasukkan game ini di atas Pokemon karena aku baru saja menyelesaikannya, tapi ya sudahlah. Fire Emblem Awakening adalah game strategi pertama yang membuatku jatuh hati. Banyaknya pilihan karakter dan semuanya memiliki sifat unik adalah hal yang paling menarik bagiku. Ceritanya juga keren dengan kita menghadapi naga jahat di akhir cerita.

Oh, satu lagi fitur yang menyenangkan, yaitu kita bisa menikahkan tiap karakter di game ini. Saking sukanya, setelah tamat pertama kali aku langsung main dari awal hanya untuk menjadi mak comblang sekali lagi, tapi kali ini dengan pasangan yang berbeda. Gameplay-nya menarik, ceritanya bagus, aku tidak tahu apa lagi yang harus kubilang. Sekarang aku sangat menunggu Fire Emblem Fate yang akan keluar tahun depan.

4. Valiant Hearts : The Great War


Sebelumnya aku pernah bilang kalau aku tidak suka game perang. Yap, ini pengecualian, segitu kerennya-lah game ini. Valiant Hearts gak kayak game perang lain dimana kita nembak semua orang, disini efek perang bagi tentara-lah yang diceritakan. Emile adalah contohnya. Awalnya dia hanyalah petani biasa yang hidup bahagia bersama putri dan menantunya. Tapi karena perang, dia dipaksa menjadi tentara. Disana kemudian Emile bertemu dengan banyak teman yang memiliki masa lalu masing-masing.

Hal seperti itulah yang membuatku suka Valiant Hearts. Memang dia hanya game platformer penuh dengan puzzle point-and-click, tapi ceritanya sungguh mengharukan dan membuat kita melihat perang dengan cara berbeda. Jika kau tidak sedih dengan ending game ini, ada yang salah denganmu.

3. The Walking Dead


The Walking Dead adalah game dari Telltale Games yang menceritakan tentang dunia zombie apocalypse. Mungkin kau berpikir, game tentang zombie kan udah banyak. Sekali lagi, cerita adalah yang menjadi pembeda The Walking Dead dengan game zombie lainnya. Aku memang paling suka game dengan cerita bagus.

The Walking Dead berfokus pada Lee, kriminal yang secara tidak sengaja bertemu dengan Clementine, seorang gadis kecil yang ditinggal orangtuanya. Lee memutuskan menjaga Clementine sampai dia bisa bertemu keluarganya (spoiler alert : orangtuanya udah tewas). Mereka bertemu kelompok survivor lainnya dan mencoba mencari tempat aman. Masalah demi masalah datang dan kitalah yang memutuskan pilihan apa yang harus diambil Lee untuk menyelesaikannya. Kadang pilihan yang ada berarti meninggalkan satu orang untuk mati demi menyelamatkan lainnya. Game ini membuat kita merasa bersalah!! Belum lagi endingnya, bbbeeehhh. Ini adalah game pertama yang membuatku menangis!

Jika kau hanya tahu Walking Dead sebagai TV Show, aku sangat menyarankan main game-nya karena cerita di game jauuuuuh lebih bagus dari TV Show-nya.

2. The Last of Us


Kalian mungkin tahu game ini karena game ini sangat fenomenal. Aku pun merasa The Last of Us adalah salah satu game paling komplit yang pernah ada. Jalan cerita yang menarik, oke. Karakter unik yang membuat kita merasa punya hubungan, oke. Gameplay dan grafis yang bagus, oke juga. Aku tidak bisa menemukan hal jelek dari game ini. Bahkan para kritikus pun menilai The Last of Us sebagai salah satu game terbaik yang pernah,

Tidak ada yang bisa kubilang lagi selain aku sangat berharap mereka membuat sekuel dari game ini karena ENDINGNYA SANGAT MENGGANTUNG AAGAGAHHAAHHAH KENAPA KAU BERBOHONG PADA ELLIE JOEEEL KENAPAAAA! Uhuk, ehem. Maaf soal itu.

1. To The Moon


Alasan aku memilih game ini dibanding game sempurna hanya satu, yaitu ceritanya sungguh sungguh bagus. Kalian harus tahu, saat aku menamatkan game ini pertama kali, aku sempat tiga hari merasa melankolis karena mengingat cerita cinta River dan John. Terlalu keren dan mengarukan!!

Ini bukan game untuk semua orang. Jika kalian suka game penuh aksi dan menengangkan, game ini jelas tidak cocok untuk kalian. To The Moon bahkan mungkin bisa dibilang bukan game, karena sebagian besar kita hanya menonton cerita berjalan dengan sendirinya. Ya, ini seperti menonton film cinta sebenarnya, film cinta yang sangat bagus. Ditambah lagi musik yang indah di tiap adegannya dan membuatku makin terharu. Kalian harus memainkannya sendiri agar mengerti apa yang kubicarakan. 

Jadi begitulah, To The Moon adalah game favoritku sejauh ini.

Valiant Hearts : The Great War Review


Kalian suka Perang Dunia 1? Yah, kau aneh! Ada masalah dengan moralmu jika kau suka dengan perang. Tapi apakah kau suka membaca cerita tentang Perang Dunia 1? Maka Valiant Hearts adalah game yang tepat untukmu.

Tapi Valiant Hearts adalah game yang berbeda dengan game perang pada umumnya. Game ini tidak memakai sistem FPS dan menembak semuanya. Game ini berbentuk 2D platform yang memakai sistem point-and-click dengan berfokus pada cerita orang-orang yang terlibat dalam perang. Apa yang karakter game ini alami bisa dibilang menggambarkan apa yang dirasakan orang yang terlibat di Perang Dunia 1.

Ada 6 karakter utama di game Valiant Hearts :

1. Emile


Emile adalah mantan petani. Dia tinggal bersama anaknya Marie dan menantunya Karl. Dia kemudian dipanggil untuk bergabung tentara Prancis yang sedang berperang dengan Jerman, negara asal Karl. Emile kemudian bersahabat baik dengan Freddie dan bersama mereka membantu Anna mencari ayahnya. Emile digambarkan sebagai orang tua yang benci dengan perang, tapi tak punya pilihan lain selain mengikuti perintah. Pada akhirnya, dia memimpin pemberontakan tentara Prancis.

2. Freddie


Freddie adalah tentara Prancis yang sebenarnya berasal dari Amerika. Salah satu alasannya ikut perang adalah untuk membalas dendam kepada Jerman yang telah merenggut nyawa istrinya. Freddie sempat dikira mati oleh Emile akibat ledakan. Tapi bersama ayah Anna, dia berhasil meloloskan diri. Freddie punya adik di Amerika. Dan di akhir cerita, dia mendapat kabar kalau Amerika akan ikut perang dari adiknya.

3. Karl


Karl adalah suami dari Marie dan menantu Emile. Dia kelahiran Jerman dan tinggal bersama-sama istrinya di pertanian milik Emile. Ketika perang meletus, Karl dipanggil oleh Jerman untuk melayani negara sebagai tentara. Dia sempat terluka parah dan kemudian dirawat oleh Anna. Karl lalu mencoba melarikan diri dari pasukan tentara karena khawatir dengan nasib istri dan anaknya yang masih kecil.

4. Anna


Anna adalah suster dari Belgia yang mencari ayahnya, seorang ilmuwan yang ditangkap oleh Jerman. Dalam perjalanan, dia menyelamatkan Emile dan Freddie dari serangan bom gas. Anna lalu kemudian ditangkap oleh pasukan Prancis, dan saat dalam masa tahanan, dia mengobati para tentara lainnya, termasuk Karl. Setelah bertemu ayahnya, dia pergi ke pertanian milik Emile untuk mengabarkan ke Marie tentang nasib suami dan ayahnya.

5. Marie


Marie adalah putri Emile dan istri Karl. Dia tetap tinggal bersama anaknya di pertanian ketika Karl dan Emile dipanggil untuk perang. Marie sangat mencemaskan kedua orang itu dan rajin memberi kabar tentang keadaannya lewat surat kepada Emile dan Karl.

6. Walt


Walt adalah anjing medis yang awalnya dimiliki oleh pasukan Jerman. Saat Jerman diserang, dia menolong Emile dan sejak saat itu pergi bersamanya. Walt berkali-kali membantu menyelesaikan masalah, seperti saat dia melewati gas berancun di saat para tentara tidak bisa. Walt jugalah yang kemudian memanggil bantuan ketika Karl terluka.



Seperti yang kubilang, Valiant Hearts mentitik beratkan pada sisi storyline. Cerita bagaimana sulitnya orang tua seperti Emile untuk tetap ikut berperang, bagaimana kisah Freddie yang awalnya bahagia kemudian menjadi penuh dendam, atau bagaimana sulitnya hidup Marie yang hanya bersama anaknya di tengah kepungan tentara.


Fitur-fitur dari game ini menguatkan storyline. Tiap karakter punya diary yang bisa kita baca, dan di situ mereka menceritakan bagaimana perasaan mereka di setiap event. Ada juga fitur fakta yang menceritakan apa yang sebenarnya terjadi saat Perang Dunia beserta fotonya. Itu akan menjadi tambahan yang menarik bagi pecinta sejarah. Game ini juga menyediakan banyak collectible item yang masing-masing punya penjelasan sendiri, seperti surat dari tentara.

Walaupun aku bilang game ini lebih ke storyline, bukan berarti grafis dari game ini jelek. Malah menurutku, game perang dengan gameplay 2d itu sangat unik dan lebih mudah bagi kita untuk menerima dunia mereka. Game ini penuh detail dan memiliki soundtrack klasik yang cocok untuk suasana masa itu.


Valiant Hearts adalah game yang harus kau mainkan sendiri untuk bisa memahami ceritanya. Tidak masalah jika kau tidak suka perang atau sejarah, aku sendiri awalnya tidak terlalu mengerti sejarah Perang Dunia. Kau tetap bisa menikmati cerita hidup masing-masing karakter selama kau mengerti alur ceritanya. Jadi yah, aku sangat merekomendasikan Valiant Hearts : The Great War.

The Walking Dead Season 2 Review


Warning : Artikel ini berisi banyak spoiler dalam game karena aku akan membahas cerita di tiap episode. Jika kau berniat main game ini, kusarankan tidak membaca lebih lanjut. Kau sudah diperingatkan.

Akhirnya salah satu game favoritku, The Walking Dead Season 2 telah selesai. Lima episode penuh emosi membuatku makin jatuh cinta pada Telltale Games karena berhasil mengemas game yang pada dasarnya adalah point-and-click menjadi sebuah game yang sangat mengesankan. Aku ingin sedikit membahas tiap episode yang kumainkan dan mengatakan harapanku pada The Walking Dead Season 3 (yup, Telltale sudah meng-confirm akan membuat lanjutannya).

Episode 1 : All That Remains



Episode ini dimulai dengan sangat emosional lewat kematian karakter favoritku dari Season 1, Omid. Dan parahnya lagi, Clementine harus berpisah dengan Christa yang selama ini menemani kita. Di sinilah Clementine bertemu dengan kelompok baru. Walaupun awalnya Clementine dicurigai telah digigit zombie, tapi akhirnya dia berhasil meyakinkan kelompok untuk menerimanya.

Episode 1 lebih seperti pengenalan kembali pada keadaan Walking Dead setelah satu tahun lebih sejak tamatnya Season 1. Ceritanya belum berkembang jauh, dan pilihan di akhir episode menurutku tidaklah terlalu sulit. Jika dibandingkan dengan episode 1 di season 1 saat kita harus memilih Doug atau Carley, memilih antara Pete atau Nick tidak terlalu melibatkan emosi karena kita belum terlalu mengenal dua karakter tersebut. Episode ini juga seperti mengenalkan kita pada Clementine yang baru, Clementine yang berani dan mandiri, bukan yang manja seperti dulu.

Rating episode : 7/10

Episode 2 : A House Divided



Episode 2 mulai mengenalkan kita pada Carver, alasan utama kelompok baru Clementine melarikan diri. Walaupun belum dijelaskan kenapa, terlihat sekali kalau tiap orang di kelompok sangat membenci dan takut pada Carver. Setelah Carver muncul lagi, kelompok ini pun mulai mencari tempat baru. Di sinilah kita bertemu dengan teman lama, Kenny, yang berhasil lolos dari kematian di Season 1. Pada akhirnya, Carver berhasil menangkap mereka semua dan membawanya kembali ke markas.

Cerita mulai berkembang di episode ini. Rebecca ternyata punya hubungan asmara di masa lalu denga Carver, yang menjadi salah satu alasan itama Carver kembali memburu mereka. Karakter Luke mulai terlihat sebagai pemimpin dan Clementine mulai lebih bersahabat dengannya. Lalu munculnya Kenny menimbulkan rasa senang tapi juga menyebabkan banyak masalah akibat sifatnya yang keras. Ada juga Bonny, karakter dari 400 Days. Hanya dialah satu-satunya karakter 400 Days yang memiliki banyak keterlibatan di season ini. Pilihan di akhir episode akan menentukan hidup atau matinya Alvin.

Rating episode : 8/10

Episode 3 : In Harm's Way



Episode 3 bercerita tentang kehidupan mereka di markas Carver. Setelah ditangkap, masing-masing orang diberi pekerjaan oleh Carver. Disini aku mengerti kenapa mereka melarikan diri dari markas di awal cerita. Carver adalah pemimpin yang keras. Dia tak akan segan-segan membunuh anak buahnya yang tidak menjalankan tugas dengan baik. Reggie adalah salah satu korbannya. Karena itulah, Kenny mengusulkan rencana pelarian dengan memanfaatkan kawanan zombie. Hanya saja, rencana itu tidak berjalan dengan baik karena Carver berhasil memergoki mereka. Kenny dihajar habis-habisan oleh Carver hingga sebelah matanya tak bisa melihat. Di percobaan kedua, mereka berhasil melakukannya, dan Kenny membalas dendamnya dengan membunuh Carver. Episode ini diakhiri dengan mereka mencoba melewati kawanan zombie.

Carlos, dokter dan salah satu karakter favortiku, tewas di episode ini karena tertembak salah satu kawanan Carver dan digigit zombie. Lalu ada juga Sarita, istri Kenny, yang di akhir episode digigit zombie di tangannya sehingga kita harus memilih untuk memenggal tangan Sarita atau membunuhnya secara langsung. Tidak ada bedanya sebenarnya karena Sarita tetap akan mati, tapi reaksi Kenny akan berbeda tergantung apa yang kita pilih.

Rating episode : 8/10

Episode 4 : Amid The Ruins





















Suasana tidak bertambah baik walaupun mereka berhasil melarikan diri dari markas Carver. Mereka terpisah-pisah, dengan Clementine harus menjaga Rebecca yang sedang hamil tua. Ketika mereka berkumpul lagi, dua karakter utama sudah tewas. Nick tidak diketahui kapan dia meninggal dan Sarah tewas akibat dikepung zombie. Lalu ada juga Kenny yang sudah berada di ujung kesabarannya karena sekali lagi harus kehilangan istrinya. Untunglah Rebecca berhasil melahirkan dengan selamat walaupun sebelumnya mereka sempat tersudut. Clementine dan Jean juga mengambil obat-obatang dari seseorang yang berbahasa Rusia yang akan mereka temui di akhir episode. Sayangnya, Rebecca akhirnya meninggal karena kelelahan saat mereka mencari tempat baru. Mereka lalu disergap oleh kelompok Rusia itu dan episode ini berakhir dengan adegan baku tembak.

Sejujurnya, aku merasa inilah episode terbaik di season ini. Hubungan antar karakter makin kompleks dan Clementine senantiasa harus menjadi penengah, terutama jika menyangkut masalah Kenny. Kematian tiga karakter utama dan ending yang sangat menggantung juga menjadi nilai lebih episode ini. Lalu ada juga bayi Rebecca yang kini menjadi tanggung jawab mereka.

Rating episode : 10/10

Episode 5 : No Going Back



Setelah memenangkan adu tembak berkat kemunculan kembali Jean, Arvo (salah satu anggota kelompok Rusia) menawarkan mereka makanan sebagai ganti nyawa di markas mereka. Sementara itu, salju terus turun dengan deras dan hubungan antar karakter makin buruk, terutama terhadap Kenny. Kematian Luke membuat suanana panas memuncak. Mike, Bonny dan Arvo mencoba kabur dengan truk yang susah payah dinyalakan Kenny dan coba dihentikan Clementine. Perselisihan itu berakhir dengan ditembaknya Clementine. Kenny dan Jean membawa Clementine untuk diobati, tapi akhirnya malah terlibat pada pertengkaran keras. Kenny, yang mengira Jean gagal melindungi si bayi, mencoba membunuh Jean. Kita lalu dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit, membiarkan Kenny membunuh Jean atau menembak mati Kenny. Pilihan kita akan menentukan ending di season ini.

Dan semuanya berakhir di sini. Aku berada dalam perasaan yang campur aduk saat memainkan episode ini karena kematian dua karakter favoritku, Luke dan Kenny (ya, aku memilih menembak Kenny). Pengembangan karakter Clementine pun akhirnya akan terlihat dari keputusan-keputusan kita sebelumnya. Telltale berhasil menutup season ini dengan manis dan sangat emosional.

Rating episode : 9/10 (karena Luke dan Kenny mati).


Aku tidak tahu bagaimana Telltale akan membuat season 3 karena setahuku ada banyak versi ending dan semuanya saling berlawanan. Misalnya di endingku, Clementine yang menembak Kenny akhirnya pergi sendiri ke utara meninggalkan Jean yang membahayakan bayi demi membuktikan pendapatnya tentang Kenny. Tapi di ending salah satu Youtuber bernama Cry, Clementine (yang juga menembak Kenny) pergi bersama Jean kembali ke markas Carver yang sudah kosong dan bertemu orang baru di sana. Ada lagi ending jika kita memilih Kenny membunuh Jean.

Aku hanya berharap di Season 3 kita bisa tetap memakai karakter Clementine karena aku sudah jatuh cinta padanya. Lalu aku berharap dia bisa kembali bertemu dengan Christa, Lily, Glen, Molly atau Mike (aku tidak peduli dengan Bonny. F*ck you Bonny). Lalu tolong jangan biarkan Clementine mati. Itu saja yang kuharapkan. Aku tak mau sedih lagi seperti saat melihat Lee atau Kenny mati. Aku hanya ingin ending dimana Clementine bisa hidup senang lagi. Itu saja.

Rating game : 9/10

Gen 3 Remake : Pokemon Omega Ruby dan Alpha Sapphire


Akhirnya, sesuatu yang sudah lama diidam-idamkan Hoenn fanboy menjadi kenyataan. Nintendo mengumumkan akan membuat gen 3 remake yang akan diluncurkan bulan November nanti, Pokemon Omega Ruby dan Alpha Sapphire!!

Sebenarnya sudah lama para fans memprediksikan ini akan terjadi, mengingat Pokemon sebelumnya juga membuat remake gen 1 dan gen 2. Apalagi banyak 'hint' di Pokemon X dan Y kalau gen 3 akan dibuat. Tapi konfirmasi seperti inilah yang membuat para fans lega. Kita kan gak suka digantungin (eh?)

Sejujurnya, aku sendiri menganggap gen 3 adalah gen yang paling tidak kusukai. Evil teamnya sangat bodoh dan aku tidak suka map Hoenn yang terlalu banyak air. Tapi bukan berarti aku tidak menunggu remake ini. Justru aku sangat menunggunya karena merasa Hoenn akan sangat keren jika dibuat dalam 3d. Lalu aku juga menantikan mega evolution dari dua starter lain. Tidak mungkin hanya Blaziken yang mendapat mega kan?

Aku juga merasa bahwa pengumuman ini datang di saat waktu yang tepat karena kini kegairahan main Pokemon X dan Y hanya sebatas di competitive battle. Aku masih kecewa dengan post game dari X dan Y yang menurutku sangat jelek. Mungkin saja di Omega Ruby dan Alpha Sapphire nanti, akan dibuat post game yang berhubungan dengan sesuatu di Kalos.

Jadi yah, pada intinya aku sangat senang dengan pengumuman ini dan membuatku bersemangat lagi main Pokemon. Ngomong-ngomong, aku jelas akan mengambil Pokemon Omega Ruby dan berharap temanku Ali akan mengambil Alpha Saphhire. Bagaimana denganmu?

Year Walk Review


Year Walk adalah indie game horror yang dibuat oleh game developer dari Swedia bernama Simogo. Game ini awalnya untuk pengguna iPhone, tapi di awal tahun ini, Year Walk dirilis untuk pengguna PC.

Apa itu Year Walk? Year Walk adalah ritual mistis yang dilakukan orang Swedia pada abad ke 19 untuk melihat masa depan. Ritualnya dimulai dengan mengunci diri sendiri di kamar gelap, lalu ketika malam hari, mereka memulai perjalanan di hutan untuk mencapai gereja. Ketika di hutan, mereka akan bertemu makhluk-makhluk mistis yang bisa saja menyebabkan mereka terbunuh. Tapi jika mereka sampai di gereja, maka masa depan pun akan terlihat.


Inilah ide dasar dari game Year Walk. Kita akan menjelajahi hutan dan bertemu banyak makhluk mistis demi bisa mencapai gereja. Game ini memiliki sistem  point-and-click dan navigasi arahnya haya kiri kanan atas bawah, tapi justru dengan sistem sederhana seperti itu kita bisa lebih merasakan suasananya.

Cerita ini akan dimulai dengan kita bertemu wanita. Kita mengatakan akan menjalani Year Walk untuk melihat masa depan kita dengan wanita itu. Setelah itu kita harus memecahkan satu per satu puzzle yang ada agar bisa mencapai gereja.


Dari segi suasana, Year Walk sukses menimbulkan ketegangan. Mereka tidak memakai musik mengerikan atau semacamnya, tapi hanya suara-suara kecil seperti retakan kayu atau jejak kaki di salju ditambaj suasana hutan yang menyeramkan. Menurutku itu lebih menakutkan, karena kita merasa makhluk mengerikan akan meloncat ke muka kita kapan saja.

Belum lagi makhluk-makhluk mistis diperlihatkan dengan apik. Bahkan Year Walk menyediakan kamus yang menjelaskan tentang makhluk-makhluk ini pada sisi atas. Jujur saja, dengan membacanya saja aku sudah takut duluan. Sebagai contoh, ada penjelasan tentang Mylings. Mylings adalah hantu anak kecil yang dibuang oleh ibunya. Dalam kamusnya, diceritakan sebuah kisah tentang seorang wanita yang tewas karena Mylings. Dan coba tebak, dalam game ini kita harus mengumpulkan empat roh Mylings. Yup, bersiap-siap dikejutkan.


Untuk puzzle-nya sendiri, aku merasa terlalu kabur. Jika tak ada hint yang selalu kita gunakan, mungkin aku tak tahu harus apa. Tapi jika sudah mengerti, puzzlenya cukup mudah untuk dipecahkan. Oh ya, selalu siapkan kertas dan pensil karena di saat-saat tertentu kau harus mencatat sesuatu.

Tapi aku merasa game ini masih memiliki kekurangan. Di bagian akhir, suasananya jadi tidak semenegangkan bagian awal ke tengah. Lalu ada juga ending yang sangat menggantung. Jika kita ingin melanjutkan ke area baru untuk mengetahui ending sesungguhnya, maka kita harus mendaftar ke Simogon. Aku merasa itu tidak terlalu diperlukan mengingat game ini sendiri hanya berdurasi sekitar kurang dari dua jam.


Pada akhirnya, aku tetap merekomendasikan game ini untuk dicoba. Simpel dan tidak memerlukan banyak memori, Year Walk menawarkan ketegangan berdasarkan mitos Swedia, sesuatu yang jarang diangkat sebagai game. Nilai akhir : 8/10.

Review Walking Dead Season 2 Episode 2 : Sangat Menegangkan!


Setelah jeda lebih dari dua bulan, aku sangat senang ketika Telltale akhirnya merilis Walking Dead Season 2 episode 2 berjudul A House Divided yang keluar tanggal 4 Maret kemarin. Setelah kumainkan, aku mendapat satu kesimpulan : episode ini jauh lebih menegangkan dibanding episode pertama.

Sebenarnya itu tak mengherankan mengingat Season 2 berjarak sekitar satu tahun dengan Season 1 yang sangat sukses. Karena itulah episode pertama dari Season 2 lebih sebagai pengingat kembali bagaimana rasanya berada di dunia penuh zombie ala Walking Dead. Selain itu, episode 1 adalah sarana untuk mengenal Clementine baru dan karakter-karakter lain yang sebelumnya tak muncul.


Maka awal semua peristiwa yang akan mewarnai Season 2 sepertinya baru dimulai di episode 2 ini. Pilihan terakhirmu di episode 1 saat kau harus memilih Pete atau Nick akan mempengaruhi awal jalan cerita di episode 2 ini.

Lalu karakter Craver yang disebut-sebut di episode 1 akan muncul. Alasan kenapa mereka melarikan diri dari Craver sudah mulai jelas di sini.

Lalu ada dua karakter yang akan muncul kembali di sini. Pertama adalah Bonnie, karakter yang muncul di Walking Dead 400 Days. Telltale juga sudah menjelaskan bahwa keputusan yang kita ambil di 400 Days baru akan berpengaruh di episode ini. Satu lagi adalah karakter utama yang muncul di Walking Dead Season 1. Ingat kata-kata Clementine di akhir episode 1, dia menyangka karakter ini sudah mati. Yang jelas, karakter ini akan menimbulkan nostalgia hebat.


Mengenai jalan cerita, konflik di episode ini diperlihatkan dengan sangat baik. Masing-masing seperti memiliki masalah sendiri yang saling berkaitan dan sulit dicari siapa yang paling berpengaruh dalam kelompok. Luke jelas terlihat lebih seperti pemimpin setelah Pete tiada dan Nick sepertinya menggantikan Ben sebagai pembuat ulah nomor satu.

Tak lupa Telltale tetap menonjolkan kelebihan mereka, yaitu membuat pemain dekat dengan karakter Walking Dead. Di sini banyak dialog-dialog yang membuat kita lebih mengenal karakter baru seperti Nick, Rebecca ataupun Carlos. Ini akan membuat kita terasa lebih terlibat dengan pilihan kita di setiap dialog. Aku secara pribadi suka dengan karakter Luke yang rasanya sedikit mirip Lee.

Pertarungan melawan zombie juga dibuat lebih menegangkan di sini karena beberapa kali kita terjebak dalam situasi yang tidak tepat. Yang menarik adalah, walaupun Clementine tokoh utama, mereka tak membuatnya sebagai tokoh super. Dia masihlah anak kecil dan kadang tembakannya bisa meleset atau tenaga dalam menghantam zombie masih kurang kuat. Ini membuat tantangan berlebih.


Yang paling kusuka adalah, semua yang kita lakukan akan berujung dengan sangat menegangkan di akhir episode ini dan, seperti biasa, meninggalkan ending yang membuat kita tak sabar menunggu episode berikutnya.

Jadi kesimpulan akhir adalah episode ini sangat keren dan jauh lebih keren dibanding episode pertama. Wajib dimainkan!

Walking Dead 2 Episode 1 Review : Situasi Makin Sulit Bagi Clementine


Warning : Aku akan mencoba tidak spoiler apapun, tapi jika kau ingin atau sedang main game ini, lebih baik selesaikan dulu dan jangan baca ini. Aku sudah memperingatkanmu.

Seperti yang sudah kubilang sebelumnya, aku sangat sangat senang ketika Telltale Game akhirnya memberitahu kalau mereka akan mengeluarkan Walking Dead season 2. Season 1 sangat bagus dan aku sangat menunggu game ini. Maka ketika dua hari yang lalu game ini dirilis, aku langsung memainkannya.

Kita kilas balik sedikit ke Season 1. Bagi yang belum main, sebaiknya tidak membaca ini, karena aku akan memberitahu garis besar ceritanya. Lee Everett adalah tokoh utama di Season 1. Dia bertemu dengan Clementine, seorang gadis 8 tahun, yang sendirian di rumahnya saat semua terjadi dan bertanggung menjaganya sepanjang waktu.

Bagi yang sudah main, pasti tahu kalau Lee tidak selamat, meninggalkan Clementine sendirian. Di akhir cerita, Clementine menemukan sosok dua orang di kejauhan.


Oke ini spoiler sedikit, dua orang itu ternyata memang Omid dan Christa, teman Lee dan Clementine yang terpisah di menjelang akhir cerita. Jadi Season 2 akan dimulai dengan Clementine bersama Omid dan Christa.

Kita akan bermain sebagai Clementine kali ini. Tentu saja ini bukan Clementine yang sama dengan yang di Season 1. Clementine disini sudah menjadi lebih dewasa dan mandiri, mungkin karena semua hal yang telah terjadi.


Season 2 akan menempati waktu sekitar 1 tahun setelah meninggalnya Lee. Tapi suasana tetap berbahaya dimana-mana, apalagi ditambah akan datangnya salju, jadi kini mereka juga harus bertarung melawan cuaca. Disini mereka akan bertemu sebuah grup baru, tentu saja dengan karakter berbeda tiap orangnya, yang membuat penyelesaian masalah biasanya dilalui dengan diskusi.

Kelebihan game Walking Dead adalah kita bisa menjalin hubungan dengan karakter lain, membuat kita mengerti bagaimana kisah mereka dan merasa terhubung. Itulah yang membuat banyak orang menangis ketika Lee meninggal dan Clementine harus berjuang sendiri. Bagian itu tetap ada di Season 2. Kita akan banyak melakukan dialog untuk mengenal orang-orang baru ini.

Dari sisi segi jalan cerita, banyak kejadian tidak terduga yang selalu membuat suasana menegangkan. Dan game ini makin sedih saja. Ada satu bagian dimana aku sampai depresi ketika itu terjadi. Aku benar-benar hanya diam selama 10 menit, mencoba mencerna apa yang terjadi. Untuk episode pertama, banyak sekali kejadian yang membuat keadaan Clementine makin sulit.


Sekali lagi, pilihan kita akan mempengaruhi jalan cerita. Kita bisa menjadi Clementine yang baik, tapi kita juga bisa menjadi Clementine yang sinis. Pada akhir game, kita akan terpaksa memilih salah satu pilihan sulit, seperti yang biasanya kita lakukan di Season 1.

Baiklah, ayo kita review sisi positifnya. Pembangunan karakter masih menjadi keunggulan dari game ini. Aku tak akan heran jika orang bisa menangis hanya karena salah satu karakter utama tidak selamat (seperti yang banyak terjadi di Season 1). Sisi positif lain adalah jalan cerita yang sulit ditebak. Aku benar-benar kaget dengan banyaknya kejadian diluar perkiraanku.


Telltale Game juga berhasil membuat karakter Clementine dengan baik disini. Bukannya manja dan sangat bergantung pada Lee seperti sebelumnya, disini Clementine bisa melawan zombie sendirian dan banyak membuat keputusan penting sendiri. Dan walaupun Clementine adalah karakter yang banyak disukai orang, mereka tak segan membuat Clementine berada posisi sulit dan membuatnya penuh darah.

Sisi kurangnya mungkin hanyalah episode ini kurasa terlalu pendek. Aku hanya bermain selama dua jam kurang untuk menyelesaikannya. Aku sedikit kecewa ketika tahu episode ini sudah berakhir dan sekarang harus menunggu sebulan lebih untuk episode dua. Tapi aku akan menunggu. Pasti kutunggu.

Trailer :

Pokemon X Review


Spoiler alert! Jika kau belum main Pokemon X, lebih baik jangan membacanya.

Seperti yang kita tahu, sekitar beberapa bulan yang lalu, Pokemon mengeluarakan game terbaru yaitu Pokemon X dan Pokemon Y. Aku sendiri sudah menyelesaikannya Pokemon X sekitar sebulanan yang lalu, dengan tim Hall of Fame adalah : Charizard, Greninja, Aurorus, Jolteon, Goodra dan Pangoro. Kini saatnya aku mereview game ini dan memberi penilaian berdasarkan fitur-fitur yang ada.

Gameplay : 10/10

Pokemon masih mempertahankan gameplay yang sama dengan game-game sebelumnya, hanya saja 3D membuatnya jauh lebih baik. Memang sudah saatnya Pokemon mencoba 3D karena semua game sebelumnya seperti terjebak dalam 2D, bahkan game Black/White dan Black2/White2 yang keluar di tahun 2010 dan 2012 masih menggunakan 2D padahal game series lain sudah berkembang jauh.

Dan memakai 3D berbuah manis karena hasilnya sangat bagus. Game ini memiliki peningkatan paling drastis dalam masalah gameplay. Pemakaian 3D tidak menghilangkan rasa bermain Pokemon yang sudah lama kita kenal, tapi justru membuatnya makin menarik dengan animasi yang lebih baik. Untuk masalah gameplay dan grafik, aku memberikan nilai sempurna.

Storyline : 7/10

Sebenarnya Pokemon X menawarkan hal yang sama seperti mencari banyak Pokemon sambil melawan rival dan tim super jahat, tapi entah kenapa aku merasa storyline di Pokemon X tidak terlalu sulit. Mungkin Pokemon membuatnya untuk mencari target pemain baru dan lebih memfokuskan kepada anak kecil, tapi bagi kita yang sudah main Pokemon gen sebelumnya, pasti merasa game ini sedikit terlalu mudah. Tidak terlalu banyak teka-teki di dalamnya dan biasanya berisi puzzle yang cukup mudah dipecahkan.

Rival : 8/10

Terlalu banyak rival di game ini, dan yang cukup berharga hanya satu, Serena. Sisanya hanya seperti teman kurang kerjaan yang selalu mengganggu kita, terutama Shauna yang sangat menyebalkan. Aku sempat kaget dengan adegan melihat kembang api bersama Shauna yang seperti adegan romantis dalam sinetron.

Rival utama kita jelas Serena (atau Calem jika kau pakai karakter perempuan). Dia mempunyai Pokemon yang cukup hebat dengan Mega Absol sebagai kartu as-nya. Ini rival yang cukup bagus, walaupun dia selalu tertinggal dari kita. Serena juga membantu kita mengalahkan Team Flare. Untuk ke depannya, aku ingin Pokemon membuat rival yang seperti Blue, dimana dia selalu satu langkah di depan dan menjadi musuh yang sangat pantas untuk dikalahkan dalam pertarungan akhir.

Evil Team : 9/10

Terlepas dari gaya noraknya, aku cukup suka dengan Team Flare. Mereka adalah contoh tim dengan rencana yang sangat jahat, yaitu membunuh semua orang dan membuat dunia baru. Itu baru tim jahat! Evil team sebelumnya kadang mempunyai rencana aneh seperti membuat bumi hanya tanah atau hanya air (ya, aku bicara padamu team Aqua dan team Magma!). Evil team sebelumnya yang menurutku cukup bagus hanyalah Team Rocket yang bergerak seperti mafia.

Lysandre, yang merupakan pemimpin Team Flare juga cukup sulit untuk dilawan, dengan Mega Gyarados sebagai Pokemon terakhirnya. Sifatnya yang awalnya cool tapi ternyata menyimpan kegilaan juga mempunyai daya tarik sendiri, walaupun aku masih tidak mengerti dengan gaya rambutnya dan kenapa dia membangun markas rahasia dibalik kafe.

Gym Leader : 6/10

Jujur saja, bagian ini agak mengecewakan karena terlalu mudah. Mereka semua hanya maksimal mempunyai tiga Pokemon dan bahkan Pokemon terkuatnya kadang sangat lemah. Contoh Olympia di gym ketujuh dengan Pokemon terkuatnya adalah Meowstic, atau Ramos di gym kelima dengan Gogoat-nya. Itu bukanlah Pokemon yang sulit untuk dikalahkan. Yang menurutku agak menantang adalah Valerie di gym keenam karena dia memakai tipe Fairy yang masih agak asing, dan Wulfric di gym terakhir yang mempunyai Abomasnow dan Avalugg.

Elite Four dan Champion : 6/10



Bagian Elite Four dan Champion sama saja dengan Gym Leader, mereka cukup lemah. Mereka hanya punya maksimal 4 Pokemon dengan level rata-rata 63-65. Memang tidak sangat lemah, tapi menurutku ini Elite Four yang cukup mudah dilewati karena setiap trainer biasanya hanya memiliki dua Pokemon yang cukup sulit. Bahkan Wikstrom, Elite Four tipe Steel, punya Klefki dalam timnya. Klefki!! Pokemon yang menggetarkan kuncinya untuk menakuti musuh! Sungguh tidak berguna.

Champion Diantha memiliki masalah lain. Dia memiliki enam Pokemon dan menurutku cukup bagus dengan Mega Gardevoir sebagai andalan. Masalahnya ada di kepribadian Diantha. Dia tidak memiliki aura Pokemon Champion. Maksudku, dia membawa tas tangan modis ke dalam Champion Battle! Diantha hanya seperti artis yang kebetulan menjadi Champion. Dia tidak seperti Steven atau Chyntia yang menjadi target kita. Diantha tidak pantas menjadi Champion, dan itu adalah kekecawaan terbesarku dalam game ini.

New Pokemon : 8/10

Aku sebenarnya agak kecewa dengan jumlah Pokemon baru yang hanya mencapai 70-an, tapi aku tak mau banyak protes karena banyak Pokemon baru yang kusuka seperti Pangoro, Avalugg dan Talonflame. Dan lagi, Pokemon X banyak menawarkan Pokemon keren dari game sebelumnya yang membuat pilihan party bisa semakin banyak. Aku tidak akan mengeluh banyak soal ini.

New Feature : 9/10

Pokemon gen ini banyak menawarkan fitur baru seperti Pokemon Amie dan Super Training. Super Training sangat membantu kita dalam melakukan EV Training, sedangkan Pokemon Amie membantu kita membangun hubungan dengan Pokemon, ini juga berefek dalam pertarungan. Aku secara pribadi sangat menyukai fitur-fitur baru ini walaupun ada juga yang bilang itu membuat game Pokemon jadi lebih mudah dan kurang menarik.

Fitur-fitur lain seperti PSS sangat membantu dalam hal berkomunikasi dengan pemain lain. Wi-Fi Battle juga sangat mudah dilakukan sekarang, ini adalah nilai plus untuk Pokemon X. Yang lain seperti Wonder Trade juga menarik walau kadang bisa kecewa juga kalau kita dapat Pokemon jelek sebagai gantinya.

Mega Evolution : 9/10

Ini adalah yang sangat kusukai dari Pokemon yang baru. Mereka akhirnya memutuskan mencoba sesuatu yang benar-benar baru dalam game Pokemon, dan hasilnya sangat bagus menurutku. Mungkin banyak yang bilang kalau Mega Evolution terlalu keluar jalur dan jadi mirip Digimon, tapi aku malah merasa ini sangat bagus untuk membuat Pokemon tetap menarik dan menambah variasi dalam kompetitif battle. Yang kurang hanyalah beberapa Pokemon menurutku tidak perlu diberi Mega Evolution, seperti Manetric atau Mienfoo, karena mereka toh tetap lemah.


Kesimpulan : 8/10

Pada akhirnya aku menyimpulkan kalau Pokemon X sangat bagus dalam hal perkembangan game Pokemon dan sangat menyenangkan untuk dimainkan dengan 3D, tapi masih bisa banyak dilakukan perkembangan seperti dalam hal tingkat kesulitan, rival, gym leader dan elite four. Aku juga berharap lebih banyak lagi Pokemon baru yang bisa ditangkap. Tapi sekali lagi,  Pokemon X merupakan contoh sukses Pokemon masih bisa terus berkembang dan menyenangkan.