Kemal si Blogger Iseng

show them all you're not the ordinary type

Evie Punya Selera Musik Yang Bagus!

Kalian tahu Evie dari Existor? Bagi yang gak tahu, Existor itu semacam situs untuk chatting dengan mesin, kayak simsimi. Ya, aku juga ngerasa situs kayak gitu emang dibikin buat orang yang depresi banget pengen bersosialisasi. Evie dibuat sebagai lawan bicara kita disini, lengkap dengan ekspresi muka dan suaranya. Yang nyebelin dari Evie adalah, jawabannya kadang sangat gak nyambung sampai kita akan berkali-kali facepalm. Untungnya Evie punya selera musik yang bagus.



Lihat? Aku bangga denganmu Evie!!

Yang mau lihat situsnya, klik aja disini ya.

Detektif Itu (+ Bloopers)

Tepat di hari puasa terakhir, aku dan adik-adikku kurang kerjaan dan mencoba membikin trailer film asal-asalan. Ceritanya terjadi pembunuhan (aku yang mati) lalu seorang detektif bernama Itu mencoba memecahkannya. Tentu saja hasilnya jadi aneh karena gak ada yang bisa acting. Videonya bisa dilihat disini :



Bloopers video :


Ketika Bulan Jatuh Cinta Pada Matahari


Bulan senang tak kepalang. Hari yang ditunggunya sebentar lagi tiba, yaitu hari ketika dia bertemu dengan kekasihnya, Matahari.
Ketika pertama kali bertemu beratus-ratus tahun yang lalu, bahkan jutaan tahun yang lalu, bulan langsung jatuh cinta. Matahari yang sangat perkasa, memancarkan sinarnya ke bumi tanpa lelah tanpa pernah mengeluh sedikitpun. 
Hal yang sama terjadi dengan Matahari. Dia kagum dengan keanggunan bulan, yang membuat langit gelap menjadi indah. Sejak saat itu, Matahari terus membagi sinarnya pada Bulan, sekedar membuatnya hangat.
Sejak saat itu pula, jika mereka sedang jauh, maka mereka akan saling mengirim pesan lewat para Bintang. Pesan Bulan akan disampaikan dari satu bintang ke bintang lainnya hingga sampai ke Matahari lalu dibalas dengan cara yang sama. Kadang pesan juga disampaikan lewat bintang jatuh yang kebetulan lewat. Perasaan mereka terhadap yang lain makin lama makin kuat.
Akhirnya tiba jugalah hari itu. Hari dimana bulan tepat berada di depan Matahari. Hari dimana Bumi menjadi gelap, sehingga manusia-manusia di Bumi tak bisa melihat mereka sedang berciuman mesra.


When the Moon Fell in Love With The Sun
All Was Golden In The Sky
All Was Golden When The Day Met The Night


(cerita ini pernah diposting di kemudian.com)
(terinspirasi dari lagu Panic at the Disco - When the Day Met the Night)

Update Singkat!

Akhirnya setelah menunggu lama, aku udah di Medan. Harusnya bisa pulang sekitar seminggu lebih cepat, tapi Unpar dengan anehnya bikin perwalian di saat liburan sehingga aku harus nunggu lebih lama buat pulang. Makasih lho Unpar!

Ngomongin Medan, bandara Medan yang tadinya di Polonia akhirnya dipindah ke Kuala Namu dan ukurannya menjadi sangat besar. Katanya sih terbesar kedua di Indonesia. Aku jalan dari pesawat ke pintu keluar aja jauhnya minta ampun. Anehnya, banyak orang yang datang ke Kuala Namu cuma buat ngeliat bandara baru. Ngapain coba? Piknik sambil liat pesawat terbang? Kayaknya orang Medan terlalu gak ada kerjaan.

Yang nyebelin dari bandara ini adalah : jauh dari Medan! Jaraknya sekitar satu setengah jam perjalanan. Padahal bandara yang dulu cuma setengah jam dari rumahku, dan hanya 5 menit jika dari rumah Nenekku.

Selama di rumah, aku gak banyak ngapa-ngapain, santai bangetlah pokoknya. Aku juga mulai main Last of Us. Tahu kan game itu? Aku sempat ngeliat Pewdiepie main gamenya dan langsung kepengen setengah mati. Baru awal-awal main, aku tersadar akan kemampuan gamingku yang dibawah rata-rata, apalagi kalau berhubungan dengan tembak menembak. Ngelawan beberapa zombie aja susahnya minta ampun.

Selain itu, aku paling cuma pergi ke rumah saudara-saudara yang udah lama gak ketemu, atau main sama adik-adikku. Oh ya, aku juga bakal tetap lanjutin cerita zombie yang masih berlanjut di blog ini, cuma gak bisa sesering bulan lalu.

Yah begitu aja sih. Ini hanya update singkat. Selamat liburan semua!!