Kemal si Blogger Iseng

show them all you're not the ordinary type

Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Cinta itu Simpel?


Namanya adalah Frank, dan mungkin dia adalah cowok yang paling sial dalam masalah percintaan.

Sebenarnya Frank bukanlah cowok brengek yang suka main cewek atau gampang dekat dengan cewek. Tidak, dia adalah cowok baik yang hampir semua perasaannya tulus terhadap cewek yang disukainya. Hanya saja, dia bodoh dalam menyikapinya sehingga perasaannya tidak berbalas.

Salah satunya adalah kasus dengan teman sekelasnya saat SMP. Cewek tidak beruntung itu bernama Dera. Dera termasuk cewek populer yang hampir semua sekolah tahu. Banyak cowok-cowok yang mendekatinya, termasuk Frank.

Masalahnya, berbeda dengan cowok lain yang mendekatinya, Frank hampir tidak punya modal. Misalnya yang lain mentraktirnya makan bakso di kantin, Frank paling mentok cuma membagi teh botolnya, itupun dengan gaya sok cuek. Biasalah, masih anak SMP.

Seari-harinya pun mereka hanya mengobrol sekali-sekali. Dera tidak pernah menganggap Frank teman yang spesial atau semacamnya. Tapi Frank tidak peduli. Dengan nekad, dia menembak Dera saat perpisahan di depan semua orang.

Hasilnya tentu saja bisa ditebak. Dera menolaknya dengan halus supaya Frank tidak merasa sakit hati. Tapi Frank tidak tahu diuntung, dia malah dengan santainya minta cium sebagai perpisahan terakhir. Kesabaran Dera habis dan tamparan pun mendarat di pipinya.

Frank tidak belajar dari kesalahannya. Saat dia SMA, dia kembali suka cewek populer, namanya Lia. Dia katakan pada teman-temannya kalau dia ingin menembak cewek itu.

“Lia? Serius kau?” kata Zico yang duduk disebelahnya saat mereka semua makan di kantin.

“Ya seriuslah aku!”

“Tapi, ini Lia lho,” kata Kemal, temannya yang lain sambil makan bakso, “Cewek populer yang banyak deketin. Hampir gak mungkin!”

“Aku setuju sama Kemal.” Ali disebelah Kemal ikut nimbrung, “Lagian kenapa tiba-tiba kau pengen nembak Lia?”

“Kemarin waktu ujian matematika, dia sempat minta petunjuk sama aku. Itu pertanda kan!” kata Frank dengan girang.

“Itu karena kau duduk dibelakangnya...” sahut Zico.

“Tapi kan ada juga teman yang duduk disebelahnya. Tapi tidak, dia malah minta ke aku! Pasti ada pertanda !”

Kemal geleng-geleng melihat tingkah Frank. Ali bahkan sampai melakukan facepalm. Tapi sebagai teman, tentu mereka mendukung Frank.

“Oke, bagaimana kau akan melakukannya?” tanya Kemal.

“Aku sudah tahu kesalahanku saat SMP, aku menembaknya di depan banyak orang. Dia jadi malu dan sulit untuk menerimaku.”

Ali mengangkat alis, “Jadi?”

“Sekarang aku melakukannya di saat Lia sendiri. Tanpa ada orang lain disekitarnya. Dengan begitu, kemungkinan aku diterima akan besar.”

Kawan-kawannya saling memandang, tak terlalu yakin.


“Saat kau bilang sendiri, aku tak pernah menyangka maksudmu adalah saat dia di kamar mandi!” bisik Zico kepada Frank saat mereka mengendap-endap ke depan kamar mandi cewek. Kemal dan Ali mengikuti dibelakang. Mereka tahu ini tidak akan berjalan sesuai keinginan Frank.

“Tenang saja,” kata Frank, “Yang penting kalian pastikan saja tidak ada cewek lain yang masuk saat aku nembak Lia.”

“Terserah kau saja.” Zico sudah pasrah dengan kebodohan Frank.

Frank pun masuk ke kamar mandi. Tadi dia melihat Lia masuk kesini saat bel istirahat berbunyi. Dia sudah memastikan tak ada lagi orang didalamnya selain Lia. Perlahan dia masuk ke sebelah kamar mandi yang terisi. Frank gugup, tapi akhirnya mulai berbicara.

“Lia, maukah kau menjadi pacarku?” katanya, sedikit lebih keras daripada seharusnya. Disebelah, terdengar suara teriakan kaget dan bunyi air.

“Siapa itu? Cowok? Tolong!! Ada pengintip!!” Lia mulai berteriak takut.

“Aku bukan pengintip!” kata Frank cepat-cepat, “Ini Frank!”

“Frank? Mau apa kau di kamar mandi cewek?” Lia mulai marah.

“Sudah kubilang tadi, maukah kau menjadi pacarku?”

“Tidak! Keluar dari sini!”

“Tapi...”

“Keluar!!” teriak Lia.

Frank dengan lesu keluar dari kamar mandi. Sekali lagi dia gagal.


Beberapa minggu kemudian, Frank mendapat kabar mengejutkan. Kemal ingin menembak Annisa, teman sekelasnya yang lain. Tidak mau gagal seperti Frank, Kemal membuat strategi yang matang agar penembakan ini sukses.

Frank bertugas untuk membawa salah satu teman Annisa menjauh sementara Kemal akan menembaknya saat dia sendirian. Yang membuat Frank senang, teman Annisa yang dimaksud adalah Lia. Ini kesempatan untuk paling tidak berkomunikasi lagi dengannya. Sejak kejadian di toilet itu, Lia menjauhi Frank.

Akhirnya tiba hari yang dimaksud. Zico dan Ali sudah melakukan tugasnya dengan baik. Kini giliran Frank. Dia berjalan ke meja Annisa dan Lia.

“Hai Lia,” katanya gugup. Lia tidak menjawab.

“Bisakah kau ikut denganku sebentar?”

“Kenapa?” tanya Lia cuek.

“Ngg...” Frank baru sadar kalau dia belum menyiapkan alasan, jadi dia mengarang dengan cepat, “Ibu kamu meninggal!”

Lia tersentak kaget, tapi tidak berkata apa-apa. Annisa marah dan menampar Frank, “Ibunya sudah lama meninggal tahu! Apa sih maksudmu?”

Frank kaget. Dia tidak tahu Lia sudah tidak punya ibu. Kini dia tidak bisa berkata-kata.

Untungnya, Lia jadi tidak semangat lagi dan pergi dari meja itu. Frank mengikutinya. Dia bermaksud mengejarnya, tapi Lia langsung pergi begitu saja, tak menghiraukan Frank. Yah, paling tidak tugas Frank sukses.

Hanya saja, penembakan Kemal ternyata gagal. Dia tidak sengaja membuat Annisa tersedak dan membuat cewek itu marah. Mungkin kami memang sial soal cinta.


Beberapa hari setelahnya, kabar yang lebih mengejutkan diterima Frank dari Zico dan Ali. Kemal jadian dengan Annisa!

“Tapi dia ditolak saat itu...”

“Ya,” kata Zico, “Dia menembaknya lagi saat sendirian di kelas dan Annisa menerimanya.”

“Hebat ya dia,” timpal Ali.

Mereka bertiga memang mempunyai masalah yang sama. Ali dengan Vania dan Zico dengan Vira. Mereka tidak bisa move on dari cewek yang pernah kami sukai. Saat itu, mereka bertiga entah kenapa seperti bisa mengerti perasaan satu sama lain.

Frank merasa dirinya tak mau kalah dari Kemal. Jika dia bisa dengan cara simpel seperti itu, dia juga akan melakukan hal yang sama.

Maka saat bubar kelas, dia menahan Lia agar jangan keluar kelas dulu. Dia mengatakan akan jujur dengan Lia. Sebenarnya Lia tidak peduli, tapi dia akhirnya mengalah dan mencoba mendengarkan.

“Aku suka kamu. Memang salahku kemarin saat kejadian di kamar mandi itu. Tapi itu kulakukan karena aku tak tahu bagaimana cara menembakmu.”

Lia mengangkat alis, “Kau tidak tahu lagi cara menembak cewek selain di kamar mandi?”

“Bukan begitu. Hanya saja, aku sulit berpikir dengan logika jika memikirkanmu. Aku belum pernah merasakan sesuka ini dengan cewek.”

Lia menghela nafas, “Dengar ya Frank. Kau tidak bisa menembak cewek begitu saja. Kita bahkan tidak terlalu saling kenal. Kau bahkan tidak tahu tentang orangtuaku. Aku tidak tahu apa kebaikanmu yang bisa membuatku tertarik. Cinta tak sesimpel itu.”

Frank terdiam.

“Sudah ya. Aku mau pulang.” Lia berbalik dan meninggalkan kelas.

Frank masih tidak bergerak untuk beberapa saat. Dalam kasus Kemal, Annisa tidak membuatnya serumit ini. Frank bukannya menyerah dalam mengejar Lia, hanya saja ini pukulan telak baginya yang selalu menganggap cinta itu mudah.


Dengan ini, dia makin dewasa. Frank yakin, saat berikutnya, dia akan mencoba mengenal lebih baik cewek yang disukainya. Saat berikutnya, dia akan mendapat cewek yang dia idamkan.

baca cerita dari sudut pandang Kemal disini.
baca cerita dari sudut pandang Ali disini

baca cerita dari sudut pandang Zico disini.

Ketika Bulan Jatuh Cinta Pada Matahari


Bulan senang tak kepalang. Hari yang ditunggunya sebentar lagi tiba, yaitu hari ketika dia bertemu dengan kekasihnya, Matahari.
Ketika pertama kali bertemu beratus-ratus tahun yang lalu, bahkan jutaan tahun yang lalu, bulan langsung jatuh cinta. Matahari yang sangat perkasa, memancarkan sinarnya ke bumi tanpa lelah tanpa pernah mengeluh sedikitpun. 
Hal yang sama terjadi dengan Matahari. Dia kagum dengan keanggunan bulan, yang membuat langit gelap menjadi indah. Sejak saat itu, Matahari terus membagi sinarnya pada Bulan, sekedar membuatnya hangat.
Sejak saat itu pula, jika mereka sedang jauh, maka mereka akan saling mengirim pesan lewat para Bintang. Pesan Bulan akan disampaikan dari satu bintang ke bintang lainnya hingga sampai ke Matahari lalu dibalas dengan cara yang sama. Kadang pesan juga disampaikan lewat bintang jatuh yang kebetulan lewat. Perasaan mereka terhadap yang lain makin lama makin kuat.
Akhirnya tiba jugalah hari itu. Hari dimana bulan tepat berada di depan Matahari. Hari dimana Bumi menjadi gelap, sehingga manusia-manusia di Bumi tak bisa melihat mereka sedang berciuman mesra.


When the Moon Fell in Love With The Sun
All Was Golden In The Sky
All Was Golden When The Day Met The Night


(cerita ini pernah diposting di kemudian.com)
(terinspirasi dari lagu Panic at the Disco - When the Day Met the Night)

Cinta itu Rumit?


Aku dan ketiga temanku berkumpul untuk melaksanakan rencana kami, rencana yang sangat matang agar aku bisa menembak Annisa dengan keren. 
"Oke, kita ulang lagi. Annisa akan makan batagor bersama temannya saat jam makan siang. Saat itulah aku, Zico dan Frank akan mengajak temannya satu-satu agar meninggalkan dia sendirian. Saat itulah kau datang dari belakang, menepuk bahunya dengan lembut, lalu memberikan dia bunga yang kemarin kita beli. Setelah itu tembak dia didepan anak-anak lain," jelas Ali, temanku yang juga kepala strategi dalam misi ini.
Kami mengangguk. Aku mungkin terlihat tenang diluar, tapi didalam bunyi jantungku seperti bunyi gendang saat lebaran.
"Kem, kau siap gak?"
"Iye, iye."
"Pokoknya kalau ini berhasil, dirimu akan dapat pacar dengan gaya," timpal Zico.
Aku sekali lagi mengangguk. Ini harus berhasil.
Mungkin akan kuceritakan sedikit tentang perasaanku sekarang. Awalnya aku hanya menganggap Annisa cewek sekelas yang biasa. Tapi perlahan-lahan rasa cinta itu muncul. Aku tidak tahu kenapa. Mungkin karena sikapnya yang ceria. Mungkin karena dia yang selalu baik denganku. Yang jelas, aku semua tentang dia sekarang.
Setelah aku menyadari perasaan itu, hidupku persis orang sakit mental, terutama kalau di depan dia. Kalau dia ajak bicara, aku kesulitan mengerti apa yang kubilang. Kadang selama pelajaran aku curi-curi pandang, dan kalau dia keluar kelas, aku langsung merenung sendirian. Persis kan kayak orang sakit mental.
Ali dengan cepat sadar kalau aku sedang suka sama Annisa. Ini anak pikirannya emang jeli kalau melihat sesuatu yang berhubungan dengan hubungan orang lain, tapi sayangnya tak menular ke pelajaran. 
Dialah yang mengusulkan pertama kali agar aku menyatakan perasaan ke dirinya. Aku jelas minder. Annisa itu cewek populer di kelas, dan nembak di depan teman-teman itu berisiko besar. Mending kalau berhasil, kalau gagal cerita itu bisa terus berlanjut sampai aku lulus SMA.
"Bro, bro, cinta itu perlu pengorbanan," kata Ali.
"Ya Bro, kalau mau berhasil ya harus usaha," timpal Frank. Nih anak gaya banget, padahal baru-baru ini dia juga ditolak dengan sadis oleh orang yang disukainya. Gimana kalau itu juga terjadi padaku?
"Kayaknya cara kita rumit banget ya," kataku.
 
"Udahlah Kem," jawab Zico, "kita coba aja dulu. Selalu ada kemungkinan berhasil kan. Cinta itu emang rumit." Dan dengan itu kami bubar.
Harinya pun tiba. Selama pelajaran jantungku terus berdetak kencang, sampai tidak fokus sama pelajaran (yah, biasanya juga aku gak fokus sih). Puncaknya adalah ketika bel berbunyi. Aku dan teman-temanku saling melihat. Saatnya rencana dimulai.
Sesuai dugaan, Annisa pergi makan batagor dengan tiga temannya. Aku menunggu dibalik dinding, mengintip-intip dengan khawatir. Kulihat Zico muncul dan berbicara dengan mereka, lalu membawa satu temannya pergi. Setelah itu Ali melakukan hal yang sama. Muka mulai Annisa terlihat bingung. Tak lama, Frank muncul dan berhasil membawa temannya yang terakhir, walaupun aku melihat Annisa sempat memarahinya. Entah apa yang dia jadikan alasan untuk membawa temannya tapi aku yakin pasti bodoh.
Sekarang giliranku. Rasanya jantungku mau melompat keluar saking tegangnya. Aku menyembunyikan bunga di belakang badanku. Dengan pelan, aku berjalan ke belakangnya.
Mungkin karena terlalu tegang, aku tak sengaja menepuk bahunya terlalu keras. Hal yang terjadinya sungguh diluar dugaan. Badannya menegang dan dia terlihat kesakitan. Ternyata aku tak sengaja menepuknya saat dia sedang menyuap batagor ke mulutnya, dan itu membuat dia tersedak batagor.
Situasi langsung berubah 180 derajat, dari yang aku mau menembak dia dengan keren, malah berakhir dengan dia meronta-ronta minta bantuin. Karena panik, aku dengan bodohnya menepuk-nepuk dia dengan bunga yang tadinya akan kuserahkan padanya. Annisa dengan susah payah minum dan kembali normal.
Kini Annisa menatapku dengan marah, "Apa-apaan sih kagetin gitu?? Aku hampir mati tahu!"
Aku tak bisa bicara saking tak tahu harus ngapain lagi.
"Dan itu bunga dari mana? Bukannya bantuin malah pukul aku pakai bunga."
Entah darimana, ada suara sialan berteriak, "Ciee Kemal bawa bunga buat Annisa!!" Imbasnya, teman-teman di kantin mulai bersorak menggoda kami. Annisa menatapku, tapi aku hanya bisa bertampang cool (baca : pucat). Karena tak ada jawaban, Annisa pergi meninggalkan kantin. 
Teman-temanku datang untuk menghiburku, "Kau tuh bodoh banget ya," kata Zico. Makasih lho Zico, itu sangat menghibur.
"Aku tak tau harus berbuat apa."
"Aku juga tak menyangka bisa sesial itu," kata Ali, "Ya udahlah, mungkin dia memang bukan buatmu." Aku mengangguk saja, walau sebenarnya tak setuju.
Besoknya, Annisa sedikit bersikap menjauhiku. Dia memang masih mau diajak bicara, seakan-akan tak terjadi apa-apa kemarin, tapi aku merasa berbeda. Dia tidak seakrab dulu. Dan hal itu berlangsung terus. Teman-temanku sendiri sudah menyuruhku menyerah.
Suatu hari, secara tak sengaja, aku bertemu dengan Annisa saat kelas kosong. Teman-temannya sudah pergi duluan dan dia harus mengambil sesuatu dulu di tas. Aku saat itu tak banyak berpikir dan langsung memanggilnya.
"Annisa."
Dia melihatku, "Ya?"
"Aku ingin mengatakan sesuatu..."
Annisa berhenti merogoh tasnya, menunggu kata-kataku.
"Aku sebenarnya suka padamu. Sudah lama aku memendamnya. Maafkan yang kulakukan waktu itu di kantin. Bunga itu tadinya buatmu. Teman-temanku mencoba membuat keadaan supaya kamu sendiri. Maaf sekali lagi. Aku hanya tak tahu harus melakukan apa."
Aku sudah siap dia marah atau paling tidak meremehkanku, tapi ternyata dia malah menghela nafas. "Kenapa harus rumit gitu sih? Kamu kan bisa bilang aja."
"Aku merasa....cara itu lebih keren."
Dia tersenyum, senyuman yang sangat manis, mungkin itu juga salah satu alasan kenapa aku menyukainya. Dia mendekatiku dan memegang tanganku, "Ini juga keren kok." Setelah itu dia berjalan ke arah pintu.
"Eh tunggu," kataku, "Apa itu artinya kamu menerima perasaanku?"
Annisa menoleh kepadaku dan tersenyum lagi, "Menurutmu?" 
Dia lalu pergi. 
Aku berdiri sendirian di kelas. Perasaanku luar biasa lega bercampur luar biasa senang.
Kalau dipikir-pikir lagi, selama ini aku hanya memikirkan hal-hal yang tidak penting seperti bagaimana cara menembaknya dengan keren atau reaksinya saat kutembak, aku tak pernah menyangka cara seperti inilah yang paling tepat.
Jadi apakah cinta itu rumit?
Menurutku cinta itu sederhana. Kita hanya perlu menunggu waktu yang tepat.

Tips Untuk Pasangan LDR


Baru-baru ini, temenku putus sama pacarnya karena pacarnya pindah dan dia gak mau LDR. Beberapa pasangan lain pun punya masalah dengan LDR. Karena itulah, saya, Kemal Mahmud Msc McD MBA, sebagai pakar cinta LDR akan menuturkan tips tips dalam memuluskan hubungan cinta jarak jauh kalian. Pasti berhasil, karena saya sendiri udah gak ketemu pacar selama 2 tahun, huhuhu (curhat).

Buatlah Pasangan Agar Selalu Kangen
Rasa kangen sangat penting dalam LDR. Karena itu, anda harus rajin-rajin membuat pasangan kangen. Kalau baru pertama-tama jauh mungkin kangen itu sangat gampang, tapi kalau udah terbiasa dan tau-tau didekatnya ada cowok yang bikin dia kangen, nah lho! mampus ente!! (lho kok jadi betawi)

Biasakan telpon si doi, tapi jangan terlalu sering juga. Kira-kira setiap 2 hari atau 1 tahun cahaya (mana tau pasangan anda adalah astronot). Isi pembicaraan juga sudah dipikirkan matang-matang, jangan ketika nelpon anda malah diam-diaman karena gak tau apa yang mau dibicarain, kan sayang pulsa. Pembicaraan tak perlu selalu romantis, bicarain aja hal-hal yang terjadi seharian. Kadang pembicaraan ringan kayak gitu bisa lebih romantis daripada bicara romantis mulu.

Yang penting komunikasi, jaman sekarang banyak kan jenis komunikasi, bisa nelpon, webcam atau chatting, jangan NELPON GAK PERNAH, SMS GAK PERNAH, nanti kamu dikira GAK PUNYA PULSAAA~~~.

Mengatasi Kebosanan
Walaupun udah sering telpon-teponan, ada kalanya kebosanan tetep datang. Jika dia yang bosen, lakukan banyak cara agar dia kangen kembali. Banyak kok caranya, dari nasih kejutan atau mungkin anda diemin dulu selama seminggu, baru telpon lagi. Biasanya ketika dengar suara anda, dia bakal kangen lagi. Asal jangan kelamaan didiemin, udah punya anak baru anda telpon lagi.

Kalau anda yang bosan, coba ingat-ingat ketika anda suka sama dia. Ketika dulu pedekate, gimana susahnya sampai anda akhirnya diterima. Baca lagi sms-sms mesra dari dia (kalo ada). Jika perasaan cinta anda menguat kembali, langsung telpon dia. Mendengar suaranya akan terasa lebih enak daripada biasanya. Sebelumnya isi pulsa dulu ya.

Anda dan pasangan juga sebaiknya membuat permainan yang bisa dilakukan lewat hp, seperti tebak lagu atau tebak kata, atau yang ekstrim, tebak celana dalam. Kalo bener, yang ditebak harus buka celana dalamnya (buset!! jangan dicoba!!).

Saling Setia
Kesetiaan mungkin adalah yang paling penting dalam LDR. Jika udah pisah sama pasangan, bakal banyak banget godaan. Cewek-cewek yang cantik atau cowok-cowok yang ganteng, yang mungkin ternyata perhatian sama kita, ini bisa jadi menguji keimanan anda. Selingkuh bisa dilakukan dengan mudah, semudah membalikkan celana dalam.

Jika anda udah mulai tergoda untuk selingkuh, coba ingat pasangan anda disana, bayangkan kalau dia selingkuh, apa anda gak sakit hati? Biasanya sih, orang selingkuh lebih karena pelampiasan, bukan bener-bener suka. Pelampiasan karena gak ada yang bisa di ajak malam mingguan, atau pelampiasan karena gak ada yang bisa dicolek-colek. Makanya ingat-ingat kembali perasaan pasangan anda, orang yang betul-betul anda sukai.

Ingat, selingkuh bukan hanya karena niat, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!

Tetap Berusaha Ketemu
Seenak apapun bicara lewat hp, pasti lebih enak kalo bisa ngobrol langsung. Anda sebaiknya mulai menabung agar bisa pergi ke tempat dia, gak perlu lama-lama disana, hanya untuk melepas rasa kangen yang udah numpuk. Yang perlu diingat adalah, jangan lupa beli tiket pulang. Jangan sampai anda hanya menyiapkan uang untuk pergi kesana, tapi gak ada buat balik. Jadi gelandangan deh disana.


Udah ah, laper nih. Semoga yang LDR mendapat pencerahan. Salam dangdut.

Ketika Pacaran Mengubah Seseorang Menjadi Aneh

Cinta itu emang bisa bikin orang aneh. Sepanjang hidupku, aku udah berkali-kali liat orang yang kepribadiannya berubah 100% saat pacaran. Dari cowok yang macho abis bisa berubah menjadi lemah gemulai saat berduaan sama pacarnya.

Kalau lagi sama temen


Temen : "Mau kemana kita nih?"
Cowok : "Studio aja. Kita bikin lagu rock lagi! Yeaaa!"

Kalau lagi sama pacar


Pacar : "Kita kemana nih sayang?"
Cowok : "Aku sih kemana aja oke asal deket sama kamu." (Buset, jadul abis gombalannya)

Mereka juga berubah menjadi sangat dermawan kalau udah sama pacar. Si Dia dibeliin barang baru tiap minggu, aku ngutang 10 ribu aja dimaki-maki. Kesel aku kesel! (dengan gaya Peggy Melati Sukma)

Tapi yang paling aneh dari proses pacaran adalah : bisa mengubah seorang anak manusia menjadi alay maksimal.

Contoh kalau lagi ditelpon, mereka akan berdebat siapa yang harus menutup telpon duluan.

Cowo : "Kamu dulu dong yang tutup telpon."
Cewe : "Aahhh, kamu dong."
Cowo : "Kamu aja ah..."
Cewe : "Hmmm, oke!" Ckrek (telpon ditutup)
Cowo : "Asem, bener-bener ditutup!"

Mereka juga memasang foto mereka berdua sebagai profil mereka masing-masing di FB ataupun Twitter, dan kadang fotonya sama, biar keliatan kompak. Dan gak cukup ketemuan, telponan dan sms-an, mereka juga wall-wall-an di FB. Aku pernah liat wall FB dari seorang temenku isinya cuma postingan dari ceweknya, yang kebanyakan menggunakan kata-kata "Ih sayang" "Miss U hon.." "Besok bayarin makan lagi ya"

Kadang aku ngerasa cewek itu agak aneh saat pacaran. Kalau digombalin, mereka akan bilang, "Ih, sok gombal deh!" tapi dia seneng juga.

Yang paling nyebelin tuh kalau cewek udah ngambek, gak bisa jujur. Kalau ditanya, "Kamu marah ya?" jawabannya pasti "Enggak kok" padahal muka udah kelipet-lipet. Harus ditanya berulang-ulang sampai dia ngaku, dan kita harus membuatnya ngaku, kalau gak bakal dianggap gak pengertian.

Kalau udah galau, maka manusia akan sangat sangat sangat aneh. Mereka akan meng-update status-status yang gak jelas.

"Aku pengen banget ngelupain dia." ---> status ketika baru putus

"Ternyata aku gak bisa ngelupain dia." ---> status ketika jadian sama mantan.

Lihat? Perubahan mood yang sangat ekstrim kan. Parah parah....