Kemal si Blogger Iseng

show them all you're not the ordinary type

Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Dari Batu ke Hongkong (Part 2)


Seperti yang kubilang sebelumnya, setelah berleha-leha di Surabaya, kami sekeluarga melanjutkan jalan-jalan ke tempat yang lebih jauh, yaitu Hongkong.

Pesawat dari Surabaya sempat transit dulu di Malaysia dan kami harus menunggu sekitar tiga jam sebelum bisa naik pesawat lagi. Perjalanan dari Malaysia ke Hongkong memakan waktu tiga setengah jam. Tentu saja itu bukan masalah bagiku yang sepuluh menit masuk pesawat langsung tidur kayak orang mati.

Di Hongkong kami tidak tinggal di hotel-hotel mewah. Kami mencoba tinggal di hostel yang biasanya tempat para backpacker. Tempatnya aneh, tidak ada pintu depan, yang ada justru lift yang langsung mengarahkan kita ke lantai tempat kamar kita berada. Karena liftnya satu, kita harus mengantri untuk naik dan turun.

Kamarku berada di lantai 16. Kamarnya kecil, tapi nyaman. Fasilitasnya juga lumayan lengkap. Ada juga TV yang cukup besar walau aku jarang banget nonton mengingat acaranya entah apa-apa. Kamar mandi juga dilengkap air panas karena Hongkong itu lagi dingin-dinginnya. Oh ya, internetnya cepat banget,

Tujuan pertama di Hongkong sih udah jelas : Disneyland! Aku pernah kesana sekitar tiga tahun yang lalu. Katanya sekarang mereka menambah area baru yang bernama Toy Story land.

Untuk mencapai kesana, kami naik kereta bawah tanah yang jalurnya sudah jelas. Enak banget deh kalau Indonesia punya sarana transportasi kayak gini, cepat dan tepat waktu, pasti bisa mengurangi tingkat kemacetan. Jakarta katanya mau membuat kereta bawah tanah, tapi entah kapan jadinya.

Disneyland di hari libur ramenya mirip Dufan. Baru mau beli tiket aja antrinya panjang. Kami jadi harus memilih-milih naik wahana karena kalau mau naik semuanya gak bakal cukup waktunya.

di depan istana Disney, kami terlihat seperti putri

Wahanya yang paling kunaiki adalah Space Mountain. Itu tuh rollercoaster dalam ruangan yang keren banget. Kita kayak berkendara di luar angkasa. Rollercoasternya juga cepat dan di kursinya diputar musik yang cocok sama wahananya. Mantep lah.

Jalan-jalan sebentar, di jalan utama ada parade. Setahuku biasanya parade itu saat sore, makanya kaget juga. Tema paradenya sih kayaknya berkisar soal perjalanan udara karena tiap karakter disney berada dalam kendaraan terbang.

Para karakter utama Disney di kendaraan entah apa

Tidak lupa kami mencoba area baru, Toy Story land. Disini ada wahana yang mirip kapal ombang-ambing di Dufan (aku lupa namanya) tapi versi jauh lebih seremnya karena kapalnya sampai miring lebih dari 90 derajat. Aku memang cowok jantan yang tak takut apapun, tapi melihat wahana itu dari jauh aja sudah membuatku mabuk darat, jadi aku tidak naik.

Ada juga wahanya yang kita naik semacam mobil ke dalam istana. Awalnya kukira  wahana horror, tapi ternyata itu tidak menakutkan sama sekali dan justru keren. Gambar dan patung di dalamnya dibuat seperti hidup dengan efek sinar dan gambar 3D. Sangat disarankan untuk mencobanya.

mencoba bergaya seperti mainan di Toy Story Land. Gagal.

Kami sempat khawatir soal makan di Disneyland karena seperti yang kita tahu, Hongkong tidak banyak memiliki orang Islam sehingga hampir semua restoran disana mengandung babi. Jika tidak menemukan daging halal, kami harus makan-makanan seafood. Kunjungan pertama keluarga kami ke Hongkong, 90 persen makanan kami adalah fish burger dari McDonald.

Untunglah ternyata ada restoran yang menyajikan makanan halal. Hampir semuanya adalah jenis makanan India. Tapi hey, aku tak protes karena yang penting makan. Di dekat hostel tempat kami menginap juga ada makanan India yang halal. Jika waktu itu fish burger, maka kali ini 90 persen makanan kami adalah kari dan roti canai.

Sisa hari itu dihabiskan menaiki wahana-wahana lain yang tidak terlalu penuh antriannya. Kami sempat nonton pertunjukan Lion King dan aku sekali lagi naik Space Mountain. Kami mengakhiri jalan-jalan ke Disneyland dengan melihat pertunjukan kembang api.

Besoknya, kami pergi ke tempat yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya, yaitu Museum Madame Tussauds. Bagi yang gak tahu apa  Museum Madame Tussauds, itu adalah museum dimana dipamerkan patung lilin dari orang-orang terkenal yang memiliki pengaruh besar pada dunia, dan karena di Hongkong, beberapa patung artis terkenal Hongkong juda ada disana.

Untuk mencapai disana, kami harus menaiki trem yang berjalan mendaki gunung. Museum Madame Tussauds berada di wilayah Peak Tower yang memang terkenal karena ketinggiannya. Agak serem juga naik trem yang berjalan pelan dengan sudut curam seperti itu.

percaya atau tidak, pemandangan ini ada di samping wc umum

Patung Bruce Lee menyambut kami di depan museum. Di dalamnya banyak lagi artis yang kukenal, walau beberapa aku bahkan tidak pernah mendengar namanya, sepertinya artis hongkong. Museumnya tidak terlalu ramai sehingga kami bisa foto-foto dengan mudah. Bukan hanya patung artis yang ada di sana. Patung-patung dari orang-orang yang mempunyai sumbangan pada dunia ada, seperti Albert Einstein atau Mathama Gandhi. Bahkan disana ada patung Adolf Hitler!

Tiara dengan teman baiknya

Ada juga area tempat atlit-atlit terkenal dulu seperti Yao Ming dan Muhammad Ali. Yang aneh, ada tempat yang isinya superhero dan karakter-karakter film anak kecil seperti Spiderman, Iron Man, dan Astro Boy. Bahkan ada pintu kemana saja milik Doraemon, entah kenapa.

Kami banyak foto-foto di museum itu, tapi inilah foto favoritku :

menang adu suit dari Michael Jackson

Selesai dari Museum Madame Tussauds kami tidak langsung pulang. Kami mencoba naik ke puncak dari Peak Tower. Pemandangan di atas sangat indah dan suasananya sangat dingin. Kami bisa memilih apakah mau memakai stereo guide atau tidak. Aku sendiri memilih tidak mengambilnya karena ingin menikmati pemandangan tanpa ada suara orang berbahasa inggris menjelaskan gedung yang entah mana.

pemandangan hutan besi

Besoknya kami menghabiskan hari dengan berjalan-jalan mengitari Hongkong. Kami mencoba tur bus dua tingkat yang tidak beratap. Selagi berjalan, kami diberi penjelasan lewat audio guide di kursi masing-masing. Anginnya sangat dingin di atas, tapi kami dapat headset gratis, jadi aku tidak mengeluh. Oh ya, kami sempat melewati taman yang dipenuhi orang-orang dari Indonesia. Ternyata hari itu adalah hari Indonesia atau semacamnya dimana orang-orang dari Indonesia yang tinggal di Hongkong keluar dan bertemu bersama.

Setelah itu kami hanya berjalan-jalan sebentar. Belanja dan foto-foto di tempat yang terlihat bagus. Malamnya kami menikmati pertunjukan lampu. Jadi kami menonton gedung-gedung di seberang menghidupkan lampu-lampunya secara berirama. Tak terlalu heboh menurutku, tapi cukuplah sebagai pertunjukan penghibur sebelum kami ke kembali ke negara tercinta Indonesia.

bergaya dengan keren di Hongkong sebelum pulang

Dari Batu ke Hongkong (Part 1)


Liburan kemarin, aku pergi ke berbagai tempat. Tentu saja itu dimulai dengan pergi ke ibukota kita tercinta, Jakarta. Perjalanan dari Bandung ke Jakarta kutempuh dengan sangat menyakitkan. Sekitar 7-8 km dari Jakarta, aku sudah mulai kebelet pipis.

Awalnya kupikir pasti bisa kutahan, toh tinggal dekat ini. Tapi aku lupa Jakarta terkenal akan kemacetannya, sehingga perjalanan yang tadinya palingan setengah jam lagi juga udah sampe, berubah menjadi neraka selama dua jam lebih.Jujur aja, aku sempat beberapa kali pasrah dan sudah membayangkan skenario terburuk jika aku harus ngompol di travel. Tapi berkali-kali juga kuingatkan diriku agar tidak menyerah, mengingat masih ada masa depan yang harus kuperjuangkan. Akhirnya aku bisa sampai tanpa bocor, walau sangat nyaris. Awal yang bagus untuk liburan.

Di Jakarta, aku berkumpul bersama keluarga plus tante dan nenekku. Besoknya kami melakukan perjalanan ke Surabaya. Seperti biasa, pesawatnya datang telat. Malah kelewat telat sampai-sampai orang-orang sudah berkumpul di meja resepsionis dan marah-marah. Setelah naik, aku baru tahu alasan kenapa pesawat itu telat, yaitu kursi pesawatnya baru dipasang. Hmm, baru kali ini aku mendengar alasan begitu. Aku hanya berharap mereka sudah ingat untuk memasang mesin pesawat dengan benar.

Sampai di Surabaya, kami langsung melakukan perjalanan darat ke Batu. Disinilah kami akan tinggal untuk beberapa hari.

Mungkin kau bertanya-tanya, memang ada apa sih di Batu? Kebun binatang!! Semuanya terletak di Jatim Park 2. Disini aku pergi ke dua jenis kebun binatang. Yang pertama aku pergi ke kebun binatang yang isinya patung semua. Tapi jenis hewannya sangat banyak, dan beberapa ditampilkan dengan sangat gaya seakan-akan mereka masih hidup.

hug me brotha!!

Bukan hanya hewan dari masa kini, tapi juga banyak patung hewan dari masa lalu, termasuk tulang dinosaurus! Gak tau deh itu nyata atau enggak.

Di tempat ini juga disediakan semacam panggung bagi yang ingin foto-foto. Kalau mau difoto dengan kamera bagus juga bisa. Tapi yah, bayar dong. Secara umum, tempat ini sangat bagus dan tertata rapi. Aku pernah sekali ke museum kayak gini, yaitu di Museum Rahmat di Medan, hanya saja ini jauh lebih besar.

menangkap buaya dengan jantan

Kebun binatang satu lagi benar-benar memperlihatkan hewan yang masih hidup. Aku tak terlalu ingat semua binatang disana, mungkin jenis binatangnya tidak terlalu banyak berbeda dari kebun binatang lain. Hanya saja, tempat ini besar dan menurutku cukup bersih. Walaupun tempatnya dibagi-bagi, pengunjung dibuat hanya berjalan di satu jalur sehingga semua binatang dapat dilihat tanpa harus berputar-putar. Itu juga salah satu kelebihan kebun binatang ini.

Tentu saja di kebun binatang ini juga ada tempat foto-foto dengan hewan asli. Ada yang bisa dengan burung, dengan kera, hingga dengan harimau kecil. Karena aku jantan, aku memilih hanya berfoto dengan burung elang.
Kemal si manusia petualang

Selain meliha-lihat binatang, kami juga sempat main arung jeram. Ini permainan arung jeram pertamaku dan aku sempat ketakutan. Kami harus mendengar kata-kata instruktur sebelum terjun ke sungai. Kami diberikan beberapa instruksi yang akan dipakai saat nanti, seperti misalnya jika instrukturnya bilang, "Dayung kanan!!" berarti yang duduk sebelah kanan dayung (udah jelas banget ya). Dia juga bilang kalau air terjun pertama yang akan kami lewati adalah yang paling menakutkan. Itu jelas menambah turun semangatku.

Seperti yang dia bilang, air terjun pertama memang yang paling mengerikan. Ketika aku tercebur, helmku lepas entah kemana. Setelah itu, untungnya tidak ada yang terlalu mengerikan lagi. Arusnya jadi cukup deras karena hujan turun cukup lebat, tapi paling tidak kami selamat tanpa ada satupun yang tenggelam. Kami sempat berhenti ketika arusnya pelan. Pemandangannya sangat cantik, ditambah lagi karena adanya hujan. Sayang gak bisa foto-foto.

Jika kau merasa itu masih kurang, di Batu juga ada semacam taman lampu yang sering didatangi orang saat malam hari. Aku tak sempat kesana karena sekitar tengah malam, kami mau ke Gunung Bromo.

Aku awalnya gak tahu mau kesana, jadi kaget juga. Aku tadinya emang udah pengen banget kesana sama teman-teman kampus, tapi gak kesampaian. Untunglah bisa pergi sama keluarga.

Perjalanan ke sana cukup memakan waktu. Tiga jam perjalanan darat lalu disambung naik mobil Jeep setengah jam untuk mencapai puncak gunung. Cuacanya disana itu dinginnya minta ampun. Baru kali itu aku sampai harus membeli sarung tangan dan topi untuk mengatasi dingin.

Di puncak gunung, sudah disediakan tempat bagi orang-orang yang ingin melihat matahari terbit. Kami masih harus menunggu sekitar 30 menit lagi sampai matahari benar-benar keluar. Suasana di atas Gunung malah lebih dingin, ditambah sesekali angin kencang. Tapi jujur aja aku gak menyesal. Pemandangan di atas sangatlah bagus. Kita seperti berada di lautan awan, dengan puncak gunung yang lain terlihat samar-samar.

kedinginan di lautan awan

Jujur aja, matahari terbitnya justru gak terlalu keliatan karena kehalangan awan, tapi seperti yang kubilang tadi, pemandangannya tetep sangat keren. Banyak banget orang disini buat foto-foto.

Perjalanan ke Bromo tidak berhenti sampai disitu. Kami juga menjelajahi ke lembah gunung. Disana ada lapangan yang sangat luas. Kita bisa menaiki kuda disana, atau bisa juga memanjat ke atas dengan berjalan kaki. Hanya saja meneruskan ke atas akan membutuhkan waktu satu jam jika tidak memakai kuda. 

abang dan adikku (kuda tidak termasuk)

Setelah itu kami berhenti lagi dua kali di tempat-tempat yang mirip, hanya berbeda-beda pemandangan saja. Semua perjalanan itu dilakukan dengan Jeep khusus karena jalannya hanya berupa tanah, mobil biasa tidak akan bisa melewatinya. Senang rasanya melihat gunung yang hijau-hijau setelah lama di kota mulu.

pemandangan yang indah sepanjang jalan

Akhirnya setelah berputar-putar, kami kembali ke bawah. Matahari juga mulai menghangatkan cuaca sehingga rasanya enak sekali. Kami kembali ke Batu dan beristirahat sebentar, lalu kembali ke Surabaya selama dua hari. 

Kami tak hanya diam di Surabaya. Kali ini kami menuju air terjun....aku lupa namanya. Pokoknya air terjun. Tempat itu juga dipenuhi pengunjung, terutama anak-anak sekolah yang sepertinya melakukan darmawisata. Air mancurnya, yaah tidak jelek sih, tapi juga tak bisa dibilang spesial. Tak ada terlalu banyak yang bisa dilihat disitu, jadi setelah makan, kami langsung kembali. Ngomong-ngomong, disitu ada juga jual sate kelinci. Aku sangat ingin coba makan sate kelinci, tapi secara bersamaan juga merasa tak enak karena penjualnya harus memotong binatang seimut itu.

seperti kencing di pagi hari

Puas jalan-jalan di Batu dan Surabaya, kami melanjutkan perjalanan ke tempat yang lebih jauh, yaitu ke Hongkong.

Rencana Pembunuhan Presiden (+ Bloopers)



Satu lagi video random yang kubikin bareng adik-adikku. Kali ini ceritanya tentang Presiden yang mendapat surat ancaman yang mengatakan dia akan dibunuh saat pidato. Sekretaris-nya lagsung bergerak cepat dan meminta agen-agen detektif melindunginya. Bisakah Presiden terselamatkan? Cek aja di video bawah ini :-)



Bloopers :


Detektif Itu (+ Bloopers)

Tepat di hari puasa terakhir, aku dan adik-adikku kurang kerjaan dan mencoba membikin trailer film asal-asalan. Ceritanya terjadi pembunuhan (aku yang mati) lalu seorang detektif bernama Itu mencoba memecahkannya. Tentu saja hasilnya jadi aneh karena gak ada yang bisa acting. Videonya bisa dilihat disini :



Bloopers video :


Singapura dan UAS

Akhirnya bisa nulis di blog lagi!! Beberapa hari ini emang banyak banget masalah yang menghalangi aku nulis santai di blog ini. Tugas banyak parah, dan lewat perjuangan tak kenal lelah, akhirnya selesai juga tanpa kurang satupun. Hohoho. I am the champion, you are loser!!

Kemaren juga sempet nih lappy (nama laptopku, gak kreatif ya) rusak dan lambat banget jalannya. Setelah di servis, jadi banyak data yang hilang, termasuk cerita-ceritaku yang udah banyak itu! Parah abis lah, serasa matahari tak bersinar (padahal emang lagi malam).

Ada banyak yang mau kuceritain selama vakum di blog, tapi satu-satu lah. Pertama, liburan kemaren aku jalan-jalan sama keluargaku ke Singapura. Yaah sebenarnya gak liburan sih, tapi ... meliburkan diri. Adik-adikku ngebet banget pengen ke Universal Studio.

Ternyata Universal Studio itu keren banget ya, saingan ama Disneyland. Roller Coasternya mantep abis, beda jauh sama halilintar di Dufan yang makin lama makin gak nyeremin. Rel nya muter sana muter sini sampai-sampai waktu naik aku bukan takut jatuh tapi takut nabrak rel. Selain itu ada juga simulasi transformer yang keren pisaaan! Aku sampai naik dua kali. Efeknya ya mual-mual.

Selain itu, Universal Studio kemaren gak brapa rame, padahal hari minggu. Bandingkan dengan Dufan di hari minggu, udak kayak padang mashar, banyak kali orangnya. Mana naik wahana aja antriannya lama banget. Pokoknya Universal Studio keren lah!

Nah setelah jalan-jalan, aku harus menghadapi kehidupan nyata yang pahit lagi (seeh). Tak lain itu karena kuliah memasuki masa ujian akhir. Seperti biasa, saat-saat seperti inilah kita akan menjadi lebih beriman. Aku sampai bangun malam untuk berdoa kesuksesan ujian kali ini. Bukan apa-apa, kuliahku lagi di ujung tanduk.

Well, itu aja dululah. Nanti kumasukin beberapa foto di Universal Studio. Biar apa? Biar pamer dong. iihh kammyuuu...

Foto-Foto Ini Lho

Sesuai janji, aku akan memasukkan beberapa foto saat aku dan keluarga lagi jalan-jalan ke Lombok :

ini bukan mau bunuh diri ya

Tiara lagi belajar nulis

sesaat sebelum snorkling, dan tenggelam

terlihat lebih ganteng

terlihat seperti pengemis dan maling

lagi nyasar...

mana si pitung haaa??

sedang menenun kain dibawah bimbingan sang suhu

Itu aja deh, sekarang udah masuk kuliah lagi, doakan aku selamat ya!

Lombok....oh Lombok

Jadi tahun baru ini, aku sekeluarga jalan-jalan ke Lombok.

(terdengar lagu Doraemon, "aku ingin begini, aku ingin begitu", kenapa lagu Doaremon? gak tau, suka aja sih)

Kesan pertama sampai disana : Bandaranya kok terlantar gini ya? Bandaranya kayak terpencil gitu tempatnya, terus banyak keluarga yang duduk di luar sambil bawa rantang. Ya, BAWA RANTANG SAUDARA-SAUDARA. Lagi piknik kayaknya, mungkin bapaknya bilang sama anaknya sebelum liburan kayak gini, "Nak, liburan nanti kita ke bandara ya. Liat-liat pesawat. Lion Air kesukaanmu juga ada lho!"

Hotel kami dekat pantai, tapi sayangnya pantai banyak sampah. Banyaaaak banget sampai-sampai ombak di laut penuh sampah. Bawaannya jadi males juga berenang ke pantai, bisa-bisa nanti termutasi menjadi manusia setengah sampah, walaupun sekarang udah seperempat.

Hari pertama kami habiskan dengan jalan-jalan sambil belanja. Pertama ke tempat jual-jual keramik, terus kain tenun sampai ke toko mutiara. Lombok emang terkenal dengan mutiara lautnya, harganya bisa mencapai satu jutaan! Aku gak pernah bisa bedain yang asli sama yang palsu yang dijual di sekitar pantai dengan harga 10 ribu.

Besoknya lagi, atau sehari sebelum pergantian tahun, kami pergi ke pulau kecil dekat Lombok bernama Trawang. Tempat ini menjadi tujuan turis-turis dari luar negeri, dan itu berarti banyak bule, dan itu juga berarti bule-bule berbikini berserakan di pantai. Cuci mata cuci mata.

Pantainya asoi banget lah. Aku bersama abang adikku mencoba snorkling di dekat pantai, dan cantik mampus lah terumbu karangnya. Ikannya juga cantik, bewarna-warni dan gendut pakai pelampung (eh bukan deh, itu adikku).

Malam tahun baru kami lewatkan dengan santai-santai di hotel. Tanpa perayaan apapun. Aku sendiri sambil telponan sama pacar diluar, mau pamer kalau aku tahun barunya lebih cepat satu jam daripada dia, hehe.

Besoknya kami malah bingung mau kemana. Rencananya sih di tour mau hiking gitu, tapi karena ada banyak orang tua, gak mungkin juga lah. Jadinya kami pergi ke air terjun apa gitu namanya di dalam hutan, yang jauuhhh banget. Dari hotel kesana itu dua jam perjalanan. Pantatku menjadi berotot.

Mandi di air terjun itu ternyata dingin banget. Baru masuk bentar aja udah gemetaran. Belum juga lama disana, eh turun hujan. Karena takut jalan bakal licin, kami langsung pulang. Gak sebanding sama waktu tempuh perjalanan ke sini.

Di tengah jalan kami sempat berhenti untuk memberi makan monyet. Kejadian berikutnya untuk 17 tahun ke samping ya.

Lagi enak-enaknya kasih kacang, seekor monyet jantan dengan gagah berjalan melewatiku ke seekor monyet betina. Dan tanpa peringatan, dia menyodok pantat si betina. Mereka kawin saudara-saudara, tepat di hadapanku.

"Mampus, kawin tuh!" teriakku refleks. Aku lupa di sebelahku ada adikku yang masih SMP dan SD, masih lugu lah.

"Kok kawin?" kata mereka. Kawin di kepala mereka berarti nikah. Aku gak tau gimana jelasinnya, jadi kubilang, "Wah, monyetnya bagus."

Sekarang aku lagi di Jakarta untuk menghabiskan hari-hari terakhir liburan. Foto-foto di Lombok akan kuposting di post berikutnya.

Buat semuanya, have a nice holiday eaa kaakaaakkk!!!!